Kenapa Badan Kita Jadi Merinding Saat Kencing?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25/02/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda tiba-tiba merasa sekujur badan gemetar atau bulu kuduk merinding saat buang air kecil? Padahal Anda sedang tidak kencing di toilet umum yang angker. Tenang. Fenomena ini tentu terjadi bukan karena kamar mandi itu diam-diam berhantu. Berikut penjelasan ilmiahnya dari kacamata medis.

Penyebab Anda merinding saat buang air kecil

Sederhananya, penyebab sekujur badan merinding saat buang air kecil adalah kombinasi antara perubahan suhu tubuh, kerja sistem saraf, dan perubahan tekanan darah sekaligus dalam satu waktu. Begini penjelasan lebih lengkapnya…

Suhu urine kita itu relatif hangat. Nah, saat Anda pipis, suhu inti tubuh ikut menurun karena air hangat tersebut akhirnya dikeluarkan. Perubahan suhu secara mendadak ini kemudian memicu tubuh menyalakan refleks merinding sebagai cara alami untuk kembali menghangatkan tubuh. Itu kenapa Anda bisa bergidik atau gemetar dalam detik-detik pertama selama tubuh mengeluarkan urine.

Namun ternyata, yang memicu respon gemetar bukan hanya perubahan suhu tubuh saja. Dilansir dari laman Live Science, dr. Simon Fulford, dokter spesialis urologi yang praktek di James Cook University Hospital, Inggris, mengatakan bahwa kerja sistem sistem saraflah yang sebetulnya jadi dalang utama di balik munculnya sensasi merinding saat buang air kecil.

Kerja sistem saraf mengatur naluri kapan ingin kencing

Proses buang air kecil tidak semudah hanya karena Anda ingin saja. Naluri ingin pipis dan kebelet diatur oleh pusat kendali otak bernama ANS yang mengendalikan fungsi tubuh otomatis, seperti pengaturan suhu tubuh dan detak jantung. Di dalam ANS itu sendiri ada dua sistem saraf yang secara khusus mengatur hasrat kencing, yaitu sistem saraf parasimpatik (PNS) dan sistem saraf simpatik (SNS).

Ketika kandung kemih Anda penuh oleh urine, reseptor saraf yang ada di dinding otot kandung kemih akan mendeteksi adanya peregangan akibat bertambahnya volume cairan. Reseptor ini lalu mengaktifkan satu set saraf di sumsum tulang belakang yang disebut saraf sakral.

Setelah itu, saraf sakral akan memerintahkan saraf PNS di otak untuk memicu kontraksi otot kandung kemih agar mulai mendorong urine keluar dari tubuh. Proses ini bila diibaratkan seperti menahan sakelar lampu setengah jalan; aliran listrik (urine) belum sepenuhnya terputus sampai mati (hasrat ingin kencing sudah ada, tapi aliran urinenya belum mulai).

Pada akhirnya terjadi pengosongan kandung kemih (Anda pipis), sistem saraf yang ada dalam ANS secara otomatis akan menurunkan tekanan darah. Penurunan tekanan darah mendadak ini kemudian memicu SNS untuk melepaskan hormon katekolamin. Peningkatan katekolamin tiba-tiba inilah yang diduga kuat mengakibatkan tubuh merinding saat buang air kecil.

Pria lebih sering merinding saat buang air kecil daripada wanita

Sensasi merinding saat kencing biasanya lebih cenderung dialami oleh pria daripada wanita. Pasalnya, posisi berdiri saat buang air kecil menyebabkan saraf parasimpatis lebih aktif ketimbang saat jongkok atau duduk.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Ampuh Mengobati Anyang-anyangan di Rumah

Anyang-anyangan bikin kita harus bolak-balik ke WC sehingga jadi tidak nyaman beraktivitas. Psstt... Intip di sini pilihan obat anyang-anyangan yang ampuh!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/01/2019 . Waktu baca 4 menit

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Hasrat ingin buang air kecil di tengah malam memang sangat mengganggu tidur Anda. Tenang, atasi kebiasaan sering kencing di malam hari dengan cara berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih, Health Centers 25/10/2018 . Waktu baca 6 menit

Malu Karena Dikira Ngompol Terus? Begini Cara Mengatasi Inkontinensia Urin

Siapa yang tak jengkel jika baru batuk sedikit, urin tak sengaja keluar. Jangan cemas, begini cara mengatasi inkontinensia urin yang Anda alami.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Tips Sehat 24/10/2018 . Waktu baca 6 menit

Normalkah Jika Pria Punya Dua Aliran Kencing Saat Buang Air Kecil?

Urin yang keluar dari tubuh seharusnya memancar lurus melalui satu aliran saja. Namun, ternyata da pria yang mengalami kencing bercabang. Kenapa, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Perawatan Pria, Hidup Sehat 06/10/2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ketakutan bikin merinding

Ini Penyebab Kulit Kita Bisa Merinding

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
komplikasi diabetes insipidus adalah

Sering Dikira Penyakit Gula, Hati-hati Dengan Komplikasi Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26/07/2019 . Waktu baca 3 menit
bayi jarang pipis

Si Kecil Jarang Pipis? Mungkin 3 Kondisi Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2019 . Waktu baca 3 menit
menahan buang air kecil

Pinggang Saya Terasa Sakit Saat Menahan Kencing. Kenapa, Ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 29/01/2019 . Waktu baca 3 menit