Awas! Dinding Rumah Berjamur Membahayakan Kesehatan Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Selalu ada jamur di mana pun Anda menoleh — di udara yang Anda hirup dan di banyak permukaan yang Anda sentuh. Entah itu noda-noda hitam berlendir di dinding kamar mandi Anda, atau bercak putih berbulu di lantai dapur Anda, rumah berjamur lebih dari sekadar masalah keindahan.

Mengapa rumah berjamur?

Jamur adalah pertumbuhan organisme kecil berwarna hitam, putih, oranye, hijau, hingga ungu yang tidak diinginkan dan bisa ditemukan hampir di mana-mana. Di luar ruangan, jamur memainkan peran penting di alam, mengolah dedaunan, tanaman, dan pohon-pohon kering. Jamur bertahan hidup di lingkungan lembap dan berkembang biak dengan cara melepaskan pasukan spora kecil dan ringan yang melakukan perjalanan melalui udara.

Di dalam rumah, jamur ditemukan sebagai hasil dari kondensasi permukaan akibat kelembapan yang belebihan, kurangnya ventilasi, atau suhu rendah; uap atau sirkulasi udara yang tidak mumpuni dalam kamar mandi; maupun kebocoran air, seperti dari atap atau pipa yang bocor, lantai kayu yang lapuk, atau bekas banjir. Tempat-tempat umum untuk jamur untuk tumbuh di dalam ruangan adalah tumpukan kardus, kusen jendela, kain, karpet, dan dinding di dapur, kamar mandi, dan area cuci baju.

Jika Anda dapat melihat atau mencium bau menyengat dari penjamuran di rumah Anda, ada risiko kesehatan yang dapat hadir.

Apa efeknya bagi kesehatan jika tinggal di rumah berjamur?

Dalam jumlah kecil, spora jamur biasanya tidak berbahaya, tetapi ketika mereka mendarat di tempat basah di rumah Anda, koloni jamur dapat mulai berkembang. Ketika jamur tumbuh di permukaan, spora dapat dilepaskan ke udara — di mana mereka dapat dengan mudah terhirup. Beberapa jenis jamur dalam ruangan mampu menghasilkan racun yang sangat ampuh (mikrotoksin) yang larut dalam lemak dan mudah diserap oleh lapisan usus, saluran udara, dan kulit. Agen ini, biasanya terkandung dalam spora jamur, memiliki efek toksik mulai dari iritasi jangka pendek — reaksi alergi, kurap, kudis — hingga pelemahan sistem kekebalan tubuh dan perdarahan paru.

Paparan jangka panjang dalam rumah berjamur tidak sehat bagi setiap penghuninya, tetapi beberapa kelompok akan mengembangkan gejala yang lebih berat lebih cepat dari yang lain, termasuk bayi dan anak-anak, orang tua, individu dengan kondisi pernapasan, dan mereka yang memiliki sistem imun lemah, misalnya karena kanker, penyakit hati, HIV, atau dalam/selepas kemoterapi.

Bagi orang-orang yang sensitif terhadap jamur, menghirup atau menyentuh spora jamur dapat menyebabkan reaksi alergi, termasuk bersin, pilek, iritasi tenggorokan, batuk atau suara mengi, iritasi mata, dan ruam kulit. Orang dengan alergi jamur serius mungkin memiliki reaksi yang lebih parah, termasuk sesak napas. Pada orang dengan asma yang alergi terhadap jamur, menghirup spora dapat memicu serangan asma. Serangan asma akibat menghirup spora jamur ini juga mungkin timbul bahkan pada anak yang memiliki “bakat” mengembangkan asma atau pada orang dewasa sehat tanpa riwayat asma sekalipun. Penghuni rumah yang memiliki kekebalan tubuh lemah dan yang memiliki penyakit paru-paru kronis, seperti paru obstruktif, mungkin akan mendapat infeksi serius di paru-paru mereka ketika terekspos jamur.

