Buang Air Besar Jongkok atau Duduk, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Posisi buang air besar alias BAB dipengaruhi oleh jenis toilet yang digunakan. Di Indonesia, toilet yang digunakan umumnya adalah toilet jongkok dan toilet duduk. Pada awalnya, toilet yang kita gunakan ialah toilet jongkok, namun seiring masuknya pengaruh budaya Barat, toilet duduk mulai banyak digunakan, terutama di gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan. Namun, tahukah Anda bahwa toilet duduk disebut sebagai penyebab sejumlah masalah kesehatan seperti wasir, sembelit, IBD (penyakit radang usus), usus buntu, dan bahkan serangan jantung? Untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita lihat penjelasannya berikut ini.

Berbagai masalah yang bisa ditimbulkan posisi BAB duduk

Jongkok adalah posisi BAB yang dilakukan oleh nenek moyang kita hingga pertengahan abad ke-19. Toilet yang dibuat seperti kursi hanya dipakai untuk raja dan orang-orang yang memiliki disabilitas (kecacatan fisik). Namun, “kemajuan” dari bangsa Barat merupakan hal yang menjadi penyebab meningkatnya penyakit usus besar dan penyakit panggul, seperti yang dijelaskan pada laporan dalam Israel Journal of Medicine Science.

Seiring berlangsungnya globalisasi, toilet jongkok dikonversi menjadi toilet duduk. Ini adalah suatu perkembangan yang buruk bagi masyarakat. Terdapat beberapa masalah kesehatan yang berpotensi berasal dari posisi BAB duduk, seperti wasir (hemorrhoid) dan fisura anal (robekan pada anus).

Posisi BAB mempengaruhi posisi usus

Bukti menunjukkan bahwa masalah usus dan panggul berkaitan dengan posisi BAB yang tidak tepat. Posisi BAB jongkok merupakan posisi terbaik karena Anda dapat mendorong pengosongan usus seluruhnya. Seperti yang dapat Anda lihat pada gambar, posisi BAB jongkok sebenarnya dapat meluruskan dan melemaskan rektum Anda.

sitting vs squatting

Untuk keamanan, alam telah sengaja menciptakan hambatan untuk proses BAB yang hanya bisa dihilangkan dengan berjongkok. Posisi duduk dapat menyebabkan rektum tertahan oleh otot puborectalis. Hambatan ini membuat pengosongan kotoran menjadi sulit dan tidak sempurna, sama seperti mengendarai mobil tanpa melepaskan rem tangan.

Kesimpulannya, toilet duduk yang membuat individu melakukan posisi BAB duduk, telah menyebabkan sejumlah besar penderitaan yang tidak perlu. Manfaat ilmiah dari berjongkok di atas seharusnya menjadi pelajaran untuk kita kembali ke posisi BAB yang lebih alami. Namun, jika Anda telah menggunakan toilet duduk seumur hidup Anda dan belum pernah melakukan posisi jongkok sejak kecil, maka mungkin butuh waktu untuk membiasakan diri menggunakan toilet jongkok. 

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

    Jika telinga Anda gatal, jangan digaruk atau dicungkil dengan jari. Ketahui dulu, penyebab telinga gatal, baru Anda akan tahu bagaimana cara mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

    Terlepas manfaatnya bagi tubuh, romaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan. Simak efek samping aromaterapi berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    7 Komplikasi Asam Urat yang Berbahaya untuk Kesehatan dan Perlu Diwaspadai

    Asam urat Anda sering kambuh? Yuk, segera obati. Jika tidak, hal ini bisa memicu komplikasi akibat asam urat yang bahaya bagi tubuh. Apa saja itu?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Jangan Salah, Kenali Perbedaan antara Rematik dan Asam Urat

    Rematik dan asam urat adalah dua penyakit beda, yang sama-sama bikin nyeri sendi. Apa saja perbedaan asam urat dan rematik?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    alergi bawang putih

    Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    apa itu intuisi

    Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    bra kawat

    Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    eksim kering dan eksim basah

    Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit