Apa Benar Merokok Bisa Bikin Kurus? Ini Faktanya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang yang merokok untuk menurunkan berat badan, karena katanya merokok bikin kurus. Namun, apakah hal ini benar? Atau jangan-jangan merokok malah bikin berat badan Anda naik? Yuk, simak mitos dan fakta seputar merokok dan berat badan berikut ini.

Benarkah merokok bikin kurus?

Beerat badan Anda ditentukan oleh keseimbangan antara asupan kalori dan jumlah energi yang dikeluarkan. Kalau kadarnya seimbang, berat badan Anda pun jadi ideal. Nah, salah satu efek samping dari merokok adalah nafsu makan yang menurun. 

Menurut sebuah penelitian dalam The American Journal of Clinical Nutrition, tubuh kurus orang perokok didapat karena mereka biasanya menekan nafsu makan dengan merokok. Daripada ngemil dan makan, banyak orang sengaja memilih untuk merokok saja. Dengan begitu, asupan kalori yang diterima jadi lebih rendah daripada orang-orang yang tidak merokok.

Tapi apabila seorang perokok tetap tidak mengurangi porsi atau asupan kalori dari makanan, ia tidak akan jadi kurus. Masalahnya, seberapa besar efek nikotin dalam rokok untuk menekan nafsu makan berbeda-beda di tubuh setiap orang. Karena itu, sebaiknya Anda mulai meninggalkan pola pikir bahwa merokok bikin kurus.

akibat makan rokok

Lantas, kenapa orang yang merokok badannya kurus?

Kandungan nikotin dalam rokok tembakau bekerja mengacaukan kadar hormon dalam tubuh. Padahal nafsu makan manusia diatur juga oleh hormon. Karena itu, merokok bisa memengaruhi nafsu makan Anda.

Inilah mengapa sejumlah penelitian mencatat bahwa orang yang merokok cenderung punya skor BMI (indeks berat badan ideal) yang lebih rendah dibandingkan orang yang tidak merokok. Namun, rokok bukanlah metode diet atau turun berat badan yang dianjurkan kalau Anda ingin punya berat badan ideal. Lagipula risiko kesehatan dari merokok tidak sebanding dengan kehilangan beberapa kilogram di timbangan. Nyatanya, bukannya menurunkan berat badan, rokok justru bisa membuat berat badan Anda naik. Bagaimana bisa?

Bagaimana rokok membuat berat badan naik?

Meskipun merokok dapat memberikan efek menurunkan nafsu makan, hal ini belum tentu berlaku bagi setiap perokok. Pasalnya, sejumlah penelitian menunjukkan kalau perokok berat justru lebih rentan mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Dan ternyata, menurut sebuah penelitian dalam jurnal Obesity, kebiasaan merokok mengganggu indra pengecap Anda di mulut. Akibatnya, ketika Anda makan atau minum, Anda sudah tidak bisa menikmati rasa makanan seperti dulu lagi. Anda pun jadi tergoda untuk menambahkan gula, misalnya. Padahal, kelebihan kadar gula akan disimpan jadi cadangan lemak dalam tubuh. Ini yang akan membuat berat badan Anda bertambah.

Selain itu, sejumlah penelitian membuktikan bahwa perokok cenderung lebih gampang ngidam makanan berlemak yang kalorinya tinggi seperti gorengan dan junk food. Ditambah lagi dengan fakta kalau banyak perokok kurang berolahraga serta kurang asupan nutrisi dari sayur dan buah. Hal-hal tersebut akhirnya membuat seorang perokok rentan kelebihan berat badan.  

Jadi, coba pikir-pikir lagi kalau Anda ingin merokok demi menurunkan berat badan. Selain tidak dijamin kalau merokok bikin kurus, berat badan Anda justru bisa bertambah karenanya. Lebih baik Anda fokus menjalani gaya hidup sehat yang lebih aman. Masih banyak cara sehat lain yang bisa Anda tempuh untuk mencapai berat badan ideal, misalnya dengan berhenti merokok, berolahraga, menjaga pola makan sehat, dan cukup tidur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
efek samping imunisasi

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
obat sakit gigi

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit