Vaksin Sangat Penting untuk Cegah Penyakit, Tapi Bagaimana Cara Kerjanya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Vaksin adalah tindakan medis yang tujuannya adalah mencegah penyakit, bukan mengobati. Karena itulah vaksin sangat penting diberikan pada setiap orang sebelum terinfeksi penyakit tertentu. Akan tetapi, pemberian vaksin adalah isu yang cukup sering dipertanyakan orang-orang. Pasalnya, banyak yang belum paham apa itu vaksin atau cara kerja vaksin dalam tubuh. Untuk itu, simak penjelasan penting soal vaksin di bawah ini.

Apa itu vaksin?

Tubuh manusia memiliki sistem imun (kekebalan tubuh) yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan organisme asing seperti virus atau bakteri. Cara kerjanya yaitu dengan mengirimkan sel tertentu untuk melawan kuman penyebab penyakit yang menyerang. Namun, sistem imun bisa melemah pada waktu-waktu tertentu, sehingga tidak tidak cukup kuat untuk melawan penyakit. Oleh karena itulah dibuat vaksin alias imunisasi.

Vaksin adalah “senjata” biologis yang digunakan untuk membantu sistem imun manusia melawan penyakit. Vaksin terbuat dari mikroba penyebab penyakit yang telah dilemahkan atau mati, atau agen yang mengandung racun atau protein tertentu.

Meski dibuat dari mikroba alias bibit penyakit, Anda tidak perlu meragukan keamanannya. Pasalnya, seperti dijelaskan di atas, mikroba dalam vaksin adalah bentuk yang sudah lemah atau mati sehingga tak akan menyebabkan penyakit itu sendiri di dalam tubuh manusia.

Cara kerja vaksin

Cara kerja vaksin adalah dengan meniru terjadinya infeksi penyakit itu sendiri. Ketika vaksin disuntikkan atau diteteskan, sistem imun akan menganggap vaksin sebagai organisme asing yang akan menyerang tubuh. Sistem imun akan mengirimkan sel khusus untuk memberantas vaksin. Dari situ, sistem imun akan mengingat alias membentuk memori atas kejadian tersebut.

Hasilnya, sistem imun akan selalu bersiap atas serangan penyakit sebenarnya karena sudah “ingat” organisme mana yang berbahaya dan perlu diberantas. Pemberian vaksin akan menurunkan risiko orang-orang terserang penyakit.

Efek samping vaksin

Seperti obat-obatan lainnya, beberapa jenis vaksin dapat memicu munculnya efek samping, baik itu ringan maupun cukup parah. Namun, yang perlu diingat bahwa semua vaksin yang telah beredar di Indonesia terbukti aman karena telah menjalani penelitian dan uji klinis yang ketat, sehingga kemungkinan efek samping vaksin yang fatal akan sangat langka.

Efek samping ringan dari vaksin adalah:

  • Sakit kepala
  • Pilek atau hidung tersumbat (seperti gejala flu)
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri sendi
  • Infeksi saluran pernapasan bagian atas
  • Diare
  • Demam
  • Sakit perut
  • Mual dan muntah
  • Kemerahan dan pembengkakan
  • Gatal
  • Lebam dan benjol di bagian yang disuntik
  • Nyeri otot
  • Badan lemas
  • Telinga berdenging

Sedangkan efek samping yang parah dan jarang sekali terjadi:

  • Radang lambung dan usus
  • Pneumonia
  • Darah pada urine atau feses
  • Reaksi alergi yang parah (sangat jarang)
  • Kejang
  • Kesadaran menurun
  • Kerusakan otak yang permanen

Sebelum memberikan vaksin apa pun bagi anak atau orang dewasa, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dulu. Bila Anda mengalami efek samping vaksin yang parah, segera cari bantuan medis.

Hello Health Group tidak menyediakan saran, diagnosis, maupun perawatan medis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit