Minum madu setelah minum obat, boleh atau tidak? Menenggak sesuatu yang manis sehabis minum obat memang kadang diperlukan. Hal itu mencegah mual dari rasa pahit akibat minum obat pil atau serbuk puyer. Biasanya banyak orang akan makan satu sendok kecil gula untuk menghilangkan rasa pahit pada obat. Nah, bagaimana dengan minum madu? Adakah efek atau manfaat yang dirasakan minum madu sehabis menenggak obat? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa saja kandungan bermanfaat pada madu?

Madu merupakan cairan alami yang dihasilkan hewan penyengat, yaitu lebah. Minum madu dipercaya membawa banyak khasiat. Madu mengandung banyak sekali zat gizi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Zat yang bermanfaat pada madu bisa disimak sebagai berikut:

  1. Karbohidrat. Karbohidrat merupakan kandungan utama dari madu. Sekitar 82% kandungan karbohidrat dalam madu.
  2. Protein dan asam amino. Madu mengandung sejumlah enzim dan 18 jenis asam amino bebas, yang paling banyak adalah dalam bentuk prolin.
  3. Vitamin, mineral, dan antioksidan. Madu mengandung sejumlah vitamin B, yaitu riboflavin, niasin, asam folat, asam pantotenat, dan vitamin B6, serta mengandung vitamin C. Selain itu juga mengandung mineral, seperti kalsium, zat besi, seng, kalium, fosfor, magnesium, selenium, kromium, dan mangan. Antioksidan dalam madu terdapat dalam bentuk flavonoid, asam askorbat, katalase, dan selenium
  4. Madu juga mengandung asam organik dan asam aromatik.

Boleh tidak minum madu sehabis minum obat?

Sebetulnya boleh-boleh saja minum madu sehabis minum pil atau obat, asalkan madunya murni tanpa tambahan dan bahan kimia apapun. Tapi, sebaiknya beri jeda antara waktu meminum obat dan madu sekitar 30 menit lamanya. Hal ini dilakukan guna menghindari komplikasi obat dengan bahan herbal alami yang dapat meningkatkan risiko penyakit

Madu nyatanya dapat meningkatkan risiko pendarahan jika digabungkan langsung dengan obat tiroid dan suplemen tertentu. Beberapa kasus melaporkan, bahwa terjadinya pendarahan akibat kandungan madu yang dapat mengganggu sistem tubuh dalam memproduksi kandungan obat herbal yang merusak fungsi enzim hati.

Minum madu dapat meningkatkan risiko pendarahan saat diminum berbarengan dengan obat yang meningkatkan risiko perdarahan. Beberapa contoh obat termasuk aspirin, antikoagulan (obat pengencer darah), obat warfarin atau heparin, obat anti-platelet seperti clopidogrel, dan obat non-steroid anti-inflamasi seperti ibuprofen atau naproxen .

Hindari mencampurkan atau menggunakan madu seperti berikut ini

  • Madu tidak boleh dicampur dengan makanan panas.
  • Madu tidak boleh dimasak dan dipanaskan.
  • Madu sebaiknya tidak dikonsumsi ketika Anda bekerja di lingkungan yang panas di mana Anda sering terkena panas lebih.
  • Madu tidak boleh dicampur dengan air hujan, makanan panas dan pedas, dan yang difermentasi minuman seperti wiski, rum, dan yoghurt.
  • Madu termasuk hasil nektar dari berbagai bunga yang mungkin beracun. Ketika madu dicampur dengan makanan panas dan pedas, sifat racunnya dapat meningkatkan dan menyebabkan ketidakseimbangan enzim tubuh dan aliran darah manusia.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca