Apakah Acar Bermanfaat Bagi Kesehatan? Adakah Risikonya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020 . 3 mins read
Bagikan sekarang

Anda pasti sudah mengenal olahan dari timun yang biasa disajikan bersama hidangan lokal seperti nasi goreng atau sate. Ya, acar memang dikenal sebagai makanan pelengkap beberapa makanan khas Indonesia. Namun apa saja manfaat acar bagi kesehatan? Atau bahkan berbahaya bagi kesehatan? Berikut penjelasannya.

Perbedaan acar yang di fermentasi dan tidak

Tak hanya di Indonesia, di Amerika, Selandia baru, Swiss, dan beberapa negara Eropa lainnya, acar pada umumnya dibuat dari mentimun dan jenis sayuran lain yang direndam dalam cuka. Perbedaannya dengan Indonesia adalah acar yang Anda kenal atau yang menjadi pelengkap nasi goreng tidak melalui proses fermentasi. Sehingga rasa asamnya hanya berasal dari cuka.

Kebanyakan acar yang Anda temukan dan dijual bebas merupakan acar yang dibuat dengan cuka dan tidak difermentasi. Proses pembuatannya yaitu mentimun menyerap cuka dan rempah lainnya. Acar jenis ini juga mudah untuk dibuat sendiri di rumah.

Manfaat acar bagi kesehatan

Seperti sayuran pada umumnya, kandungan air pada acar sangat tinggi dan memiliki sedikit lemak dan protein. Acar juga tinggi akan konsentrasi vitamin karena campuran cuka dan garam mengeluarkan air dari sayuran yang menjadi bahan utamanya.

Mengonsumsi makanan yang difermentasi dapat membantu segala kondisi kesehatan mulai dari resistensi insulin hingga peradangan. Selain itu, berikut manfaat acar lainnya untuk kesehatan:

1. Sumber antioksidan

Saat buah atau sayur mentah disimpan tanpa dimasak terlebih dahulu, kandungan antioksidan di dalamnya tetap terjaga. Antioksidan merupakan mikronutrien yang membantu tubuh melawan serangan radikal bebas.

Memasak segala jenis makanan dapat menghilangkan nutrisi yang sensitif terhadap panas termasuk antioksidan. Sehingga, buah atau sayur yang dijadikan acar menyimpan banyak antioksidan.

2. Menyediakan mineral dan vitamin penting

Mengonsumsi acar tidak hanya lezat, tetapi juga memberi Anda vitamin penting seperti vitamin C, A, K, folat dan mineral seperti, zat besi, kalsium dan potasium.

Vitamin dan mineral merupakan mikronutrien yang sangat dibutuhkan tubuh. Manfaat acar ini di antaranya untuk melindungi Anda dari penyakit, membantu membangun imunitas, memperkuat tulang, memperbaiki penglihatan dan berbagai penyakit lainnya.

3. Meningkatkan sensitivitas insulin

Penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi acar yang dibuat menggunakan cuka dapat membantu mengontrol kadar gula darah.

Menurut American Diabetic Association, cuka membantu meningkatkan sensitivitas insulin pada orang dengan resistensi insulin atau diabetes tipe 2, terutama setelah mereka mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi. Manfaat acar bisa didapatkan karena asam asetat pada cuka dapat membantu orang yang memiliki masalah kesehatan ini.

Namun, tingkat konsumsi acar tetap harus dijaga untuk menghindari kelebihan asupan garam karena dapat meningkatkan tekanan darah.

Risiko mengkonsumsi acar

Manfaat acar memang baik untuk kesehatan, tetapi bukan berarti Anda dapat seenaknya mengonsumsinya. Menahan masa kedaluwarsa makanan membutuhkan peran dari garam. Karena itu, acar penuh akan kandungan garam.

Terlalu banyak mengonsumsi garam dapat meningkatkan tekanan darah, yang kemudian berisiko pada serangan jantung, stroke, diabetes, dan penyakit ginjal. Sodium juga dapat menghilangkan kalsium dari tulang Anda. Hal ini menyebabkan tulang rapuh dan meningkatkan risiko patah tulang.

Penelitian pada 2015 menemukan bahwa makanan tinggi garam dikaitkan dengan risiko kanker lambung, bersama dengan bir dan minuman keras.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24/04/2020 . 4 mins read

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17/04/2020 . 6 mins read

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang sulit diobati. Meski demikian, para ahli terus mencari cara untuk mengobati thalassemia hingga sembuh total.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/04/2020 . 5 mins read

Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Untuk membantu ibu hamil yang sesah tidur, obat dapat menjadi solusinya. Namun, Anda perlu memilih obat tidur yang aman dan tidak berisiko pada kehamilan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 01/04/2020 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020 . 4 mins read
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . 4 mins read
pengaruh tbc pada ibu hamil

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020 . 4 mins read
memilih terapis seks

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . 6 mins read