Kenapa Bentol Gigitan Nyamuk Terasa Gatal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/03/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Rasanya, kita semua sudah akrab dengan skenario berikut: Di tengah tidur nyenyak setelah seharian ditempa stres pekerjaan, Anda mendengar bunyi dengungan mengganggu dan tiba-tiba merasakan sengatan tajam di tangan atau kaki. Tidak lama kemudian, muncul bentol kemerahan di kulit.

Tanpa pikir panjang, Anda secara naluriah mulai menggaruk. Kulit Anda memerah, bekas gigitan nyamuk semakin terasa gatal, dan Anda terbangun dari mimpi hanya untuk menemukan dua bentol kemerahan baru dari gigitan nyamuk lainnya. Usai sudah malam panjang mimpi indah, tergantikan dengan kesibukan mengusir nyamuk bandel sekaligus terus menggaruk gatal yang tak kunjung henti.

Yang terjadi dalam tubuh Anda saat digigit nyamuk

Seekor nyamuk tidak menggigit. Nyamuk betina menggunakan mulutnya yang berbentuk seperti jarum untuk menusuk ke dalam kulit mangsanya, yang kemudian ia gunakan untuk mengisap darah.

Kurang dari lima persen kulit adalah pembuluh darah. Jadi, saat nyamuk sudah hinggap di tubuh Anda untuk mencari makan, ia harus ‘memancing’. Dari jauh, moncong nyamuk mungkin terlihat sebagai jarum tipis, tetapi sebenarnya moncong ini — disebut proboscis — merupakan sebuah set alat penggergaji dan pengisap, terbungkus dalam tabung yang disebut labium. Saat akan mengisap darah, tabung pembungkusnya akan membuka dan memperlihatkan enam bagian mulut (filamen) yang menusuk masuk ke dalam kulit.

Saat ‘menggigit’ mangsanya, keenam bagian mulut ini akan mekar dan bergerak dengan fleksibel untuk mencari pembuluh darah terdekat. Seringnya, proses ini berakhir dalam beberapa kali usaha pencarian, dan berlangsung selama beberapa menit, untuk bisa sukses memanen darah.

Nyamuk kemudian akan menggerakkan empat filamen untuk bekerja layaknya gergaji dan dongkrak untuk membantu memperlancar proses penghisapan darah oleh dua tabung paralel — hypopharix, yang akan melepaskan air liur ke dalam kulit, dan labrum, yang akan menghisap darah.

Nyamuk akan mengisap begitu keras hingga pembuluh darah mulai goyah. Beberapa bisa pecah, menumpahkan darah ke area sekitarnya. Saat hal ini terjadi, nyamuk biasanya akan ‘nambah’, meminum darah langsung dari kolam darah yang ia buat. Air liur yang dilepaskan mengandung agen anti-koagulan yang menjaga darah supaya tidak menggumpal agar nyamuk bisa dengan mudah menghisap darah.

Mengapa bentol gigitan nyamuk terasa gatal?

Gatal dan bentol dari bekas gigitan nyamuk disebabkan bukan dari gigitan nyamuk atau air liur nyamuk, melainkan respon dari sistem imun tubuh terhadap air liur tersebut. Air liur nyamuk mengandung kadar enzim dan protein yang melewati sistem pembekuan darah alami tubuh Anda. Antikoagulan ini langsung menyebabkan reaksi alergi ringan pada tubuh Anda.

Sistem kekebalan tubuh manusia merespon alergen tersebut dengan melepaskan histamin. Histamin menyebabkan pembuluh darah di sekitar area bekas gigitan nyamuk meradang sehingga kemudian timbul bentol merah di kulit. Histamin juga mengiritasi ujung-ujung saraf dalam kulit dan menyebabkan rasa gatal.

Mengapa menggaruk gatal rasanya menyenangkan?

Menggaruk adalah bentuk yang relatif kecil dari rasa sakit. Saat kita menggaruk, gerakan ini akan memblokir sensasi gatal akibat rasa sakit yang menyertai, secara sementara mengalihkan perhatian otak dari rasa gatal; sama halnya dengan pemberian kompres dingin, atau panas, atau bahkan sedikit sengatan listrik.

Sinyal rasa sakit ini dikirim ke otak oleh kumpulan saraf sama seperti sensasi gatal yang juga dikirimkan oleh kumpulan saraf yang berbeda.

Ketika kita dihadapkan oleh satu potensi bahaya, tubuh akan merespon dengan refleks penarikan. Coba saja untuk dekatkan tangan di atas api, pasti tidak akan lama Anda akan memiliki keinginan besar untuk segera menarik tangan Anda dari panas tersebut. Namun, menggaruk justru membawa refleks mendekat pada kulit yang bermasalah. Masuk akal memang, karena pemeriksaan lebih dekat dan garukan singkat lebih efektif untuk menumpas serangga yang merangkak di tubuh Anda daripada menjauhinya.

Menggaruk adalah cara yang baik tidak hanya untuk menyingkirkan serangga dan parasit, namun juga residu tanaman dan benda asing lainnya yang menempel di kulit Anda.

Selain itu, otak Anda menilai aktivitas menggaruk gatal sebagai tindakan penghargaan, semacam hadiah yang ‘pantas’ Anda dapatkan setelah menghadapi rasa sakit atau stres — dari gigitan nyamuk — dengan melepaskan dopamin ke seluruh otak. Dopamin adalah neurotransmitter dalam otak yang megatur gerakan, emosi, motivasi, dan perasaan senang. Ketika diaktifkan, sistem ini akan memberikan penghargaan atas perilaku kita dan membuat kita bahagia, yang memicu kita agar melakukannya lagi dan lagi untuk mendapatkan kepuasan yang sama.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

    Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . 5 menit baca

    Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

    Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . 5 menit baca

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . 5 menit baca

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    mencegah ruam popok

    Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
    mual karena gugup

    Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 menit baca
    mata plus pada anak

    Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca