Fenomena Hujan Asam: Penyebab Serta Efeknya Bagi Lingkungan dan Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15/02/2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Hujan asam adalah fenomena alam yang tak hanya memengaruhi lingkungan hidup saja, tapi juga kesehatan Anda secara menyeluruh. Lantas, kenapa fenomena alam ini bisa terjadi? Yuk, cari tahu informasi lengkap berikut ini.

Apa itu hujan asam?

Hujan asam adalah sebuah fenomena alam akibat dari pencemaran udara yang sudah kelewat buruk. Fenomena ini menyebabkan turunnya asam dari atmosfer ke bumi.

Penting untuk diketahui bahwa hujan asam tidak selalu hujan yang turun dalam bentuk butiran air saja. Fenomena alam ini juga bisa terjadi dalam bentuk kabut, hujan es, salju, bahkan gas dan debu yang mengandung asam.

Hujan asam, yang turun dalam bentuk kabut, hujan es, atau salju disebut dengan deposisi basah. Sementara hujan asam dalam bentuk debu, gas, dan partikel padat lainnya disebut deposisi kering.

Secara umum, hujan asam digunakan untuk menggambarkan semua material asam yang turun ke bumi, entah itu yang bersifat basah atau kering.

Seberapa asam hujan asam?

Tingkat keasaman suatu zat dapat diukur menggunakan skala yang disebut skala pH. Skala pH memiliki tingkatan dari 0 sampai 14. Skala paling asam ada di angka 0 sementara skala paling basa di angka 14. Sesuatu dengan nilai pH 7 disebut netral, yang berarti tidak asam atau basa.

Hujan asam memiliki nilai pH di bawah angka 5. Padahal, idealnya pH air hujan yang normal berkisar dari 5-6. Semakin asam sifat suatu zat, maka dampaknya akan semakin merusak.

Meski air hujan normal relatif sedikit asam, namun kondisi ini tidak seberbahaya hujan asam. Air hujan yang normal memiliki sifat asam karena adanya kandungan karbon dioksida (CO2) di udara. Karbon dioksida ini bereaksi dengan air sehingga membentuk asam karbonat lemah.

Kandungan asam karbonat lemah dalam air hujan masih dianggap normal karena jenis asam ini dapat membantu melarutkan mineral tanah yang dibutuhkan oleh makhluk hidup.

Apa penyebab hujan asam?

Fenomena alam ini disebabkan oleh pencemaran udara yang bisa dipicu oleh aktivitas manusia maupun alam. Sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NOx) merupakan senyawa kimia utama yang menyebabkan terbentuknya hujan asam.

Kedua senyawa tersebut kemudian bereaksi dengan air, oksigen, dan bahan kimia lainnya lain untuk membentuk larutan sulfurik dan asam nitrat, yaitu polutan yang memiliki sifat asam tinggi. Nah, polutan ini lah yang dikenal sebagai hujan asam.

Aktivitas vulkanik dari gunung berapi, asap pabrik dan kendaraan bermotor, pembangkit listrik tenaga batu bara, peleburan logam, pembakaran minyak bumi, semua hal tersebut melepaskan SO2 dan NO2 ke udara, yang pada akhirnya memicu terjadinya fenomena alam ini.

Kabar buruknya, kebanyakan pemicu hujan asam disebabkan oleh berbagai aktivitas yang dilakukan manusia. Selama beberapa dekade terakhir, manusia telah menghasilkan begitu banyak limbah bahan kimia ke udara. Tanpa disadari, bahan kimia yang dihasilkan ini telah mengubah campuran gas di atmosfer dan memicu terjadinya hujan asam.

Apa saja efek yang ditimbulkan dari hujan asam?

Hujan asam dapat menyebabkan berbagai masalah. Tak hanya pada kesehatan saja, fenomena alam ini juga memengaruhi lingkungan. Ya, senyawa kimia yang berbahaya dapat terbawa angin dan berpindah dari satu negara ke negera lainnya, bahkan dari satu benua ke benua lain.

Dampak terhadap kesehatan

Partikel-partikel kecil yang dihasilkan hujan asam, seperti sulfur dioksida dan nitrogen dioksida, jika terhirup dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti asma atau bronkitis. Pada orang yang sebelumnya sudah memiliki riwayat penyakit tersebut, fenomena alam ini dapat memicu kekambuhan atau bahkan memperburuk gejala yang ada.

Lebih jauh, fenomena alam ini juga bisa menyebabkan kerusakan paru-paru permanen apabila Anda terpapar partikel asam dalam jumlah yang berlebihan dan dalam jangka waktu panjang.

Dampak terhadap lingkungan

1. Hutan

Air hujan yang merembes ke tanah dapat melarutkan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan pohon. Fenomena ini juga menyebabkan pelepasan zat berbahaya seperti alumunium ke tanah, serta menghilangkan lapisan pelindung lilin dari daun.

Alhasil, daun tidak dapat berfotosintesis dengan benar. Berbagai hal tersebut tak hanya menyebabkan kerusakan pohon, tapi juga sekaligus mematikan ekosistem yang ada di dalam hutan tersebut.

2. Perairan

Fenomena ini juga dapat memengaruhi habitat perairan. Di habitat perairan inilah efek hujan asam paling jelas terasa.

Danau dan sungai yang terkontaminasi dengan dengan hujan asam dapat menyebabkan berbagai spesies biota air mati karena tidak mampu bertahan di lingkungan yang asam.

Jika spesies dalam air mati, maka hal ini tentu akan berpengaruh terhadap rantai makanan makhluk hidup lainnya, termasuk spesies non-perairan seperti burung.

3. Kerusakan bangunan

Hujan asam juga dapat menyebabkan kerusakan pada banyak objek, termasuk bangunan, patung, monumen, dan kendaraan. Bahan kimia yang dihasilkan dari fenomena ini dapat menyebabkan korosi, alias perkaratan pada benda-benda logam. Logam yang mengalami korosi akan menjadi lebih rapuh dan keropos.

Jika yang mengalami korosi adalah fasilitas umum seperti jembatan dari besi, maka hal tersebut tentu akan berbahaya. Sementara pada bangunan yang terbuat dari batu, korosi dapat membuat batuan menjadi tampak usang dan lapuk.

Bisakah hujan asam dicegah?

Kabar baiknya, fenomena alam ini bisa dicegah dengan bijak dalam menggunakan energi listrik. Pilihlah peralatan rumah tangga yang hemat energi. Selain itu, matikan perlatan rumah tangga yang menggunakan listrik jika tidak dipakai. Semakin sedikit listrik yang Anda gunakan di rumah, maka semakin sedikit pembangkit listrik akan dipancarkan.

Mulai sekarang cobalah untuk beralih ke moda transportasi umum jika ingin berpergian. Anda bisa menggunakan angkot, bus, KRL, atau ojek online. Ketimbang harus mengeluarkan uang bensin dan tenaga untuk nyetir kendaraan sendiri, ada baiknya mengambil langkah bijak yang tidak hanya bermanfaat untuk diri Anda sendiri tapi juga orang banyak.

Lebih baik lagi jika Anda memilih untuk bersepeda atau berjalan kaki jika jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Masalah Kesehatan yang Rentan Muncul Saat Menggunakan Toilet Kotor

Bukan hanya bau, toilet yang kotor faktanya bisa menyebabkan berbagai penyakit. Berikut kondisi toilet di Indonesia dan dampak toilet kotor untuk kesehatan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 19/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Kehujanan Bisa Bikin Sakit, Ini 4 Kiat Ampuh Mencegahnya

Setelah kehujanan Anda sering kali sakit. Untungnya sakit setelah kehujanan dapat dicegah. Bagaimana caranya? Yuk, intip di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 01/04/2019 . Waktu baca 3 menit

Asam Asetat

Cari tahu informasi tentang asam asetat di Hello Sehat, termasuk fungsi, efek samping, keamanan, interaksi, peringatan, foto, dan ulasan dari pengguna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 11/03/2019 . Waktu baca 7 menit

5 Cara Membersihkan Rumah yang Malah Bikin Rumah Tambah Berantakan

Psstt.. Beberapa kebiasaan sepele yang mungkin sering Anda lakukan justru bikin rumah malah tambah kotor! Bagaimana cara membersihkan rumah yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 17/08/2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . Waktu baca 5 menit
pelonggaran psbb dki efek covid-19 kondisi lingkungan

Begini Efek Pandemi COVID-19 Terhadap Lingkungan Sekitar

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . Waktu baca 5 menit
anak menjaga kebersihan lingkungan

4 Cara Mengajarkan Anak Menjaga Kebersihan Lingkungan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 11/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Kurangi Sampah Sisa Makanan untuk Lingkungan yang Lebih Baik dengan 4 Cara Ini

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18/12/2019 . Waktu baca 5 menit