Berbagai Manfaat Memakan Serangga Bagi Kesehatan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Menurut laporan pada tahun 2013 oleh Food and Agriculture Organization (FAO) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 2 miliar orang di seluruh dunia makan serangga sebagai bagian dari diet tradisional yang dikenal sebagai entomofagi. Kumbang adalah serangga yang paling umum dikonsumsi, diikuti oleh ulat, lebah, tawon, semut, belalang, dan jangkrik. Secara keseluruhan, di dunia ini terdapat lebih dari 1.900 spesies serangga yang dapat dikonsumsi. Entomofagi ini umum dilakukan di berbagai belahan dunia, termasuk China, Afrika, Asia, Australia, New Zealand, dan beberapa daerah di pusat dan selatan Amerika. Untuk mengetahui manfaat makan serangga bagi kesehatan manusia, mari kita perhatikan selengkapnya berikut ini!

Manfaat makan serangga

1. Serangga memerangi obesitas

Serangga dianggap sangat bergizi, bahkan mayoritas dari mereka kaya akan protein, lemak sehat, zat besi, dan kalsium, serta rendah karbohidrat. Bahkan penulis laporan FAO mengklaim bahwa serangga sama atau bahkan lebiih bergizi dari daging yang biasa kita konsumsi, seperti daging sapi.  

Contohnya, pada 100 gram jangkrik mengandung sekitar 121 kalori, 12,9 gram protein, 5,5 gram lemak, dan 5,1 gram karbohidrat. Sementara, 100 gram daging sapi mengandung lebih banyak protein, yaitu sekitar 23,5 gram, dan itu juga jauh lebih tinggi lemak, yaitu sekitar 21,2 gram.

Kandungan rendah lemak dari serangga telah menyebabkan beberapa peneliti, seperti mereka yang terlibat dalam laporan FAO, untuk menyarankan entofomagi yang mungkin menjadi cara efektif untuk memerangi obesitas dan penyakit terkait. Pada tahun 2014, Daily Mail melaporkan bahwa ada satu orang yang berasal dari Amerika Serikat yang mengubah pola makan khas Barat dengan makan serangga. Pada awalnya ia mengira semangkuk jangkrik renyah sebagai kacang, dan ia mengklaim bahwa makan serangga membantunya menurunkan berat badan.

2. Serangga ampuh melawan malnutrisi

Manfaat makan serangga atau entomofagi tidak berhenti hanya pada penurunan berat badan. PBB mengatakan bahwa makan serangga dapat membantu memerangi kekurangan gizi yang banyak tersebar luas di negara berkembang. Menurut UNICEF, di seluruh dunia, hampir seluruh kematian anak-anak balita adalah akibat gizi buruk, dengan sebagian besar kematian terjadi di Asia dan Afrika.

Gizi buruk, yang biasanya disebabkan oleh kurangnya ketersediaan makanan dan ketidakmampuan untuk mencerna makanan, dapat meningkatkan risiko penyakit yang mengancam jiwa. Terlebih lagi, gizi buruk dalam 1000 hari pertama seorang manusia akan menghambat pertumbuhan dan merusak fungsi kognitif. Selain sebagai sumber lemak sehat dan protein yang sangat baik, serangga juga terdapat di mana-mana, yang berarti ini akan sangat menguntungkan, terutama bagi negara berpenghasilan rendah dan menengah di mana malnutrisi sangat umum terjadi.

FAO menjelaskan, “Karena komposisi gizi, aksesibilitas, teknik pemeliharaan yang sederhana, dan tingkat pertumbuhan yang cepat, serangga dapat menawarkan kesempatan yang murah dan efisien untuk melawan kegelisahan akan gizi dengan menyediakan makanan darurat, serta meningkatkan mata pencaharian dan kualitas makanan tradisional antara orang-orang yang lemah.”

3. Serangga ramah lingkungan

Serangga hanya memerlukan sedikit air untuk tumbuh, dan karena mereka berdarah dingin, maka mereka lebih efisien dalam mengubah makanan menjadi protein. Serangga juga menghasilkan emisi yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan ternak tradisional, dan mereka tidak membutuhkan banyak tanah untuk tumbuh. Banyak serangga yang dapat mengonsumsi limbah pertanian, yang secara tidak langsung membantu untuk kebersihan lingkungan.

Banyak orang telah makan serangga tanpa mengetahuinya

The Defect Levels Handbook dari Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat menunjukkan bahwa, jika datang dalam hal makanan, maka tidak ada salahnya untuk menambahkan sedikit serangga. Organisasi tersebut menyatakan bahwa ada coklat yang mengandung 100 gram coklat dan 60 gram fragmen serangga pada enam sampel coklat, sedangkan pada selai, terdapat 30 gram fragmen serangga pada 100 gram selai.

Para peneliti mengklaim bahwa makan serangga lebih aman dibandingkan dengan makan daging. Serangga memiliki risiko yang jauh lebih rendah dalam menginfeksi manusia dengan penyakit zoonosis dari hewan ternak, meskipun telah dianjurkan bahwa serangga harus dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi untuk menghancurkan patogen yang membahayakan dalam tubuh mereka.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca