Waspada, Darah Tinggi Dapat Menyebabkan Kebutaan!

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Apakah Anda memiliki hipertensi? Hipertensi atau yang biasa disebut tekanan darah tinggi, selain berdampak pada kerusakan jantung, otak, dan ginjal, juga dapat menyebabkan gangguan penglihatan pada mata Anda. Ini dikenal dengan nama retinopati hipertensi.

Hipertensi akan merusak pembuluh darah di retina, bagian belakang pada mata yang berfungsi sebagai penangkap atau reseptor cahaya penglihatan Anda. Kerusakan mata ini dapat berlanjut menjadi kebutaan apabila hipertensi Anda tidak dikontrol.

Apa penyebab retinopati hipertensi?

Makin tinggi tekanan darah Anda dan makin lama Anda mengalami kondisi tersebut, maka lebih besar kemungkinan Anda untuk mengalami kerusakan yang berat pada mata Anda.

Ketika tekanan darah Anda tinggi, dinding pembuluh darah pada retina akan menebal, yang menyebabkan pembuluh darah menyempit dan aliran darah ke retina berkurang. Seiring berjalannya waktu, kerusakan pembuluh darah retina akibat hipertensi ini akan merusak saraf penglihatan, sehingga menimbulkan masalah penglihatan Anda, bahkan sampai menimbulkan kebutaan.

Siapa yang berisiko terkena retinopati hipertensi?

Anda akan lebih mungkin terkena retinopati hipertensi jika Anda:

  • Memiliki tekanan darah tinggi dalam jangka waktu lama
  • Memiliki penyakit jantung
  • Memiliki aterosklerosis
  • Sering makan makanan tinggi garam
  • Mengidap diabetes
  • Merokok
  • Memiliki kadar kolesterol tinggi
  • Berat badan berlebih
  • Alkohol
  • Stress
  • Riwayat keluarga

Apa saja gejala retinopati hipertensi?

Anda mungkin tidak merasakan gejala apapun sampai kondisi yang Anda alami sudah menjadi berat. Tanda dan gejala yang mungkin timbul antara lain:

  • Penurunan penglihatan secara perlahan sampai kebutaan
  • Mata bengkak
  • Pecahnya pembuluh darah
  • Penglihatan dobel disertai dengan sakit kepala

Segera ke dokter apabila tekanan darah Anda mendadak tinggi dan terjadi perubahan pada penglihatan Anda!

Bagaimana dokter bisa mendeteksi retinopati hipertensi?

Dokter mata dapat mendeteksi retinopati hipertensi dengan menggunakan oftalmoskop, sebuah alat yang memproyeksi cahaya untuk memeriksa bagian belakang bola mata And. Dokter akan mencari tanda dari retinopati, meliputi:

  • Penyempitan pembuluh darah
  • Bercak-bercak pada retina atau yang dikenal dengan “cotton wool spots”
  • Pembengkakan pada makula (bagian sentral pada retina) dan saraf optik
  • Perdarahan di bagian belakang mata

Apakah retinopati hipertensi bisa diobati?

Pengobatan yang efektif untuk menangani retinopati hipertensi adalah menurunkan tekanan darah Anda dengan perubahan gaya hidup dan konsumsi obat darah tinggi secara teratur.

Perubahan gaya hidup

Konsumsi buah dan sayur dapat membantu menurunkan tekanan darah Anda. Berolahraga secara teratur, menurunkan jumlah konsumsi garam, dan membatasi konsumsi kafein dan alkohol juga baik untuk menjaga tekanan darah Anda.

Jika Anda seorang perokok, segeralah berhenti. Jika Anda memiliki berat badan berlebih, menurunkan berat badan adalah cara efektif untuk mengontrol tekanan darah Anda.

Obat-obatan

Terdapat banyak jenis obat hipertensi. Pemilihan obat hipertensi yang akan dikonsumsi harus melalui beberapa pertimbangan, seperti tingkat tekanan darah Anda dan efek samping obat yang mungkin timbul pada Anda. Anda perlu bantuan dokter dalam menentukan obat hipertensi yang cocok untuk Anda.

Apakah retinopati hipertensi dapat dicegah?

Untuk mencegah retinopati hipertensi, Anda perlu menjaga tekanan darah dalam batasan normal, menjaga berat badan yang optimal, menjalankan gaya hidup sehat, berolahraga rutin dan teratur, dan meminum obat secara teratur sesuai yang diresepkan oleh dokter Anda.

Selain itu, kontrol rutin ke dokter juga merupakan kunci penting dalam menjaga tekanan darah Anda serta melakukan pemeriksaan mata secara berkala juga dapat mendeteksi dini retinopati hipertensi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Senam termasuk olahraga yang disarankan untuk penderita hipertensi. Yuk, ketahui apa saja manfaat dan jenis senam untuk hipertensi.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

Apa saja makanan, minuman, dan kebiasaan buruk yang harus menjadi pantangan bagi penderita darah tinggi? Simak penjelasan lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020