Donor darah merupakan salah satu bentuk kepedulian yang dapat memberikan manfaat nyata bagi orang lain. Menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, Bank Mandiri kembali menggelar Mandiri Donor Darah sebagai upaya mendukung ketersediaan darah nasional sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Bank Mandiri mengajak pegawai atau Mandirian, nasabah, serta masyarakat umum untuk memaknai momen kemerdekaan dengan berbagi harapan kepada orang-orang yang membutuhkan darah.
Mengapa ketersediaan darah nasional perlu menjadi perhatian?
Ketersediaan darah berperan penting dalam mendukung kelangsungan layanan kesehatan. Darah yang dihimpun melalui kegiatan donor dapat digunakan untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi, baik dalam penanganan kondisi darurat maupun perawatan medis tertentu.
Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dikutip dalam keterangan resmi Bank Mandiri, kebutuhan darah ideal suatu negara mencapai sekitar 2% dari jumlah penduduk.
Dengan populasi Indonesia yang telah melampaui 280 juta jiwa, kebutuhan darah nasional diperkirakan mencapai sekitar 5,6 juta kantong setiap tahunnya. Oleh karena itu, kegiatan donor darah yang dilakukan secara rutin diperlukan untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah.
Untuk mendukung upaya tersebut, Bank Mandiri berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan sejumlah fasilitas kesehatan melalui program Mandiri Donor Darah.

Mandiri Donor Darah diselenggarakan di 12 region
Mandiri Donor Darah periode Agustus 2026 dilaksanakan secara serentak pada Senin, 3 Agustus 2026, di 12 region Bank Mandiri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Kegiatan ini menargetkan sekitar 280 pendonor di setiap region atau total 3.360 pendonor secara nasional. Selain pegawai, kegiatan donor darah tersebut terbuka bagi nasabah dan masyarakat umum di sekitar wilayah operasional Bank Mandiri.
Jajaran Direksi Bank Mandiri juga turut mengikuti kegiatan ini sebagai bentuk keteladanan dalam membangun budaya berbagi dan kepedulian sosial.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, mengatakan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat langsung bagi sesama.
“Semangat kemerdekaan selalu identik dengan kebersamaan dan gotong royong. Melalui Mandiri Donor Darah, kami ingin mengajak Mandirian, nasabah, dan masyarakat mengisi momen tersebut melalui aksi nyata yang dapat mengalirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Adhika dalam keterangan resminya yang diterima Hello Sehat.
Lebih dari 11.500 kantong darah berhasil dihimpun
Program Mandiri Donor Darah pertama kali dilaksanakan pada April 2026 dan kemudian diselenggarakan secara rutin. Hingga Agustus 2026, kegiatan ini disebut telah berhasil menghimpun lebih dari 11.500 kantong darah.
Capaian tersebut menunjukkan adanya partisipasi aktif dari pegawai, nasabah, masyarakat, serta berbagai pihak yang terlibat dalam mendukung keberlanjutan layanan kesehatan.
Program ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) menjelang HUT ke-28 Bank Mandiri. Selain membantu pemenuhan kebutuhan darah, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya kepedulian sosial di lingkungan perusahaan dan masyarakat.
Mendorong semangat berbagi secara berkelanjutan
Bank Mandiri berharap kolaborasi dengan PMI, fasilitas kesehatan, dan masyarakat dapat terus diperluas agar manfaat program donor darah menjangkau lebih banyak orang.
Menurut Adhika, kegiatan sosial yang melibatkan partisipasi publik menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan.
“Sejalan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri akan terus memperluas kolaborasi dalam menghadirkan berbagai program sosial yang melibatkan partisipasi publik. Kami berharap semakin banyak pihak yang mengambil bagian sehingga semangat berbagi dapat terus tumbuh dan memberikan harapan bagi sesama,” pungkas Adhika.
Melalui Mandiri Donor Darah, masyarakat diajak untuk mengisi semangat kemerdekaan dengan tindakan sederhana yang dapat memberi dampak bagi sesama. Namun, sebelum mendonorkan darah, setiap calon pendonor tetap perlu menjalani pemeriksaan awal dan mengikuti ketentuan kesehatan yang ditetapkan oleh petugas.