Penting untuk dipahami bahwa hubungan klinis mikotoksin untuk efek kesehatan yang lebih merugikan, seperti perdarahan idiopatik paru akut pada bayi, kehilangan memori, atau kelesuan di bawah tingkat paparan udara yang realistis belum sepenuhnya berhasil ditemukan. Dalam kasus apapun, pertumbuhan jamur di dalam rumah harus diperlakukan sebagai ketidaklayakan jika dilihat dari perspektif potensi efek kesehatan yang merugikan dan kinerja bangunan.

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah rumah berjamur?

Tidak mungkin untuk menyingkirkan semua jamur dan spora jamur di rumah Anda, tetapi karena spora jamur tidak dapat tumbuh tanpa air, mengurangi kelembapan di rumah Anda adalah cara terbaik untuk mencegah atau membasmi pertumbuhan jamur.

Berikut ini adalah beberapa saran untuk mengurangi kelembapan dan pertumbuhan jamur di seluruh rumah:

  • Jamur dapat dihilangkan dari permukaan keras dengan produk komersial, sabun dan air, atau larutan pemutih tidak lebih dari 1 cangkir pemutih laundry rumah tangga dalam 1 galon air.
  • Gunakan humidifier dan AC, terutama di iklim panas dan lembap, untuk mengurangi kelembapan di udara; jaga rumah tetap hangat dalam cuaca dingin dengan penghangat ruangan — suhu turun, udara kurang mampu untuk menahan kelembapan dan mengembun di permukaan dingin yang memicu pertumbuhan jamur.
  • Keringkan semua daerah yang basah dalam 24-48 jam.
  • Periksa kebocoran di sekitar wastafel dapur, kulkas, sekitar wastafel dan bak mandi, dan sumber air lainnya. Perbaiki kebocoran dan rembesan.
  • Buka pintu antara kamar untuk meningkatkan sirkulasi, yang membawa suhu panas ke permukaan dingin.
  • Tingkatkan sirkulasi udara dengan menggunakan kipas angin dan dengan memindahkan furnitur dari sudut dinding.
  • Jaga kelembapan dalam ruangan di bawah 60% jika memungkinkan. Anda dapat mengukur kelembapan relatif dengan hygrometer, alat yang tersedia di banyak toko perkakas rumah.
  • Gunakan kipas angin/exhaust untuk memindahkan kelembapan ke luar rumah setiap kali Anda memasak, mencuci piring, atau mencuci baju.
  • Rawat rak penadah air dari AC atau kulkas agar selalu kering dan bersih. Pastikan saluran kuras terbebas dari penghalang dan pembuangan bisa mengalir dengan baik.
  • Pertimbangkan mengecat lantai beton dan menggunakan karpet per area daripada karpet yang menyeluruh di seluruh permukaan lantai. Jika Anda berencana untuk memasang karpet di atas lantai beton, mungkin perlu untuk menggunakan penghalang uap (terpal plastik) di atas beton dan tutup dengan sub-lantai (isolasi ditutupi dengan kayu lapis) untuk mencegah masalah kelembapan.
  • Pastikan talang air dan saluran air bekerja dengan benar dan memastikan air mengalir ke luar rumah, bukan menuju. Jika air memasuki rumah dari luar, pilihan Anda berkisar dari renovasi halaman hingga penggalian dan waterproofing
  • Hindari meninggalkan pakaian basah di keranjang cucian atau pengering. Hindari meninggalkan handuk basah di lantai atau di gantungan. Cuci dan keringkan segera.

Jika rumah berjamur, penting untuk mengikis tambalan-tambalan jamur dan memperbaiki akar masalah yang menyebabkan kelembapan. Jika Anda membersihkan jamur tetapi tidak memperbaiki penyebab masalahnya, kemungkinan besar jamur akan kembali menghantui rumah Anda.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Manfaat Cordyceps Militaris, Jamur yang Berkhasiat bagi Kesehatan Terutama untuk Pernapasan

Mari mengenal jamur cordyceps yang sejak dulu digunakan sebagai pengobatan tradisional Cina dan berbagai manfaatnya bagi kesehatan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat prostat

Obat-obatan yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Prostat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 8 menit
sesak napas dispnea

Sesak Napas

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 24/07/2020 . Waktu baca 9 menit
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit