home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Manfaat Berhubungan Intim Sebelum Tidur di Malam Hari

6 Manfaat Berhubungan Intim Sebelum Tidur di Malam Hari

Kapan biasanya Anda dan pasangan bercinta? Di malam hari atau pagi hari? Meskipun waktu bercinta adalah pilihan pribadi, kebanyakan pasangan memang cenderung melakukan hubungan intim di malam hari. Maka, sudah sejak lama bercinta identik dengan aktivitas di malam hari.

Padahal, harusnya seks bisa dilakukan kapan saja. Lalu, mengapa banyak orang memilih untuk melakukan hubungan intim di malam hari? Adakah alasan medis atau ilmiah di balik kebiasaan ini? Baca terus untuk mencari tahu jawabannya!

Apakah bercinta di malam hari lebih baik?

Tak ada keharusan untuk melakukan hubungan intim di malam hari. Secara biologis, manusia bisa bercinta kapan saja.

Alasan mengapa banyak orang memilih untuk melakukan hubungan intim di malam hari sebenarnya lebih kepada jadwal harian dan kesibukan masing-masing.

Malam hari adalah satu-satunya waktu di mana pasangan bisa menghabiskan waktu berkualitas berdua. Anda dan pasangan sudah selesai beraktivitas dan anak-anak sudah tidur.

Dengan begitu, Anda bisa berhubungan intim dengan lebih leluasa dan nyaman. Akan tetapi, ada alasan kuat mengapa banyak orang memilih untuk bercinta di malam hari sebelum tidur.

Bagi wanita yang sedang mengusahakan kehamilan, berbaring telentang setelah seks bisa meningkatkan peluang kehamilan hingga 27%.

Sementara itu, langsung berdiri akan membuat sperma lebih sulit bertemu sel telur karena harus melawan gaya gravitasi.

Karena itu, seks di malam hari jadi pilihan yang praktis karena sesudahnya Anda bisa berbaring dengan santai. Anda tak perlu langsung bangun untuk masak sarapan dan siap-siap ke kantor.

Manfaat bercinta di malam hari sebelum tidur

Anda memang bebas berhubungan seks kapan saja. Akan tetapi, para ahli menemukan bahwa ada banyak manfaat bercinta sebelum tidur. Simak tiga keunggulannya berikut ini.

1. Meningkatkan keintiman hubungan

Bercinta di malam hari memberikan Anda dan pasangan kesempatan lebih besar untuk bermesraan setelah selesai memuaskan hasrat di atas ranjang.

Anda berdua bisa saling berpelukan dan mengobrol secara lebih intim. Ini karena setelah berhubungan seks, tubuh akan memproduksi hormon oksitosin.

Hormon ini bertanggung jawab untuk membuat Anda merasa lebih rileks dan nyaman.

Tak hanya itu, peningkatan hormon oksitosin juga akan membantu mempererat hubungan Anda dan pasangan. Suasana hati yang baik sangat ideal untuk bermesraan di ranjang berdua, bukan?

Sementara itu, kalau bercinta di pagi hari Anda mungkin harus langsung buru-buru bangun, tak sempat bermesraan dulu.

2. Mengurangi stres dan beban pikiran

Bukan rahasia lagi, seks bisa membantu mengurangi stres akibat pekerjaan atau tekanan lainnya.

Setelah melalui satu hari yang penuh dengan stres, bercinta dengan pasangan di malam hari bisa jadi cara mudah dan nikmat untuk menutup hari yang melelahkan.

Ingat, bila tidak ditangani dengan tepat, stres bisa memicu berbagai masalah kesehatan, baik yang memengaruhi fisik maupun psikis.

Jadi, penting buat Anda dan pasangan untuk menangani stres sebelum tidur dengan berhubungan intim.

3. Tidur menjadi lebih nyenyak

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa bercinta di malam hari bisa meningkatkan kualitas tidur hingga membantu mengatasi insomnia.

Menurut laman Sleep Foundation, setelah melewati orgasme, tubuh akan melepaskan hormon oksitosin dan prolaktin yang membuat Anda jadi lebih rileks dan nyaman.

Ditambah lagi, seks juga membantu mengurangi kadar hormon kortisol, yaitu hormon yang sering kali dikaitkan dengan stres.

Dengan demikian, Anda pun jadi lebih mudah terlelap dan bisa bangun pagi dengan segar.

4. Meningkatkan produktivitas keesokan harinya

Jika rasa stres telah teratasi dan Anda mendapat tidur yang cukup, hal ini tentunya akan berdampak baik pada produktivitas Anda keesokan harinya.

Ya, setelah menutup hari dengan bercinta di malam hari dan bangun dengan keadaan segar, Anda akan merasa lebih bersemangat untuk menyambut hari yang baru.

Bila suasana hati Anda meningkat, Anda pun akan menjalani hari dengan lebih produktif. Pekerjaan apa pun yang dilakukan terasa lebih ringan.

5. Menjaga kesehatan jantung

Bercinta di malam hari tak hanya bermanfaat bagi kesehatan mental dan keintiman hubungan, namun juga berpengaruh positif pada kesehatan jantung Anda.

Hubungan seks dikatakan setara dengan aktivitas fisik yang membakar kalori, seperti olahraga kardio dan aerobik.

Menurut situs Hopkins Medicine, melakukan hubungan seks setidaknya 2 kali seminggu memiliki peluang lebih kecil untuk terkena serangan jantung.

Seks juga membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas tidur. Itulah mengapa seks bermanfaat untuk kesehatan jantung.

6. Memperkuat sistem kekebalan tubuh

Berhubungan seksual sebelum tidur juga bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun tubuh Anda, lho.

Seks diyakini membantu meningkatkan kadar immunoglobulin A alias IgA di dalam tubuh. IgA adalah antibodi dalam darah yang berfungsi melawan serangan penyakit.

Ditambah lagi, berhubungan intim di malam hari dapat membantu agar tidur semakin nyenyak. Tidur yang cukup juga berdampak positif pada sistem kekebalan tubuh Anda.

Sudah tidak diragukan lagi bahwa seks adalah salah satu aspek penting dalam hubungan romantis.

Namun, manfaatnya ketika dilakukan di malam hari ternyata jauh lebih signifikan dari yang Anda duga sebelumnya.

Tidak hanya meningkatkan kualitas hubungan cinta, bercinta di malam hari juga membawa pengaruh positif pada kesehatan fisik dan mental Anda.

Oleh karena itu, jika pasangan mengajak Anda bermesraan sebelum tidur, jangan buru-buru menolak dan coba ikuti ajakannya. Anda akan segera merasakan efeknya, bahkan dimulai dari saat Anda terbangun esok paginya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Suni, E. (2021). The Relationship Between Sex and Sleep – Sleep Foundation. Retrieved June 11, 2021, from https://www.sleepfoundation.org/physical-health/sex-sleep 

Is sex exercise? And is it hard on the heart? – Harvard Health Publishing. (2019). Retrieved June 11, 2021, from https://www.health.harvard.edu/exercise-and-fitness/is-sex-exercise-and-is-it-hard-on-the-heart 

Schrelber, K. (2018). The Connection Between Sex and Sleep – Psychology Today. Retrieved June 11, 2021, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-truth-about-exercise-addiction/201808/the-connection-between-sex-and-sleep 

Barber, N. (2016). Why We Make Love at Night – Psychology Today. Retrieved June 11, 2021, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-human-beast/201609/why-we-make-love-night 

The Benefits of a Healthy Sex Life – Oregon Health & Science University. (2020). Retrieved June 11, 2021, from https://www.ohsu.edu/womens-health/benefits-healthy-sex-life 

Blaha, MJ. (2021). Is Sex Dangerous If You Have Heart Disease? – Johns Hopkins Medicine. Retrieved June 11, 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/is-sex-dangerous-if-you-have-heart-disease 

Jocz, P., Stolarski, M., & Jankowski, K. (2018). Similarity in Chronotype and Preferred Time for Sex and Its Role in Relationship Quality and Sexual Satisfaction. Frontiers In Psychology, 9. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2018.00443

Neumann, N., Lotze, M., & Domin, M. (2020). Sex-specific association of poor sleep quality with gray matter volume. Sleep, 43(9). https://doi.org/10.1093/sleep/zsaa035

Farhan, R., Yousuf, R., Hussain, S., Khan, M., Bilal, Z., & Khan, M. et al. (2020). Sexual Knowledge in Post-Myocardial Infarction Patients: A Cross-Sectional Study. Cureus.

Bigalke, J., Greenlund, I., & Carter, J. (2020). Sex differences in self-report anxiety and sleep quality during COVID-19 stay-at-home orders. Biology Of Sex Differences, 11(1). https://doi.org/10.1186/s13293-020-00333-4

Duarte-Guterman, P., Lieblich, S. E., Qiu, W., Splinter, J., Go, K. A., Casanueva-Reimon, L., & Galea, L. (2020). Oxytocin has sex-specific effects on social behaviour and hypothalamic oxytocin immunoreactive cells but not hippocampal neurogenesis in adult rats. Hormones and behavior, 122, 104734. https://doi.org/10.1016/j.yhbeh.2020.104734

Lastella, M., O’Mullan, C., Paterson, J. L., & Reynolds, A. C. (2019). Sex and Sleep: Perceptions of Sex as a Sleep Promoting Behavior in the General Adult Population. Frontiers in public health, 7, 33. https://doi.org/10.3389/fpubh.2019.00033

Lorenz, T., Demas, G., & Heiman, J. (2015). Interaction of menstrual cycle phase and sexual activity predicts mucosal and systemic humoral immunity in healthy women. Physiology & Behavior, 152, 92-98. https://doi.org/10.1016/j.physbeh.2015.09.018

Lorenz, T., Heiman, J., & Demas, G. (2015). Sexual activity modulates shifts in TH1/TH2 cytokine profile across the menstrual cycle: an observational study. Fertility And Sterility, 104(6), 1513-1521.e4. https://doi.org/10.1016/j.fertnstert.2015.09.001

Besedovsky, L., Lange, T., & Born, J. (2012). Sleep and immune function. Pflugers Archiv : European journal of physiology, 463(1), 121–137. https://doi.org/10.1007/s00424-011-1044-0

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 14/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x