Apa Bedanya Sakit Kepala Akibat Tumor dengan Sakit Kepala Biasa?

Sakit kepala yang disebabkan oleh tumor otak dan sakit kepala tipe tegang sering kali disalahartikan menjadi sakit kepala yang sama. Padahal, meski rasa yang ditimbulkan oleh kedua sakit kepala ini pada awalnya hampir mirip, tentu keduanya berbeda. Jika sakit kepala tumor otak diartikan sebagai sakit kepala biasa dan tidak segera ditangani, kondisi kesehatan Anda mungkin menjadi lebih parah. Lalu bagaimana membedakan kedua jenis sakit kepala? Simak penjelasan saya berikut ini.

Perbedaan sakit kepala tumor otak dengan sakit kepala biasa

Saat Anda mengalami sakit kepala, Anda patut curiga. Apalagi jika sakit kepala tidak kunjung hilang meski telah diberi obat. Pasalnya, sakit kepala tersebut mungkin saja sakit kepala akibat tumor otak.

Sakit kepala ini memang sedikit mirip dengan sakit kepala tipe tegang. Rasa yang ditimbulkan seperti sakit saat kepala baru dihantam oleh benda keras. Perbedaan antara keduanya adalah sakit kepala tegang masih tergolong ringan dan tidak berubah menjadi semakin berat.

Sementara itu, sakit kepala akibat tumor otak sedikit berbeda. Awalnya, kepala Anda mungkin hanya merasakan sakit yang tergolong ringan. Namun, sakit kepala ini bersifat chronic progressive. Artinya, rasa sakit kepala yang Anda rasakan akibat tumor otak akan bertambah parah seiring dengan berjalannya  waktu.

Jika rasa sakit kepala tipe tegang bisa berhenti atau hilang setelah Anda mengonsumsi obat, sakit kepala akibat tumor otak tidak akan hilang sempurna dan akan terus-menerus muncul dengan intensitas yang semakin berat. Bahkan meski Anda telah menggunakan obat untuk meredakannya.

Setiap kemunculannya, rasa sakit akan bertahan semakin lama dan bertambah berat. Apalagi, pada pagi hari saat Anda bangun tidur bahkan dapat membuat Anda terbangun saat tidur malam hari. Intensitas dari sakit kepala ini pun juga akan semakin meningkat.

Sakit kepala akibat tumor sering dianggap sakit kepala biasa

Pada dasarnya, sakit kepala akibat tumor otak adalah gejala awal yang muncul saat terdapat tumor di kepala. Rasa sakit ini pasti dirasakan, apalagi jika ukuran tumor sudah membesar dan menekan jaringan otak. Justru, rasa sakit ini penanda bahwa kondisi tumor sudah mulai mengkhawatirkan.

Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, sakit kepala akibat tumor otak memang akan semakin terasa sakit di pagi hari. Namun, rasa sakit ini juga bisa menjadi semakin buruk saat Anda mengejan, batuk, dan bersin.

Tetapi, rupanya sakit kepala ini sering kali dianggap sebagai sakit kepala biasa. Sehingga, sakit kepala ini hanya ditangani dengan penggunaan obat-obatan.

Sebenarnya, obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi sakit kepala biasa memang dapat digunakan untuk meredakan sakit kepala akibat tumor otak. Tetapi sakit kepala akan kembali muncul hingga tumor diangkat.

Maka dari itu, cobalah untuk memikirkan kemungkinan terburuk terlebih dahulu jika setelah minum obat, sakit kepala tak kunjung hilang. Dengan begitu, Anda akan memeriksakan kondisi Anda ke dokter untuk memastikan apakah Anda memiliki kondisi kesehatan serius, atau tidak.

Ini tentu lebih baik dibanding Anda terlambat mengetahui masalah kesehatan hingga tidak bisa ditangani lagi.

