Kanker lambung merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya tumor ganas atau sel kanker yang tumbuh pada dinding lambung. Perkembangan sel tak normal untuk menjadi tumor dan kanker cenderung berjalan lambat dan membutuhkan waktu bertahun-tahun. Meskipun demikian, kanker ini cukup berbahaya dan merupakan kanker penyebab kematian ketiga terbesar di dunia.

Lambung merupakan organ penting dari sistem saluran pencernaan bagian atas. Lambung berperan dalam penyerapan nutrisi dari makanan dan memindahkan sisa makanan ke dalam saluran usus. Gejala utama dari kanker lambung merupakan masalah saluran pencernaan, khususnya dalam proses penyerapan nutrisi makanan.

Penanganan dini sangat diperlukan untuk menyembuhkan pasien kanker lambung. Sayangnya, perkembangan kanker ini cenderung sulit untuk terdeteksi sehingga sering terdiagnosis pada stadium lanjut dan sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Hal tersebut menyebabkan kanker lambung sulit teratasi.

Bagaimana kanker lambung bisa terjadi?

Dinding lambung terdiri dari tiga lapisan yaitu mucosal (bagian dalam), muscularis (bagian tengah) dan serosal (bagian luar).  Kanker lambung terjadi akibat tumbuhnya sel yang tidak normal pada dinding lambung bagian mucosal. Seiring dengan berjalannya waktu, kanker dapat menyebar ke bagian luar dinding lambung dan juga organ lainnya di sekitar lambung.

Penyebab dan faktor risiko kanker lambung

Belum diketahui secara pasti apa penyebab utama munculnya sel abnormal yang lantas berkembang menjadi kanker pada dinding lambung.

Namun, infeksi bakteri penyebab luka dinding lambung yaitu H. pylori diketahui dapat memicu timbulnya kanker melalui berbagai proses peradangan seperti gastritis. Kondisi kesehatan seperti mengalami penyakit anemia pernisiosa dan memiliki polip pada dinding lambung juga meningkatkan risiko terjadinya kanker di lambung.

Hal lainnya yang juga meningkatkan risiko kanker pada lambung seperti:

  • Merokok.
  • Mengalami obesitas.
  • Sering mengonsumsi makanan olahan dan yang diasinkan.
  • Kurang aktivitas fisik.
  • Terlalu sering makan daging.
  • Riwayat kecanduan alkohol.
  • Mengalami operasi perut akibat ulserasi.

Selain faktor risiko di atas, kanker yang tumbuh di lambung cenderung lebih banyak ditemukan pada kelompok laki-laki berusia lanjut.

Di samping itu, infeksi akibat makan makanan yang sudah tercemar akibat penyimpanan dan pengolahan yang tidak sesuai juga bisa membuat Anda lebih rentan. Ada pula risiko kanker yang diturunkan dalam keluarga.

Gejala kanker lambung

Kanker lambung sering tidak terdeteksi karena tidak memiliki gejala awal yang cukup kentara. Seseorang kemungkinan merasakan gejala ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut.

Bebrapa gejala umum kanker pada lambung di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Mual dan muntah-muntah
  • Mengalami gejala refluks asam lambung seperti dada dan lambung bagian atas terasa perih (heartburn)
  • Kehilangan nafsu makan dan dapat disertai dengan penurunan berat badan yang drastis
  • Merasa ingin muntah terus menerus
  • Kesulitan menelan
  • Lebih mudah merasa kenyang meskipun makan dalam porsi yang sedikit
  • Buang air besar berdarah
  • Mengalami gejala penyakit kuning
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Mengalami kelelahan berlebih
  • Perut sering terasa sakit dan bertambah parah setelah makan

Bagaimana kanker lambung dapat dikenali

Kanker lambung dapat dikenali dengan beberapa pemeriksaan. Hal ini dibutuhkan bagi seseorang yang mengalami gejala dan faktor risiko kanker. Perkembangan kanker dalam tubuh pasien dapat didiagnosis dengan :

  • Pemeriksaan darah untuk melihat tanda perkembangan kanker pada tubuh.
  • Endoskopi bagian atas menggunakan selang fleksibel dengan kamera yang dimasukan dari mulut dan tenggorokan untuk memeriksa saluran cerna bagian atas.
  • Pemeriksaan sinar-X yang mengharuskan pasien menelan cairan barium untuk dapat melihat lebih jelas.
  • CT scan, yaitu pemindaian medis dengan sinar-X yang kuat untuk melihat tubuh bagian dalam.
  • Biopsi atau pemeriksaan sel kanker dengan mengambil dan memeriksa jaringan lambung.

Apa yang dapat dilakukan?

Terdapat beberapa pilihan pengobatan untuk mengatasi kanker di lambung. Pemilihan metode dan intensitas pengobatan ditentukan oleh kondisi kesehatan pasien dan juga perkembangan kanker lambung. Berikut beberapa metode pengobatan yang mungkin dianjurkan dokter.

  • Pembedahan dilakukan dengan mengangkat kanker dan beberapa jaringan lainnya di sekitar sel kanker yang sudah terkena. Pembedahan dan pengangkatan juga dilakukan pada organ lainnya ketika sel kanker sudah menyebar. Metode ini juga harus dilakukan ketika kanker menghambat makanan dalam saluran cerna.
  • Kemoterapi bekerja dengan cara mencegah pertumbuhan dan/atau membunuh sel kanker.
  • Radiasi digunakan untuk membunuh dan mengurangi ukuran sel kanker. Metode ini dapat dikombinasikan dengan kemoterapi untuk mengecilkan ukuran kanker sebelum pembedahan.
  • Targeted drugs merupakan metode pengobatan tertentu yang hanya membunuh sel kanker. Maka, jenis pengobatan ini memiliki efek samping yang lebih sedikit.

Pencegahan kanker jenis ini dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat secara keseluruhan dan tidak merokok. Di samping itu, mengatur pola makan merupakan hal penting dalam mencegah kanker lambung. Hal ini dapat dilakukan dengan konsumsi buah secara rutin dan mengurangi makanan tinggi garam dan yang telah diawetkan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca