Kenapa Badan Kita Jadi Merinding Saat Kencing?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Pernahkah Anda tiba-tiba merasa sekujur badan gemetar atau bulu kuduk merinding saat buang air kecil? Padahal Anda sedang tidak kencing di toilet umum yang angker. Tenang. Fenomena ini tentu terjadi bukan karena kamar mandi itu diam-diam berhantu. Berikut penjelasan ilmiahnya dari kacamata medis.

Penyebab Anda merinding saat buang air kecil

Sederhananya, penyebab sekujur badan merinding saat buang air kecil adalah kombinasi antara perubahan suhu tubuh, kerja sistem saraf, dan perubahan tekanan darah sekaligus dalam satu waktu. Begini penjelasan lebih lengkapnya…

Suhu urine kita itu relatif hangat. Nah, saat Anda pipis, suhu inti tubuh ikut menurun karena air hangat tersebut akhirnya dikeluarkan. Perubahan suhu secara mendadak ini kemudian memicu tubuh menyalakan refleks merinding sebagai cara alami untuk kembali menghangatkan tubuh. Itu kenapa Anda bisa bergidik atau gemetar dalam detik-detik pertama selama tubuh mengeluarkan urine.

Namun ternyata, yang memicu respon gemetar bukan hanya perubahan suhu tubuh saja. Dilansir dari laman Live Science, dr. Simon Fulford, dokter spesialis urologi yang praktek di James Cook University Hospital, Inggris, mengatakan bahwa kerja sistem sistem saraflah yang sebetulnya jadi dalang utama di balik munculnya sensasi merinding saat buang air kecil.

Kerja sistem saraf mengatur naluri kapan ingin kencing

Proses buang air kecil tidak semudah hanya karena Anda ingin saja. Naluri ingin pipis dan kebelet diatur oleh pusat kendali otak bernama ANS yang mengendalikan fungsi tubuh otomatis, seperti pengaturan suhu tubuh dan detak jantung. Di dalam ANS itu sendiri ada dua sistem saraf yang secara khusus mengatur hasrat kencing, yaitu sistem saraf parasimpatik (PNS) dan sistem saraf simpatik (SNS).

Ketika kandung kemih Anda penuh oleh urine, reseptor saraf yang ada di dinding otot kandung kemih akan mendeteksi adanya peregangan akibat bertambahnya volume cairan. Reseptor ini lalu mengaktifkan satu set saraf di sumsum tulang belakang yang disebut saraf sakral.

Setelah itu, saraf sakral akan memerintahkan saraf PNS di otak untuk memicu kontraksi otot kandung kemih agar mulai mendorong urine keluar dari tubuh. Proses ini bila diibaratkan seperti menahan sakelar lampu setengah jalan; aliran listrik (urine) belum sepenuhnya terputus sampai mati (hasrat ingin kencing sudah ada, tapi aliran urinenya belum mulai).

Pada akhirnya terjadi pengosongan kandung kemih (Anda pipis), sistem saraf yang ada dalam ANS secara otomatis akan menurunkan tekanan darah. Penurunan tekanan darah mendadak ini kemudian memicu SNS untuk melepaskan hormon katekolamin. Peningkatan katekolamin tiba-tiba inilah yang diduga kuat mengakibatkan tubuh merinding saat buang air kecil.

Pria lebih sering merinding saat buang air kecil daripada wanita

Sensasi merinding saat kencing biasanya lebih cenderung dialami oleh pria daripada wanita. Pasalnya, posisi berdiri saat buang air kecil menyebabkan saraf parasimpatis lebih aktif ketimbang saat jongkok atau duduk.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca