Tahukah Anda, Polusi di Dalam Ruangan Lebih Berbahaya?Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Polusi udara Jakarta sedang jadi topik hangat beberapa waktu belakangan ini. Asap kendaraan bermotor dan pembakaran pabrik dituding jadi penyebabnya. Padahal, tahukah Anda bahwa tak hanya di luar, polusi udara di dalam ruangan juga bisa terjadi dan sama bahayanya?

Bahaya polusi di dalam ruangan

Polusi udara di dalam ruangan acap kali tidak terlihat dan tidak disadari. Tak sedikit orang mengira kalau udara di dalam ruangan, seperti rumah dan kantor lebih baik. Padahal jenis polusi yang satu ini juga dapat memengaruhi daya tahan tubuh.

Sumber polusi udara di dalam ruangan, khususnya rumah, bisa berasal dari karpet, di mana ada pelepasan kimia ketika lapisan vinyl karpet dan lem bertemu. Hal ini mengakibatkan reaksi tubuh seperti pusing, mual, atau susah bernapas bisa terjadi.

AC juga jadi salah satu penyebab udara di dalam ruangan terkontaminasi. AC diketahui dapat menyembunyikan 650.000 bakteri lebih banyak dibandingkan toilet umum.

Tak hanya itu, kegiatan membersihkan lantai dengan pembersih lantai dan disinfektan rupanya juga bisa menjadi penyebab terjadinya polusi di dalam ruangan. Ketika berinteraksi dengan udara, zat-zat pembersih ini akan membentuk VOCs atau Volatile Organic Compounds yang bisa bahaya bagi kesehatan tubuh.

Volatile organic compounds atau senyawa organik yang mudah menguap ini ditemukan 2-5 kali lipat di dalam ruangan. Tidak hanya pada zat pembersih, VOCs juga ditemukan saat Anda tengah mengecat rumah. Pertemuan reaksi cat dengan udara menghasilkan VOCs, yang membuat kita terpapar 1.000 kali lipat dibandingkan saat berada di luar ruangan.

Bahkan, di kabin pesawat juga ada polusi

Tidak hanya di dalam ruangan atau rumah, bahkan di kabin pesawat pun ditemukan zat yang membentuk polusi dalam ruangan. Hal ini disebabkan, masing-masing penumpang terpapar polusi yang berbeda.

Polusi udara dalam kabin pesawat terbentuk karena campuran polusi udara di luar dan perputaran udara di dalam kabin. Faktor kombinasi ini berpengaruh pada kontaminasi udara dalam kabin, seperti VOCs, ozon, karbon monoksida, karbon dioksida, maupun senyawa kimia organik lainnya.

Salah satu dampak buruk berbahaya dari polusi udara di dalam ruangan, termasuk kabin pesawat, adalah adanya stres oksidatif. Stres oksidatif terjadi ketika ada ketidakkeseimbangan radikal bebas dan antioksidan di dalam tubuh. Antioksidan yang terganggu ini bisa menyebabkan kerusakan jaringan tubuh.

Tingkatkan daya tahan untuk menangkal polusi dalam ruang

Setiap waktu dalam hidup kita, sistem imun tubuh melawan segala macam bakteri dan melindungi kita dari ancaman bakteri, virus, dan agen-agen polutan berbahaya. Termasuk melawan polusi udara di dalam ruangan.

Meskipun asupan bernutrisi, seperti buah dan sayur dapat membantu, Anda mungkin tetap membutuhkan suplemen untuk memperkuat daya tahan tubuh untuk melawan polusi di dalam ruangan.

Anda dapat memilih suplemen dengan kandungan 100 mg vitamin C, D, dan zink. Ketiganya bekerja sama secara aktif untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

1. Vitamin C

Vitamin ini sebenarnya bisa mudah ditemukan di dalam buah. Meski begitu, vitamin C dengan dosis lebih kuat dalam suplemen dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh untuk melawan segala jenis penyakit yang berdampak pada infeksi, terutama akibat polusi di dalam ruangan.

Vitamin C mendukung pertahanan fisik tubuh terhadap pertahanan kulit (physical barriers). Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui dosis tepat yang dibutuhkan tubuh Anda.

2. Zink

Zink bersama dengan vitamin C bekerja sama mendukung kerja antioksidan dalam melakukan sistem pertahanan tubuh. Keduanya membantu melindungi sistem imunitas dan melawan infeksi paru-paru akibat polusi di dalam ruangan.

3. Vitamin D

Di samping menjaga kesehatan tulang dan gigi, vitamin D dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh, salah satunya yang terkait dengan sistem pernapasan. Vitamin D juga bekerja aktif dalam melawan bakteri penyebab penyakit terutama di saluran penapasan.

Dalam sebuah penelitian, vitamin D berhubungan erat dengan peningkatan risiko infeksi saluran napas akut. Untuk itu, mengonsumsi vitamin D bersama dengan vitamin C dan zink dapat menunjang proteksi dalam melawan polutan yang bisa menyebabkan gangguan saluran napas.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 26, 2019 | Terakhir Diedit: November 29, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca