Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12/10/2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sebagian orang atau mungkin juga Anda cenderung memiliki indera penciuman yang lebih tajam, sehingga lebih sensitif terhadap bau. Namun, ada beberapa orang lainnya yang justru mengalami hal sebaliknya, yaitu susah mencium bau apa pun yang ada di sekitarnya. Dalam istilah medis, hal ini disebut dengan hiposmia. Lantas, apa penyebab hiposmia? Simak informasinya berikut ini, ya.

Mengenal hiposmia, ketika hidung susah mencium bau apa pun

Benda-benda yang ada di sekitar Anda akan melepaskan molekul-molekul bau tertentu yang kemudian ditangkap oleh sel-sel saraf dalam hidung. Sel saraf tersebut kemudian mengirimkan sinyal khusus ke otak. Otaklah yang akan mengenali bau-bauan yang Anda cium.

Itu kenapa orang yang indera penciumannya normal semestinya dapat menghirup berbagai aroma yang ada di sekitarnya. Entah itu aroma makanan, bau busuk dari sampah, bau menyengat dari bahan-bahan kimia, dan jenis bau lainnya.

Hiposmia adalah hilangnya sebagian kemampuan pada indera penciuman untuk merasakan bau. Turunnya kemampuan untuk mencium bau bukan berarti berarti Anda mengalami masalah pada hidung saja, lho. Akan tetapi, ini juga bisa menjadi dampak dari gangguan otak dan sistem saraf tubuh, terutama saraf penciuman. Akibatnya, indera penciuman Anda jadi kurang sensitif dengan bau yang ada.

Penyebab beberapa orang mengalami kesulitan mencium bau

tidak bisa mencium bau

Jika sebelumnya Anda dapat mencium aroma wangi atau bau busuk dengan mudah, perubahan ini tentu membuat Anda jadi tak nyaman. Anda jadi kesulitan untuk mencium bau makanan yang menggugah selera, sehingga nafsu makan pun jadi ikut menurun.

Hiposmia umumnya disebabkan karena penurunan fungsi saraf pada hidung, tapi ini juga bisa karena masalah medis lainnya yang perlu diwaspadai. Berbagai penyebab seseorang susah mencium bau adalah:

1. Usia

Usia adalah penyebab hiposmia yang paling umum. Menurut American Academy of Otolaryngology – Head and Neck Surgery, kemampuan indera penciuman jadi sangat sensitif saat Anda berusia 30 dan 60 tahun, seperti dilansir dari Medical News Today.

Lebih dari usia tersebut, kemampuan indera penciuman akan berangsur-angsur menurun dan membuat Anda sulit mencium berbagai bau yang ada. Bahkan, sekitar 39 persen orang yang berusia 80 tahun ke atas cenderung mengalami hiposmia.

2. Alergi dan infeksi

Orang yang mengalami alergi atau penyakit infeksi seperti flu dan pilek cenderung kurang sensitif dengan bau. Namun tenang dulu, ini biasanya akan segera kembali normal setelah Anda minum obat flu dan sembuh.

Sinus kronis juga dapat memberikan efek yang sama. Pasalnya, saat rongga di sekitar saluran hidung (sinus) meradang dan membengkak selama lebih dari 12 minggu, peradangan yang terjadi dapat merusak sel-sel tertentu yang memungkinkan seseorang untuk mencium bau. Itulah mengapa orang dengan sinus kronis cenderung sulit mencium aroma tertentu.

3. Polip hidung

Daging yang tumbuh dalam hidung alias polip hidung bisa jadi penyebab hiposmia yang Anda alami. Sebagian besar orang yang memilikinya tidak merasakan gejala dan tanda apa pun. Namun, salah satunya bisa Anda deteksi dengan turunnya kemampuan untuk mencium bau di sekitar.

4. Konsumsi obat-obatan tertentu

Jika Anda merasa tak lagi sensitif untuk mencium bau, coba perhatikan jenis obat yang sedang Anda minum. Ya, beberapa jenis obat tertentu dapat membuat indera penciuman Anda jadi kurang sensitif. Contohnya:

5. Cedera kepala

Cedera kepala tak hanya memberikan efek samping pusing dan sakit kepala saja, tapi juga bisa membuat Anda mengalami hiposmia. Hal ini dapat memengaruhi sistem saraf hidung dan mengganggu indera penciuman, meskipun cenderung tidak permanen maupun berbahaya.

6. Penyakit tertentu

Kondisi saraf yang bermasalah dapat menyebabkan hidung kehilangan kemampuan untuk mencium aroma. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa penyakit yang meliputi:

Penyakit multiple sclerosis, misalnya, sering kali dikaitkan dengan hiposmia. Sebuah penelitian menemukan bahwa terdapat 40 persen penderita multiple sclerosis mengalami hilangnya sebagian indera penciuman mereka. Semakin besar tingkat kecacatan akibat multiple sclerosis, maka semakin sulit pula seseorang untuk mencium aroma di sekitarnya.

Sedangkan pada penderita diabetes, beberapa penelitian menemukan bahwa orang dengan diabetes tipe 1 cenderung kesulitan untuk membedakan aroma yang terhirup. Hal ini disebabkan oleh kerusakan saraf neuropati perifer, sehingga indera penciumannya jadi bermasalah.

Bagaimana cara mengatasi hiposmia?

Penanganan hiposmia berbeda-beda, tergantung dari penyebabnya itu sendiri. Jika hiposmia disebabkan oleh reaksi alergi atau flu, maka sebetulnya Anda tidak membutuhkan perawatan khusus karena akan kembali normal dengan minum obat flu atau antihistamin lainnya.

Namun, bila hiposmia disebabkan oleh beberapa penyakit kronis yang telah disebutkan, maka penanganannya disesuaikan lagi dengan jenis penyakitnya. Indera penciuman Anda biasanya akan kembali membaik setelah dimulainya pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Keluar Rumah di Masa New Normal

Ada beragam persiapan yang perlu dibawa saat beraktivitas di luar ruangan pada masa New Normal. Cari tahu daftar perlengkapan yang perlu disediakan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
persiapan saat new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 6 menit

9 Cara Lindungi Diri Jalankan Hobi di Luar Ruang saat Adaptasi Kebiasaan Baru

PSBB memang mulai longgar, tetapi tetap ikuti tips lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru agar terhindar dari COVID-19, Sobat Sehat!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Sering disebut "obat dewa" karena bisa menyembuhan alergi, gatal-gatal, hingga flu, obat kortikosteroid juga bisa berbahaya jika dipakai berlebihan.

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hidup Sehat, Tips Sehat 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

Minum obat terus minum madu? Boleh atau tidak? Baiknya Anda simak penjelasan di sini mengenai bahaya dan anjuran saat minum madu.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat, Fakta Unik 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi rambut kering

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
nutrisi untuk mencegah covid

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit
Konten Bersponsor

8 Tips Lari di Luar Ruangan saat Masa New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit