Anda Sering Dibilang Sensitif? Bisa Jadi Ini Bawaan Genetik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda termasuk orang sensitif yang gampang merasakan emosi? Beberapa orang memang lebih sensitif dan sifat ini ternyata tidak hanya berhubungan dengan kepribadian. Menurut sebuah penelitian terbaru di Inggris, sifat sensitif Anda bisa jadi merupakan bawaan genetik dari orangtua.

Selama bertahun-tahun, banyak peneliti mencari kaitan antara kepribadian dan kondisi genetik. Siapa sangka, kumpulan gen yang menyusun tubuh seseorang ternyata juga berperan dalam membentuk kepribadiannya. Seperti apa penjelasan ilmiahnya?

Menentukan kaitan sifat sensitif dan bawaan genetik

sifat sensitif genetik laki-laki menangis

Ada banyak faktor yang membuat seseorang memiliki sifat sensitif. Menurut penelitian terbaru yang dipimpin oleh Queen Mary University of London, Inggris, hampir sebagian dari faktor-faktor tersebut adalah bawaan genetik.

Dalam studi ini, para peneliti membandingkan pasangan gen dari anak kembar identik dan non-identik berusia 17 tahun. Tujuannya adalah untuk melihat efek yang muncul pada gen setelah anak-anak ini mendapatkan pengalaman positif dan negatif.

Para peneliti ingin melihat seberapa sensitif gen-gen tersebut. Dengan cara ini, mereka ingin mengetahui apakah faktor genetik memiliki peran lebih besar dalam membentuk kepribadian dibandingkan pengaruh lingkungan.

Studi ini melibatkan kepribadian anak kembar sebab kembar identik memiliki gen yang sama persis, sedangkan kembar non-identik tidak. Jika sepasang anak kembar identik tidak punya sifat sensitif yang sama, artinya sifat ini memang berbeda pada tiap orang dan tidak ada kaitannya dengan faktor genetik.

Para peserta penelitian diminta mengisi kuesioner yang dibuat oleh Michael Pluess, pimpinan penelitian yang juga seorang profesor psikologi perkembangan. Kuesioner tersebut digunakan menilai seberapa sensitif mereka terhadap lingkungan sekitarnya.

Kuesioner tersebut juga menilai jenis sifat sensitif yang mereka miliki, yakni antara lebih sensitif terhadap pengalaman positif atau negatif. Jawaban dalam kuesioner juga akan diteliti dan dihubungkan dengan pola asuh orangtua.

Para peneliti juga mengaitkan sifat sensitif para peserta dengan ciri kepribadian yang dikenal Teori Kepribadian Model Lima Besar (Big Five Personality). Kelimanya adalah keterbukaan, kehati-hatian, ekstraversi, kemudahan untuk akur, dan neurotisme.

Menjadi sensitif adalah faktor genetik?

kenapa saya masih jomblo

Setelah diteliti, ternyata sekitar 47% perbedaan sifat sensitif seseorang ditentukan oleh faktor genetiknya. Sementara itu, 53% sisanya adalah hasil dari pengaruh lingkungan. Kedua faktor ini rupanya memengaruhi kepribadian dengan cukup seimbang.

Hasil kuesioner juga menunjukkan bahwa faktor genetik ikut menentukan apakah anak lebih peka terhadap pengalaman positif atau negatif. Apabila anak lebih peka terhadap pengalaman negatif, ini mungkin karena anak lebih mudah stres saat menghadapi situasi sulit.

Sebaliknya, anak yang lebih peka terhadap pengalaman positif mungkin diasuh dengan baik oleh orangtuanya dan mendapatkan pengaruh baik dari sekolahnya. Kedua faktor ini membuat mereka mampu menghadapi situasi sulit dengan lebih baik.

Para peneliti juga melihat hubungan antara faktor genetik, sifat sensitif, dan ciri dalam Teori Kepribadian Model Lima Besar. Menurut hasil analisis, ada faktor genetik yang sama dalam sifat sensitif, neurotisme, dan ekstraversi.

Neurotisme adalah sifat yang membuat seseorang lebih mudah marah, cemas, ragu pada diri sendiri, dan emosi negatif lainnya. Sementara ekstraversi menandakan seberapa sosial dan terbuka seseorang kepada lingkungannya (sikap ekstrover).

Tips mengelola sifat sensitif

cara meditasi

Sifat sensitif adalah karakter yang sangat umum. Sifat ini bisa menjadi suatu kelebihan sekaligus kekurangan, tergantung efeknya bagi Anda. Namun, satu hal yang pasti, sifat sensitif bukanlah kelemahan ataupun sesuatu yang buruk.

Walaupun melelahkan, jangan sampai sifat sensitif yang Anda miliki membuat Anda menarik diri dari kegiatan yang Anda sukai. Jangan biarkan kecerdasan emosional yang tinggi membuat Anda mengasingkan diri atau memaksa Anda menjadi orang lain.

Wajar apabila sifat ini membuat Anda kewalahan. Anda dapat mengatasi perasaan sensitif dengan beberapa langkah sederhana berikut.

  • Berlatih mindfulness, yakni fokus pada apa yang Anda rasakan saat ini dengan cara memisahkan pikiran-pikiran lain yang memenuhi kepala Anda.
  • Mengubah cara berpikir, misalnya dengan tidak menduga-duga sesuatu yang belum pasti saat menghadapi masalah.
  • Mengalihkan emosi dengan kegiatan yang Anda suka.
  • Menulis jurnal harian tentang emosi yang Anda rasakan.
  • Merawat diri dengan makan makanan bergizi, tidur cukup, dan sebagainya.

Jika Anda memiliki sifat sensitif, ingatlah bahwa ini merupakan bawaan genetik yang membentuk diri Anda. Dengan pengelolaan emosi, Anda bahkan bisa menjadikan sifat ini sebagai suatu kelebihan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengatasi Perasaan Sensitif Berlebih Agar Hidup Lebih Tenang

Perasaan yang terlalu sensitif terkadang menimbulkan masalah pada diri sendiri, bahkan stres. Bagaimana cara agar dapat mengatasi perasaan sensitif?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Hidup Sehat, Psikologi 13 Desember 2019 . Waktu baca 5 menit

Perkembangan Sosial dan Emosional Anak Usia Dini 1-5 Tahun

Perkembangan sosial emosional anak usia dini penting dipahami orangtua. Hal ini dapat membantu memahami dan mengendalikan kondisi emosi si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 2 Desember 2019 . Waktu baca 9 menit

Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi di Satu Tahun Pertamanya

Mengembangkan kecerdasan emosional bayi penting agar mampu mengelola emosi diri. Pola pengasuhan sejak dini turut andil menentukan perkembangannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 22 November 2019 . Waktu baca 9 menit

Mengapa Ibu Hamil Lebih Sensitif dan Mudah Marah?

Kehamilan berpengaruh terhadap kondisi emosional ibu hamil. Beberapa ibu hamil bahkan menjadi lebih sensitif dan mudah marah.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 4 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perkembangan emosi anak

Mengulik Tahapan Perkembangan Emosi Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 9 menit
kecerdasan emosional terlalu tinggi

5 Dampak Memiliki Kecerdasan Emosional yang Terlalu Tinggi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 6 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
pentingnya kecerdasan emosional

Pentingnya Kecerdasan Emosional di Tempat Kerja

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
alexithymia adalah

Mengenal Alexithymia, Kondisi yang Bikin Anda Susah Ungkapkan Emosi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit