3 Penyebab Darah Manis Alias Prurigo, Saat Bekas Luka Susah Hilang

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Anda mungkin sudah sering mendengar istilah darah manis. Julukan ini sering kali diberikan pada orang yang kulitnya rentan gatal-gatal sampai memiliki bekas luka yang susah hilang. Dalam dunia medis, “darah manis” disebut dengan prurigo.

Apa itu prurigo?

Prurigo adalah benjolan atau bintil-bintil yang biasanya muncul pada kulit lengan bawah, dahi, pipi, perut, dan bokong. Benjolan ini dapat membuat kulit terasa sangat gatal, terutama di malam hari atau saat Anda menggunakan pakaian yang bahannya dapat memicu gatal.

Memang, sulit rasanya menahan keinginan untuk tidak menggaruk kulit yang gatal. Akan tetapi menggaruk malah akan mengakibatkan luka lecet. Lama kelamaan, hal ini dapat membuat warna kulit jadi tampak lebih gelap dibandingkan kulit di sekitarnya. Timbullah bekas luka yang hitam dan susah hilang, atau yang biasa dikenal dengan istilah darah manis.

Apa saja penyebab prurigo?

kulit gatal dan berair

Penyebab prurigo belum diketahui secara pasti. Pasalnya, kondisi ini baru akan muncul setelah Anda terus-terusan menggaruk area kulit yang gatal sampai menimbulkan luka lecet.

Para ahli menduga hal ini disebabkan karena penebalan ujung saraf kulit. Saat Anda menggaruknya, saraf-saraf kulit malah jadi semakin sensitif dan memicu gatal yang berkepanjangan. Infeksi luka jadi makin parah dan meninggalkan bekas luka yang susah hilang.

Meski begitu, penyebab prurigo dapat diawali dengan:

1. Gigitan serangga

Meskipun ini tidak terjadi secara langsung, rasa gatal akibat gigitan nyamuk atau serangga lainnya dapat memicu sensasi ingin menggaruk sampai gatalnya hilang. Alih-alih meredakan gatal, hal ini justru dapat menyebabkan infeksi yang lebih parah sampai meninggalkan bekas luka pada kulit.

2. Stres

Orang yang sedang stres cenderung tidak dapat mengendalikan diri, salah satunya saat muncul keinginan untuk menggaruk kulit yang gatal. Ia tidak sadar saat menggaruk kulitnya terus-terusan hingga menimbulkan infeksi yang parah.

3. Gangguan kesehatan tertentu

Menurut British Association of Dermatology, sekitar 80 persen orang yang terkena prurigo ternyata juga menderita asma, demam, eksim, dermatitis herpetiformis, atau gangguan kesehatan lainnya. Sayangnya, hal ini masih bersifat atopik alias tidak diketahui jelas penyebabnya.

Baca Juga:

Sumber