Gejala lain yang mengikuti sakit kepala pada penderita tumor otak

Sakit kepala yang disebabkan oleh tumor otak juga diikuti oleh berbagai gejala lain. Gejala-gejala ini bisa berbeda-beda pada masing-masing orang. Biasanya, hal ini bergantung pada letak tumbuhnya tumor.

Misalnya, jika tumor muncul pada otak bagian depan, mungkin terjadi kelumpuhan di sisi lainnya. Artinya, jika tumor muncul di otak bagian kanan depan, maka yang berpotensi mengalami kelumpuhan adalah tubuh bagian kiri dan begitu sebaliknya.

Gejala lain yang mungkin timbul adalah gangguan berbicara. Biasanya, ini terjadi pada orang yang tumornya muncul pada otak bagian kiri depan. Sehingga, selain mengalami kelemahan di anggota gerak bagian kanan, pasien akan kesulitan berkomunikasi.

Sementara, jika tumor muncul di bagian tengah otak, gejala lain yang mungkin mengikuti adalah menyempitnya pandangan. Hal ini menyebabkan semakin sedikit hal yang bisa dilihat oleh kedua matanya akibat lapang pandang menjadi semakin sempit. Lalu, jika tumor berada di bagian permukaan otak, gejala yang mungkin mengikuti adalah kejang.

Bisakah sakit kepala akibat tumor otak disembuhkan?

Pada awal kemunculannya, sakit kepala tumor mungkin hanya bertahan sebentar. Namun, semakin besar ukuran tumor pada otak, akan semakin sakit pula kepala Anda dibuatnya. Bahkan, pada tingkatan yang sudah parah, rasa sakit bisa bertahan selama 24 jam di kepala Anda.

Sakit kepala akibat tumor otak sebenarnya masih bisa diatasi, namun hanya untuk sementara waktu. Sakit kepala ini hanya akan benar-benar hilang jika tumor bisa diangkat dari kepala. Tidak hanya sakit kepala, tumor yang lama kelamaan akan menekan jaringan otak juga dapat menyebabkan bengkak di sekitarnya. Namun, sakit kepala dan bengkak ini bisa diredakan dengan menggunakan obat-obatan.

Untuk sementara meredakan sakit kepala tumor, Anda bisa menggunakan obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi sakit kepala tegang, seperti ibuprofen dan paracetamol. Sementara itu, untuk meredakan bengkak, Anda bisa menggunakan obat-obatan steroid. Salah satu obat yang bisa Anda gunakan adalah dexamethason.

Hanya saja, perlu Anda ketahui bahwa efek meredakan yang diberikan oleh obat-obatan hanya bertahan sementara waktu. Tidak lama setelah itu, rasa sakit dan bengkak akan muncul kembali seolah tidak pernah diobati.

Oleh sebab itu, jika Anda sudah merasakan sakit kepala yang semakin lama semakin sakit dan terus bertahan meski telah diobati, lebih baik segera periksakan ke dokter. Anda juga perlu mengetahui bahwa satu-satunya cara untuk menghilangkan sakit kepala akibat tumor otak adalah pengangkatan tumor yang saat ini dapat dilakukan dengan berbagai macam metode. Selama tumor masih berada di kepala Anda, maka kepala Anda juga akan terus merasakan sakit.

Baca Juga:

dr. Zicky Yombana, Sp.S Spesialis Saraf

dr. Zicky Yombana, Sp.S adalah seorang dokter spesialis saraf. Ia mengkhususkan diri pada pengobatan neurologi umum, neurovaskular, dan nyeri.




dr. Zicky menamatkan pendidikan spesialisnya pada tahun 2012 di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Selain praktik, dirinya juga memiliki sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan.




Selain aktif sebagai dokter di dua rumah sakit swasta, dr. Zicky juga merupakan seorang edukator kesehatan. Kegiatannya ini ia salurkan dalam bentuk vlog kesehatannya di YouTube. Edukasi kesehatan dari dr. Zicky di Youtube dapat Anda saksikan di sini.

Selengkapnya
Artikel Terbaru