7 Manfaat Kesehatan yang Didapat dari Tidur Telanjang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Ada dua tipe orang di dunia ini. Mereka yang tidur dalam balutan baju tidur lengkap dari atas ke bawah, dan mereka yang tidur alakadarnya, alias telanjang bulat. Anda yang mana?

Kalau Anda adalah salah satu dari segelintir orang yang masuk ke tipe kedua, berbahagialah. Ada banyak manfaat tidur telanjang bagi kesehatan tubuh — yang mungkin tidak pernah Anda sadari sebelumnya.

Apa saja manfaat tidur telanjang bagi kesehatan?

1. Tidur lebih nyenyak

Suhu tubuh Anda akan menurun saat tidur malam. Teorinya, penurunan suhu tubuh di malam hari akan membantu mempercepat produksi hormon tidur nyenyak (melatonin) sambil sementara menurunkan tingkat kortisol (hormon stres) dalam tubuh. Dan begitu menjelang pagi, suhu tubuh dan kortisol akan kembali naik lagi untuk mempersiapkan diri Anda dengan lonjakan energi begitu bangun pagi.

Meski demikian, proses ini bisa terganggu oleh peningkatan panas tubuh akibat memakai berlapis-lapis kain saat tidur — mulai dari pakaian dalam, celana pendek atau panjang, hingga baju tidur dan selimut. Ekstra panas yang memerangkap tubuh dapat membuat Anda mudah kegerahan, yang bikin tidur tidak nyenyak.

2. Bikin awet muda

Lingkungan tidur yang terlalu hangat dan lembap dapat mencegah penurunan suhu tubuh yang diperlukan untuk tidur nyenyak. Selain itu, suhu tubuh yang terlalu tinggi selama tidur (lebih dari 21ºC) juga akan mengganggu produksi hormon anti-penuaan yang bekerja memperbaiki setiap kerusakan dalam tubuh. Dengan memperbaiki sel-sel Anda, hormon ini membantu untuk memuluskan luka, bintik-bintik, dan bahkan keriput di kulit.

Ketika kita tidur dalam kegelapan total, melatonin dilepaskan dan memicu pendinginan suhu inti tubuh. Sementara suhu tubuh menurun, hormon “awet muda” dilepaskan dan memamerkan keajaiban regeneratifnya. Jika Anda tidur menggunakan pakaian tidur lengkap, tentu proses ini akan sedikit terhambat oleh kehadiran panas tambahan yang menyelimuti tubuh Anda.

3. Memperkuat kekebalan tubuh

Tubuh yang kepanasan selama tidur membuat hormon stres kortisol tetap tinggi. Kadar tinggi kortisol melemahkan sistem imun tubuh, meningkatkan tekanan darah dan kolesterol, menambah nafsu makan, menurunkan libido, dan mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh.

Nyatanya, tidur itu sendiri telah dinobatkan sebagai obat mujarab dari banyak kondisi karena tidur mendorong pelepasan hormon pertumbuhan. Dalam sebuah studi terbitan jurnal Sleep, hormon pertumbuhan yang dilepaskan saat tidur malam nyenyak dapat meningkatkan performa olahraga dan menurunkan tekanan darah hingga 20-30 persen — baik bagi mereka yang punya tekanan darah normal maupun tinggi. Para peneliti di Warwick University menemukan bahwa kurang tidur (kurang dari enam jam semalam) terkait dengan peningkatan risiko diabetes dan penyakit jantung hingga tiga kali lipat.

4. Mencegah infeksi jamur

Mengenakan celana dalam atau celana piyama mendorong peningkatan produksi keringat di selangkangan sehingga memicu pertumbuhan jamur penyebab infeksi. Dengan tidur telanjang Anda membiarkan area intim Anda bernapas lega dan tetap kering untuk mencegah keringat berlebih — terutama di musim panas dan kemarau.

5. Menyehatkan vagina

Pada umumnya, area vagina dan sekitarnya tidak perlu untuk dikekang ketika tidur. Begitu ungkap dr. Alyssa Dweck, dokter kandungan asal New York sekaligus asisten profesor OB/GYN di Mount Sinai School of Medicine.

Sesekali “mengangin-anginkan” vagina, terutama saat tidur, adalah hal yang baik untuk dilakukan khususnya bagi wanita yang rentan mengalami iritasi, infeksi, dan gatal-gatal pada vagina.

Alasan mengapa Dweck merekomendasikan perempuan untuk tidur telanjang adalah karena jamur, ragi, dan bakteri berkembang biak di tempat yang gelap, hangat, dan lembap. Ketika area intim Anda sdah ditutup sepanjang hari oleh lapisan pakaian, ini dapat menyebabkan penumpukan kelembapan di area selangkangan — menyediakan lahan hunian yang ideal bagi organisme jahat untuk berduplikasi.

6. Meningkatkan kualitas sperma

Menurut sebuah studi baru oleh National Institute of Child Health and Human Development, Maryland, and Stanford University, pria yang tidur mengenakan celana dalam atau boxer berisiko mengalami kerusakan DNA sperma yang bisa membahayakan peluang Anda memiliki anak. Peningkatan suhu tubuh juga sekaligus meningkatkan suhu di testis, yang menyebabkan penurunan kualitas sperma. Masih dari penelitian yang sama, tidur telanjang di malam hari diketahui dapat meningkatkan kualitas sperma hingga 25 persen.

Selain itu, sesekali “mengangin-anginkan” penis, terutama saat tidur, adalah hal yang baik untuk dilakukan untuk mencegah  iritasi, infeksi jamur, dan gatal-gatal pada kulit penis.

7. Seks yang lebih baik

Orang-orang yang tidur telanjang dilaporkan memiliki seks yang lebih baik, menurut sebuah survei dari seribu orang Inggris. Survei tersebut menemukan bahwa tidur telanjang terkait dengan peningkatan kepuasan seksual antar pasangan hingga 57 persen, dibandingkan mereka yang tidur mengenakan baju lengkap.

Manfaat tidur telanjang yang satu ini mungkin datang dari reaksi pelepasan hormon “mood baik” oksitosin saat kontak antar kulit selama tidur (dan juga orgasme saat seks). Hormon oksitosin melawan stres dan depresi dengan memerangi efek berbahaya dari kortisol dan mengurangi tekanan darah. Akibatnya, Anda merasa lebih bahagia, lebih dekat secara emosional dan fisik dengan pasangan Anda, dan lebih bergairah untuk berhubungan seks.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Panduan Masturbasi Aman untuk Perempuan, Bagaimana Caranya?

Ada banyak manfaat masturbasi untuk perempuan, salah satunya meredakan nyeri perut saat PMS. Tapi masturbasi tak boleh sembarangan, bagaimana caranya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

7 Hal yang Harus Anda Persiapkan Sebelum Naik Gunung

Anda ingin mencoba mendaki gunung? Ada sejumlah persiapan yang perlu dilakukan sebelum mendaki gunung khususnya bagi pemula agar pendakian aman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Sering Merasa Kebelet Pipis Saat Berhubungan Seks, Normalkah?

Mengompol bukan cuma dialami oleh bayi dan balita. Tak jarang ada orang dewasa yang tak sengaja ngompol, terutama saat seks. Apa penyebab ngompol saat seks?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
ukuran otak dewasa berpikir

Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
obat herbal dan alami untuk kanker prostat

Pedoman Memilih Suplemen dan Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit