Pusing merupakan keluhan yang umum dialami orang dewasa. Kondisi ini sering kali disalahartikan sebagai sakit kepala. Padahal, antara sakit kepala dengan kepala kliyengan adalah kondisi yang berbeda. Sebenarnya, apa yang menjadi penyebab pusing? Haruskah periksa ke dokter jika kondisi ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya berikut ini.

Membedakan sakit kepala dengan pusing

hipoglikemia adalah kadar gula darah rendah

Meski sama-sama terjadi di area kepala, sakit kepala dengan kepala kliyengan adalah hal yang berbeda. Sakit kepala lebih mengacu pada munculnya sensasi kepala berdenyut-denyut tak karuan, baik itu sebagian (bagian samping kanan atau kiri) atau lokasi kepala lainnya. Sensasi nyerinya meliputi perasaan seperti kepala dipukul-pukul atau diikat dengan sangat kencang.

Sementara pusing atau dikenal juga dengan kepala kliyengan, menimbulkan sensasi yang berbeda. Kondisi ini menggambarkan sepaket variasi gejala yang mencakup sensasi berkunang-kunang, tubuh terasa ringan dan goyah hingga perasaan ingin pingsan. Bahkan, bisa menyebabkan seseorang merasa penglihatannya kabur, menjadi sangat terang atau terlihat lebih gelap dan lingkungan di sekitarnya bergerak.

Berbagai penyebab kepala pusing

penyakit graves adalah sakit kepala pusing tidur insomnia

Meski sangat umum terjadi dan biasanya akan membaik dengan sendirinya, jangan menyepelekan sensasi kepala berputar-putar ini.

“Jangan mengabaikannya. Karena bahkan jika kepala kliyengan yang Anda alami ternyata tidak disebabkan oleh sesuatu yang serius, ini bisa mengakibatkan cedera serius ketika Anda oleng terjatuh. Dalam skenario terburuk, penyebabnya mungkin mengancam nyawa,” kata Dr. Shamai Grossman, seorang Profesor kedokteran darurat di Harvard Medical School, dikutip langsung dari laman Harvard Medical School.

Nah, apa saja penyebab kepala kliyengan yang perlu Anda ketahui? Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya.

1. Berdiri terlalu cepat

Dalam dunia medis, kepala kliyengan akibat berdiri terlalu cepat disebut hipotensi ortostatik. Ini disebabkan oleh tekanan darah yang merosot tajam dalam waktu sepersekian detik. Ketika Anda berdiri terlalu cepat, gaya gravitasi bumi juga menarik paksa aliran darah dalam jumlah besar langsung menuju kaki. Penggenangan darah yang tiba-tiba, menurunkan tekanan darah dan jumlah darah yang dipompa ke otak.

Pasokan darah ke otak yang minim kemudian memicu timbulnya rombongan gejala — kepala berkunang, kebingungan, mual, penglihatan kabur dan menggelap, hingga rasa ingin pingsan.

Kepala berkunang setelah berdiri mendadak biasanya tidak perlu terlalu dikhawatirkan, tapi jika ini sering terjadi atau malah bertambah parah dan bukannya membaik setelah beberapa menit berlalu, ada baiknya Anda pergi ke dokter.

2. Syok karena kaget

Reaksi serupa juga bisa dipicu saat Anda dikagetkan oleh teman yang melompat dari balik pintu. Ini disebabkan oleh sistem saraf yang bekerja terlalu aktif. Sistem saraf otonom membantu tubuh mengatur pergeseran tekanan darah saat kita berdiri.

Namun, seiring bertambahnya usia, sistem ini dapat memburuk, menyebabkan penurunan tekanan darah sementara. Akibatnya, Anda merasa pucat dan pusing berputar.

3. Melewatkan jam makan

Pekerjaan menumpuk dan kepalang tanggung untuk ditinggalkan sering kali menjadi alasan Anda menunda jam makan. Apalagi jika Anda sering dikejar-kejar deadline. Alasan untuk melewatkan jam makan menjadi lebih besar.

Meski pekerjaan selesai lebih cepat dan membuat Anda lebih lega, melewatkan jam makan bisa membuat lambung Anda berulah. Anda jadi kelaparan dan makanan lebih dari porsi biasanya. Selain itu, suasana hati Anda jadi merosot, membuat Anda mudah marah dan stres.

Bukan hanya itu, dampak negatif lainnya yang mungkin Anda rasakan adalah kepala pusing. Kok bisa? Saat Anda melewatkan waktu makan, kadar gula darah menurun drastis sehingga tubuh mengaktifkan sinyal stres dan kelaparan.

Ini menyebabkan metabolisme tubuh Anda melambat untuk menghemat energi, termasuk kerja otak. Akibatnya, gula darah rendah dapat menyebabkan tubuh menimbulkan beragam gejala buruk, yang mencakup kepala kliyengan, tubuh terasa goyah, hingga rasa ingin pingsan.

4. Dehidrasi

Beberapa orang bisa merasa pusing berputar atau bahkan pingsan karena kehilangan banyak cairan tubuh saat kepanasan dan berkeringat deras. Suhu panas ekstrim memicu aktifnya sebuah jalur di sistem saraf otak yang menyebabkan penurunan tekanan darah.

Tanpa dibantu dengan asupan cairan yang cukup, volume darah Anda akan terus turun sehingga tekanan darah ikut menurun secara drastis. Akibatnya, tidak ada cukup pasokan darah segar yang menuju otak. Hal ini kemudian memicu timbulnya variasi gejala darah rendah, mulai dari kepala berkunang, kebingungan, mual, penglihatan kabur dan menggelap, hingga rasa ingin pingsan.

5. Sedang flu

Kepala kliyengan bukan lagi gejala baru bagi beberapa orang yang langganan sakit flu. Saat sedang flu, Anda mungkin merasa enggan untuk makan dan minum. Apalagi Anda mengalami demam yang membuat tubuh mengeluarkan banyak keringat sehingga kadar cairan tubuh sangat rendah.

Kombinasi dari demam, dehidrasi, dan gula darah rendah inilah yang menjadi penyebab di balik keluhan kepala pusing berputar yang Anda alami. Segelas air mungkin cukup untuk membuat Anda merasa lebih baik, tapi jika flu membuat anda melewatkan makan atau minum hingga berhari-hari, air tidak akan cukup untuk menstabilkan kondisi Anda.

Anda mungkin memerlukan asupan cairan lewat infus. Dokter juga dapat menentukan apakah Anda memerlukan cairan elektrolit seperti kalium atau garam.

6. Mabuk perjalanan

Tidak semua orang merasakan perjalanan yang nyaman. Entah badan pegal-pegal atau mengalami mabuk perjalanan. Ya, orang yang rentan mengalami motion sickness ini, biasanya akan merasa pusing, mual dan muntah, dan kelelahan.

Penyebabnya adalah ketidakseragaman antara mata, tubuh, dan telinga ketika mengirimkan sinyal pada otak selama di perjalanan.

7. Efek samping obat

Obat-obatan tertentu, seperti obat penghilang rasa sakit, diuretik, dan beberapa pil antikecemasan, bisa menyebabkan pusing atau sakit kepala ringan. Entah karena obat itu memengaruhi otak Anda secara langsung, memperlambat denyut jantung Anda, atau menurunkan tekanan darah Anda dengan cara-cara yang dapat memicu gejala tersebut.

Bukan hanya efek samping penggunaan obat, kepala kliyengan yang Anda alami mungkin juga menandakan adanya reaksi alergi terhadap obat yang Anda pakai.

Meski kecil kemungkinannya, ada beberapa orang yang mengalami reaksi anafilaksis terhadap obat-obatan sehingga mereka mungkin akan merasa mudah pusing atau bahkan pingsan setelah minum obat tersebut. Ini adalah reaksi sistem kekebalan tubuh yang sangat dramatis, yang mengakibatkan pelebaran pembuluh darah sehingga tekanan darah menurun.

8. Detak jantung tidak normal

Detak jantung yang tidak normal dapat menyebabkan Anda pingsan dengan cepat, sehingga Anda mungkin tidak menyadari gejala pusing dan kliyengan yang mendahuluinya. Detak jantung yang tidak teratur (entah terlalu lambat atau terlalu cepat) disebut aritmia. Akibatnya, kondisi ini dapat memengaruhi suplai darah yang menuju otak.

Pingsan tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala harus Anda waspadai, tandas Melissa S. Burroughs Peña, M.D., asisten profesor kedokteran klinis di divisi kardiologi di University of California, dilansir dari Prevention.

Anda mungkin sedang ngobrol dengan teman sebelah dan bisa tiba-tiba pingsan dan terbangun tanpa mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Ini adalah tanda-tanda detak jantung yang tidak normal. Pada banyak kasus, detak jantung tidak normal merupakan penyebab kematian mendadak yang paling umum.

9. Serangan jantung atau stroke

Pada kasus yang paling serius, kepala kliyengan bisa menjadi tanda serangan jantung atau stroke. Terutama jika keluhan kepala pusing berputar dibarengi dengan nyeri dada, sesak napas, mual, nyeri rahang, kelemahan otot, sulit bicara atau berjalan, atau sensasi kebas maupun kesemutan.

Penurunan aliran darah ke otak yang menyebabkan merasa pusing bisa disebabkan oleh pembekuan darah di otak. Kondisi ini bisa menyebabkan stroke iskemik.

Yang harus dipahami, kepala kliyengan bisa menjadi satu-satunya tanda serangan jantung atau stroke pada golongan lansia, terutama jika keluhan tidak kunjung membaik. Berapapun usia Anda, jika Anda mengalami gejala serangan jantung atau stroke, sangat penting untuk segera mendapatkan bantuan medis darurat.

10. Hipoglikemia

Kadar gula darah yang rendah dikenal dengan istilah medis dengan hipoglikemia. Nah, orang dengan gangguan insulin, seperti diabetes harus rajin memeriksa kadar gula darah mereka setiap waktu. Pasalnya, kondisi umum  terjadi akibat efek samping obat diabetes.

Saat hipoglikemia terjadi, kepala pusing menjadi salah satu tandanya. Selain itu, diabetesi juga akan merasakan gejala lainnya, seperti tubuh gemetar, berkeringat, penglihatan kabur, dan kebingungan.

11. Penyakit vertigo

Sensasi berkunang-kunang dan merasa lingkungan di sekitar Anda bergerak atau berputar? Ini adalah gejala khas dari vertigo. Penyebabnya adalah masalah pada telinga bagian dalam yang menjaga kesimbangan tubuh.

Telinga bagian dalam Anda memiliki saluran yang terisi oleh cairan. Nah, adanya masalah, kerusakan, atau trauma pada bagian ini bisa menyebabkan kesalahan pengiriman sinyal pada batang otak. Akibatnya, otak akan menerjemahkan sinyal tersebut menjadi sebuah gangguan sehingga membuat Anda merasa kepala berputar dan perasaan ingin pingsan.

12. Penyakit Meniere

Penyakit Meniere ditandai dengan periode vertigo yang intens; dapat berlangsung hingga berjam-jam. Anda mungkin akan merasakan tekanan yang besar pada satu telinga sehingga telinga terasa penuh. Orang dengan penyakit ini diketahui memiliki ekstra cairan di bagian telinga dalam sehingga fungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh jadi terganggu.

Selain vertigo, penyakit ini juga menimbulkan gejala lainnya seperti telinga berdering, pendengaran terganggu, mual, cemas, dan kelelahan setelah serangan terjadi.

Tips untuk mengatasi kepala pusing di rumah

minum air putih menghilangkan batu ginjal

Kepala pusing pasti membuat Anda tidak nyaman. Baik untuk mengerjakan pekerjaan, maupun hanya duduk beristirahat di rumah. Untuk meringankan kepala kliyengan, Anda bisa mencoba beberapa cara berikut ini.

