Apa yang Terjadi Pada Tubuh Manusia Setelah Meninggal?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Membicarakan kematian memang tak mudah. Pasalnya, kehilangan seseorang karena kematian merupakan pengalaman yang getir. Belum lagi keresahan dalam diri setiap orang akan datangnya kematian. Padahal tak seperti bayangan banyak orang, kematian merupakan sebuah proses alami yang menakjubkan. Setelah meninggal, tubuh Anda yang perlahan-lahan terurai masih dipenuhi dengan kehidupan. Tak percaya? Ini dia buktinya!  

Yang terjadi pada tubuh beberapa menit setelah meninggal

Pada detik-detik pertama seseorang meninggal dunia, aktivitas otak, aliran darah, serta pernapasan pun berhenti. Darah yang tadinya mengalir ke seluruh organ tubuh hanya akan tergenang dan menggumpal di bagian tubuh tertentu. Maka, organ-organ tubuh lain seperti jantung, ginjal, dan hati pun akan berhenti berfungsi.

Namun, dalam waktu beberapa menit sel-sel dalam tubuh Anda tak akan langsung mati. Seorang pakar patologi forensik dr. Judy Melinek menjelaskan bahwa karena sel-sel masih hidup dalam beberapa menit setelah kematian, masih ada peluang untuk melakukan donor organ, tergantung pada kondisi fisiknya sebelum meninggal.   

Yang terjadi pada tubuh beberapa jam setelah meninggal

Sel-sel tubuh akhirnya akan mati karena tak ada asupan oksigen lagi dalam tubuh. Kemudian kalsium pun akan menumpuk dalam otot di sekujur tubuh. Inilah yang menyebabkan badan orang yang sudah meninggal beberapa jam lamanya jadi sangat kaku.

Namun, kira-kira 36 jam atau dua hari sesudahnya, otot-otot yang kaku pun akan melemas kembali. Pelemasan otot-otot memicu usus untuk mendorong dan membuang sisa-sisa racun dan cairan keluar dari dalam tubuh, persis seperti manusia yang sedang buang air.

Kulit orang yang telah meninggal juga akan mengering dan jadi keriput selang beberapa jam setelah ia meninggal. Akibatnya, kuku jari tangan dan kaki seolah tetap tumbuh. Padahal sebenarnya kulitlah yang mengerut dan menyusut.

Yang terjadi pada tubuh beberapa hari setelah meninggal

Dalam waktu beberapa hari setelah seseorang meninggal, tubuh akan memproduksi zat pengurai alami yang disebut kadaverin serta putresin. Kedua zat pengurai ini menghasilkan bau tak sedap yang cukup menyengat.

Kadar keasaman akan meningkat drastis setelah tubuh seseorang berhenti berfungsi. Enzim dari asam amino dalam tubuh pun mulai mencerna atau mengurai organ-organ tubuh. Biasanya proses ini dimulai dari organ hati yang kaya akan enzim, kemudian otak, dan akhirnya seluruh bagian tubuh lain.  

Karena tingginya tingkat kadaverin dan enzim yang asam, bakteri pun berkembang biak dengan pesat. Koloni bakteri ini makan dari tubuh orang yang sudah berhari-hari meninggal. Maka, proses penguraian pun jadi lebih cepat.

Yang terjadi pada tubuh beberapa minggu setelah meninggal

Tak hanya koloni bakteri saja yang “menghidupkan” tubuh yang sudah tak berfungsi. Berbagai serangga dan binatang seperti belatung akan berkembang biak dan mendiami tubuh setelah kematian. Menurut penelitian dari Australian Museum, belatung mampu menghabiskan hingga 60% tubuh manusia dalam waktu seminggu.  

Rambut dan bulu halus yang tadinya berakar pada kulit akan mulai rontok. Selain itu, karena bakteri terus mengonsumsi bagian tubuh yang tersisa, sekujur badan akan berubah warna jadi keunguan sampai akhirnya menghitam.

Beberapa bulan dan tahun setelah meninggal  

Berbulan-bulan setelah meninggal, tubuh akan terus diurai dan dikonsumsi oleh berbagai organisme sampai akhirnya tinggal tulang kerangka saja yang tersisa. Untuk mencapai tahap ini, dibutuhkan waktu kira-kira empat bulan. Namun, kalau seseorang dimakamkan dalam sebuah peti, proses ini akan makin tertunda sampai bertahun-tahun lamanya.

Pada akhirnya, kematian merupakan sebuah proses alami yang justru penuh dengan kehidupan baru. Kehidupan baru maksudnya adalah berbagai jenis organisme yang menyerap tubuh Anda sebagai sumber energi.

Bahkan menurut pakar neurobiologi asal Inggris, Moheb Costandi, sel-sel dan jaringan dalam tubuh akan melepaskan berbagai jenis zat bernutrisi ke dalam tanah di mana seseorang disemayamkan. Hal ini membuat tanah tersebut kian subur dan kaya nutrisi. Maka, tanaman yang tumbuh di sekitarnya jadi lebih sehat dan rimbun. Menakjubkan sekali, bukan?

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Mei 20, 2017 | Terakhir Diedit: September 6, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca