Manfaat dan Efek Samping Jahe untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jahe sudah sejak lama dikenal sebagai obat tradisional untuk mengatasi mual dan muntah. Ini sebabnya jahe kerap dikonsumsi untuk meredakan morning sickness pada ibu hamil. Kandungan aktif di dalamnya diyakini bisa meredakan gangguan pencernaan sehingga kehamilan terasa lebih nyaman.

Meski bermanfaat, pemberian jahe untuk ibu hamil sebetulnya tak boleh sembarangan. Konsumsi jahe secara berlebihan justru dapat menimbulkan efek samping terhadap ibu dan janin. Simak informasi berikut untuk mengetahui manfaat jahe bagi ibu hamil dan aturan mengonsumsinya.

Manfaat jahe selama kehamilan

Jahe adalah salah satu herba yang paling menyehatkan, sebab zat gizi dan senyawa aktif di dalamnya memberikan manfaat tersendiri bagi kesehatan. Selain itu, jahe juga relatif aman dikonsumsi semua orang, termasuk ibu hamil dengan segala keluhannya.

Secara umum, berikut manfaat yang akan diperoleh ibu hamil dari mengonsumsi jahe:

1. Meredakan gejala morning sickness

Morning sickness merupakan salah satu keluhan umum pada ibu hamil, terutama pada trimester awal kehamilan. Kondisi ini ditandai dengan mual dan muntah yang kadang bertambah parah akibat bau, makanan tertentu, panas, dan lain-lain.

Jahe mengandung dua zat aktif yang disebut gingerol dan shogaol. Keduanya bekerja pada reseptor sistem pencernaan dan membantu mempercepat pengosongan lambung. Dengan mengosongkan lambung, rasa mual akan berangsur hilang.

Manfaat ini sebelumnya pernah dibuktikan oleh sejumlah studi dalam Nutrition Journal. Pemberian suplemen jahe sebanyak 1,1-1,5 gram untuk ibu hamil ternyata dapat mengurangi mual secara drastis, tapi mereka tidak menyebutkan efeknya pada muntah.

2. Meredakan nyeri otot dan perut

Ibu hamil biasanya mengeluhkan nyeri otot akibat lonjakan hormon dan perubahan pada tubuhnya. Selain nyeri, Anda mungkin juga mengalami kram paha dan bokong selama hamil. Meskipun wajar, kondisi ini tentu membuat kehamilan terasa tidak nyaman.

Untungnya, jahe bisa meredakan nyeri otot karena mengandung senyawa antiperadangan. Senyawa ini memang tidak langsung menghilangkan titik pusat nyeri, tapi setidaknya bisa mengurangi sakit perut selama hamil.

Pada sebuah penelitian dalam jurnal Phytotherapy Research, konsumsi dua gram jahe selama 11 hari terbukti mengurangi nyeri akibat olahraga. Meski bukan disebabkan oleh kehamilan, senyawa antiradang dalam jahe mungkin tetap bermanfaat bagi ibu hamil.

3. Melancarkan pencernaan

Konsumsi jahe juga bermanfaat untuk kelancaran pencernaan ibu hamil. Selama mengandung, ibu hamil rentan mengalami heartburn dan asam lambung naik. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh perubahan hormon atau tekanan kepala janin pada perut ibu.

Senyawa gingerol dan shogaol pada jahe membantu mempercepat pencernaan dalam lambung. Dengan begitu, lambung akan lebih cepat kosong sehingga mengurangi kemungkinan asam lambung naik menuju kerongkongan.

Pada sebuah studi dalam World Journal of Gastroenterology, konsumsi jahe secara rutin dapat mempercepat pengosongan lambung hingga empat menit. Ini berarti makanan yang ada dalam lambung akan bergerak lebih cepat menuju tahap pencernaan selanjutnya.

Efek samping jahe bagi ibu hamil

jahe untuk obat batuk berdahak

Berbeda dengan obat-obatan, tidak ada patokan dosis pasti bagi ibu hamil yang ingin mengonsumsi jahe. Namun, para ahli menyarankan agar ibu hamil tidak mengonsumsi lebih dari 1.000 miligram jahe dalam sehari.

Jumlah tersebut setara dengan empat cangkir teh jahe instan. Jika Anda suka membuat teh atau sup jahe sendiri, batas amannya kira-kira setara dengan satu sendok teh jahe parut yang sudah dikeringkan.

Tidak ada bukti ilmiah bahwa pemberian jahe untuk ibu hamil meningkatkan risiko bayi lahir prematur, keguguran, atau komplikasi lainnya. Akan tetapi, konsumsi jahe dekat dengan waktu persalinan dikhawatirkan akan meningkatkan risiko perdarahan.

Konsumsi jahe secara berlebihan juga dapat memicu sejumlah efek samping. Mengacu beberapa penelitian sebelumnya, efek samping tersebut antara lain:

  • sakit kepala dan pusing
  • rasa tidak nyaman atau terbakar pada perut
  • mengantuk dan lesu
  • heartburn
  • diare

Apabila Anda mengalami gejala tersebut setelah makan sesuatu yang menggunakan jahe, berarti Anda perlu mengurangi jumlahnya. Batasi asupannya agar tidak melebihi 1.000 miligram sehari dan jangan dikonsumsi terus-menerus.

Jika Anda ingin mengonsumsi jahe selama kehamilan, sebaiknya pilihlah dari sumber yang lebih ‘aman’ seperti jahe segar dalam masakan atau teh jahe. Jangan meminum suplemen jahe sembarangan, apalagi tanpa sepengetahuan dokter. Pasalnya, dosis suplemen biasanya besar sehingga perlu disesuaikan dengan kebutuhan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Asam Lambung Naik Bikin Perut Perih? Yuk, Redakan Dengan Konsumsi Jahe!

Manfaat jahe bukan hanya dapat menghangatkan tubuh yang kedinginan. Tanaman herbal yang satu ini ternyata juga bisa menjadi obat asam lambung alami, lho!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Gangguan Pencernaan, Gastritis, Health Centers 07/03/2019 . Waktu baca 4 menit

5 Pilihan Teh Herbal untuk Membantu Mengatasi Gejala IBS

Minum teh herbal bisa membantu mengatasi gejala IBS saat kambuh dan menyerang. Untuk itu, yuk seduh teh herbal sebagai perawatan alami untuk IBS.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Gangguan Pencernaan, Health Centers 01/03/2019 . Waktu baca 4 menit

Sering Merasa Mual Setelah Kemoterapi, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Pasien kanker yang baru selesai kemoterapi sering kali terganggu dengan rasa mual yang ditimbulkan. Simak cara mengatasi mual setelah kemoterapi disini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/02/2019 . Waktu baca 4 menit

5 Tanaman Obat yang Mudah Dibudidayakan di Rumah, Plus Manfaatnya

Di Indonesia, tanaman obat alias tanaman biofarmaka lebih biasa dikenal dengan sebutan TOGA. Apa saja yang bisa ditanam sendiri di rumah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/01/2019 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

empon-empon

Manfaat Empon-empon untuk Kesehatan dan Cara Membuatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . Waktu baca 5 menit
kurkumin corona

Benarkah Kurkumin dalam Temulawak Bisa Cegah Penyebaran COVID-19?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 19/02/2020 . Waktu baca 6 menit
alasan main gadget di kendaraan bikin pusing

Alasan Medis Mengapa Main HP (atau Gadget Lainnya) di Mobil Bikin Mual

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 07/01/2020 . Waktu baca 3 menit
manfaat jahe untuk haid

Redakan Kram Perut Saat Menstruasi dengan Konsumsi Jahe

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/09/2019 . Waktu baca 3 menit