1. Minum obat

Sensasi berkunang-kunang yang disebabkan oleh penyakit, memang harus ditangani dengan obat. Untuk itu, jangan lupa minum obat yang telah diresepkan dokter. Selain meredakan pusing, obat tersebut juga bisa menghilangkan gejala lainnya yang cukup mengganggu.

2. Rutin cek gula darah dan makan tepat waktu

Bagi para diabetesi, kemampuan tubuh untuk mengatur kadar gula darah tidak lagi normal. Untuk mencegah hipoglikemia, sebaiknya rutin cek gula darah. Ikuti aturan makan dan jam makan yang sudah disarankan dokter supaya gejala diabetes tidak kambuh.

Sementara, bagi Anda yang sering menunda atau melewatkan jam makan, lagi-lagi harus diingatkan kembali untuk tidak melakukan kebiasaan buruk ini. Pasang alarm waktu makan pada ponsel Anda sebagai pengingat. Jika tidak sempat, siapkan camilan darurat, seperti biskuit, pisang, atau snack untuk mencegah Anda dari kelaparan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

3. Penuhi asupan cairan tubuh

Saat Anda berolahraga, beraktivitas di bawah sinar matahari, atau saat sedang demam, jangan lupa untuk menjaga asupan cairan tubuh. Caranya dengan minum air putih atau makan sayur dan buah yang mengandung banyak air.

Minum air putih memang terasa hambar. Apalagi saat sedang sakit, Anda tentu jadi tidak nafsu untuk minum banyak air. Jangan khawatir, coba akali dengan membuat infused water, teh madu dengan perasan lemon, smoothies, atau sup.

4. Istirahat

Saat tubuh bermasalah, seperti pusing dan gejala penyakit mulai kambuh, cara terbaik untuk meringankannya adalah beristirahat. Perasaan ingin pingsan yang ditimbulkan oleh kepala pusing, tentu akan lebih aman bagi Anda untuk berbaring. Ini juga menghindari Anda terjatuh ke tempat yang berisiko karena kehilangan keseimbangan ketika berdiri.

Carilah tempat yang sunyi dengan pencahayaan yang redup atau cenderung gelap. Kepala kliyengan bisa menyebabkan mata Anda jadi sensitif dengan cahaya dan suara tertentu. Kemudian, tutup mata Anda dan ambil napas perlahan untuk menormalkan sirkulasi oksigen yang terganggu. Dengan begitu, rasa pusing yang Anda hadapi akan sedikit membaik.

Selama masa pemulihan tubuh dari kondisi medis yang menyebabkan kepala pusing, pastikan juga Anda beristirahat dengan cukup. Cobalah untuk tidur lebih cepat dan menghindari berbagai hal yang mengganggu Anda untuk tidur, seperti bermain ponsel atau membaca buku.

Kepala terasa pusing, kapan harus ke dokter?

penyebab sirosis hati

Saat tubuh mengalami gangguan, seperti kepala pusing, Anda tidak boleh bersikap masa bodoh. Pasalnya, bisa jadi kepala kliyengan tersebut merupakan tanda dari kondisi yang serius dan berbahaya bagi kesehatan Anda.

Ada beberapa peringatan mengenai kepala pusing yang perlu perawatan langsung tim medis atau dokter, antara lain:

  • Mengalami demam tinggi
  • Pernah mengalami cedera di kepala
  • Kepala pusing tidak juga hilang dan bertambah buruk padahal sudah minum ibat
  • Merasakan nyeri pada dada
  • Detak jantung terasa tidak teratur dan leher terasa kaku
  • Kelelmahan atau mati rasa pada wajah, tangan, dan kaki
  • Muntah-muntah
  • Sesak napas dan kejang
  • Pendengaran, penglihatan, dan kemampuan untuk berbicara berubah

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca