Ternyata, Nonton Pertandingan Bola Turunkan Risiko Demensia dan Depresi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18/10/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bagi fans bola, tidak ada yang lebih sakral dan ditunggu-tunggu daripada musim kompetisi. Mulai dari  yang liga regional seperti Premier League dan La Liga, sampai pesta bola akbar sejagad raya Piala Dunia. Mereka bahkan rela begadang semalaman untuk menonton laga kesebelasan favorit melawan rival bebuyutannya.

Nah, olahraga sejuta umat ini tak disangka-sangka juga turut memelihara kesehatan otak para fansnya sampai tua nanti meski hanya ditonton lewat layar kaca. Kok bisa?

Nonton bola bantu pertajam ingatan jangka panjang para fans

Sepak bola sebagai olahraga bisa langsung membawa manfaat kesehatan bagi fisik pemainnya itu sendiri. Namun, fans bola yang hanya duduk manis menonton lewat layar kaca pun bisa kebagian “jatah” manfaatnya, terutama bagi kesehatan mental mereka.

Dikutip dari Huffington Post, Alistair Burns selaku direktur departemen Demensia di NHS (biro pelayanan kesehatan di Inggris Raya setara BPJS di Indonesia) mengatakan, “Menonton sepak bola menjaga tetap otak aktif dengan terus merangsang saraf otak bekerja membentuk ingatan emosional.” Apa, sih, yang dimaksud dengan ingatan emosional?

cedera hamstring adalah

Begini sederhananya; tidak jarang, kan, kita dibuat emosi sampai “darah tinggi” oleh jalannya pertandingan yang alot? Sebaliknya pun begitu. Sudah tak terhitung lagi, kan, berapa kali kita juga dibuat bersorak bahagia saat merayakan kemenangan telak klub favorit? Nah ternyata, otak ikut menyimpan setiap emosi yang kita rasakan selama nonton bola ini dan mengolahnya sebagai ingatan atau kenangan spesifik.

Semua emosi yang terkait dengan kejadian tersebut, misalnya bahagia karena menang atau marah dan sedih karena kalah, akan disimpan dalam amigdala yang menjadi pusat kontrol emosi. Sementara itu, setiap elemen yang membentuk suatu memori (misalnya di mana, pertandingan apa, dan bersama siapa Anda nonton bola) akan disimpan di dalam hipocampus.

Nah, hipocampus dan amigdala adalah dua bagian otak yang saling terhubung, sehingga dalam prosesnya akan menciptakan ingatan emosional. Ingatan emosional adalah salah satu dari dua jenis memori utama dalam otak manusia. Ingatan ini bisa diputar kembali sewaktu-waktu ketika Anda merasakan emosi yang serupa di kemudian hari. Ingatan emosional juga lebih kuat daripada memori biasa (misalnya, ingatan tentang makan apa Anda kemarin siang).

Kenangan waktu nonton bola disimpan kuat oleh otak

latihan interval untuk pemain bola

Ingatan emosional jauh lebih kuat daripada memori biasa karena otak Anda mengaitkannya dengan momen spesial yang menegangkan atau membahagiakan. Saking kuatnya ingatan emosional ini menempel di otak, Anda bisa mengingat kembali setiap momen spesifik tersebut di kemudian hari baik secara sengaja maupun tidak. Bahkan hingga bertahun-tahun setelahnya.

Tidak percaya? Coba saja tanyakan kakek atau ayah Anda yang jadi dulu juga jadi fans bola garis keras. Mereka mungkin masih bisa mengingat dengan detail negara mana yang menjadi jawara di Piala Dunia tahun 1986. Mereka juga mungkin bisa tiba-tiba mengingat siapa yang cedera atau yang mencetak gol kemenangan tersebut.

Nah, rangsang ingatan emosional inilah yang dipercaya oleh peneliti berpotensi memperkuat aktivitas otak.

Nonton bola jauhkan fans dari risiko depresi dan demensia saat tua

Berdasarkan teori di atas, Burns kemudian menjabarkan bahwa ketika Anda mengingat suatu peristiwa/situasi/seseorang yang spesifik, otak akan langsung berbarengan mengaktifkan emosi yang terkait dengan hal tersebut. Pernah kan, ketika Anda mencoba mengingat si mantan, tiba-tiba hati terasa sedih atau marah? Mekanisme yang sama juga terjadi pada fans bola.

Mencoba mengingat atau menonton kembali sebuah siaran ulang pertandingan bola akan membangkitkan emosi yang sama sewaktu pertama kali mengalaminya. Mungkin emosi yang dirasakan saat ini tidak akan sekuat dulu, namun tetap saja Anda bisa merasakan kesedihan atau kebahagiaannya, bukan?

Ini menegaskan kembali pendapat para ahli bahwa ingatan emosional dapat memicu emosi sama seperti aktivasi emosi dapat menciptakan sebuah informasi atau pemahaman baru (kognisi). Nonton bola dapat membantu Anda menanam ingatan emosional dan memungkinkan otak untuk mengaktifkan lagi kenangan terkait peristiwa itu di masa depan, yang berpotensi memperkuat aktivitas otak tetap aktif di masa tua.

Kemampuan memutar kembali ingatan positif atau detail momen-momen hebat terkait pertandingan bola yang pernah ditonton, ungkap peneliti, dapat mencegah risiko kemunculan demensia di masa tua atau bahkan mengurangi tingkat keparahannya.

Selain itu, kemampuan memutar kembali kenangan bahagia sehabis nonton bola juga bisa mencegah risiko depresi dan kesepian di usia lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental untuk Pebisnis Startup

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 5 menit
manfaat surfing kesehatan mental

Berselancar di Laut Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan Mental, Lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . Waktu baca 5 menit
PTSD pandemi COVID-19

Bagaimana Pandemi Membuat Seseorang Berisiko Mengalami PTSD?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit