Apakah Acar Bermanfaat Bagi Kesehatan? Adakah Risikonya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Anda pasti sudah mengenal olahan dari timun yang biasa disajikan bersama hidangan lokal seperti nasi goreng atau sate. Ya, acar memang dikenal sebagai makanan pelengkap beberapa makanan khas Indonesia. Namun apa saja manfaat acar bagi kesehatan? Atau bahkan berbahaya bagi kesehatan? Berikut penjelasannya.

Perbedaan acar yang di fermentasi dan tidak

Tak hanya di Indonesia, di Amerika, Selandia baru, Swiss, dan beberapa negara Eropa lainnya, acar pada umumnya dibuat dari mentimun dan jenis sayuran lain yang direndam dalam cuka. Perbedaannya dengan Indonesia adalah acar yang Anda kenal atau yang menjadi pelengkap nasi goreng tidak melalui proses fermentasi. Sehingga rasa asamnya hanya berasal dari cuka.

Kebanyakan acar yang Anda temukan dan dijual bebas merupakan acar yang dibuat dengan cuka dan tidak difermentasi. Proses pembuatannya yaitu mentimun menyerap cuka dan rempah lainnya. Acar jenis ini juga mudah untuk dibuat sendiri di rumah.

Manfaat acar bagi kesehatan

Seperti sayuran pada umumnya, kandungan air pada acar sangat tinggi dan memiliki sedikit lemak dan protein. Acar juga tinggi akan konsentrasi vitamin karena campuran cuka dan garam mengeluarkan air dari sayuran yang menjadi bahan utamanya.

Mengonsumsi makanan yang difermentasi dapat membantu segala kondisi kesehatan mulai dari resistensi insulin hingga peradangan. Selain itu, berikut manfaat acar lainnya untuk kesehatan:

1. Sumber antioksidan

Saat buah atau sayur mentah disimpan tanpa dimasak terlebih dahulu, kandungan antioksidan di dalamnya tetap terjaga. Antioksidan merupakan mikronutrien yang membantu tubuh melawan serangan radikal bebas.

Memasak segala jenis makanan dapat menghilangkan nutrisi yang sensitif terhadap panas termasuk antioksidan. Sehingga, buah atau sayur yang dijadikan acar menyimpan banyak antioksidan.

2. Menyediakan mineral dan vitamin penting

Mengonsumsi acar tidak hanya lezat, tetapi juga memberi Anda vitamin penting seperti vitamin C, A, K, folat dan mineral seperti, zat besi, kalsium dan potasium.

Vitamin dan mineral merupakan mikronutrien yang sangat dibutuhkan tubuh. Manfaat acar ini di antaranya untuk melindungi Anda dari penyakit, membantu membangun imunitas, memperkuat tulang, memperbaiki penglihatan dan berbagai penyakit lainnya.

3. Meningkatkan sensitivitas insulin

Penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi acar yang dibuat menggunakan cuka dapat membantu mengontrol kadar gula darah.

Menurut American Diabetic Association, cuka membantu meningkatkan sensitivitas insulin pada orang dengan resistensi insulin atau diabetes tipe 2, terutama setelah mereka mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi. Manfaat acar bisa didapatkan karena asam asetat pada cuka dapat membantu orang yang memiliki masalah kesehatan ini.

Namun, tingkat konsumsi acar tetap harus dijaga untuk menghindari kelebihan asupan garam karena dapat meningkatkan tekanan darah.

Risiko mengkonsumsi acar

Manfaat acar memang baik untuk kesehatan, tetapi bukan berarti Anda dapat seenaknya mengonsumsinya. Menahan masa kedaluwarsa makanan membutuhkan peran dari garam. Karena itu, acar penuh akan kandungan garam.

Terlalu banyak mengonsumsi garam dapat meningkatkan tekanan darah, yang kemudian berisiko pada serangan jantung, stroke, diabetes, dan penyakit ginjal. Sodium juga dapat menghilangkan kalsium dari tulang Anda. Hal ini menyebabkan tulang rapuh dan meningkatkan risiko patah tulang.

Penelitian pada 2015 menemukan bahwa makanan tinggi garam dikaitkan dengan risiko kanker lambung, bersama dengan bir dan minuman keras.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 20, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 20, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca