Kenapa Ada Orang yang Sangat Takut Dengan Darah, Bahkan Sampai Pingsan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Darah sangat penting bagi kehidupan manusia. Fungsinya sangat beragam, seperti menyuplai oksigen dan nutrisi makanan ke seluruh tubuh supaya organ tubuh dapat bekerja dengan normal. Selain itu, darah juga mengalirkan hormon dan melawan infeksi. Saat Anda terjatuh atau tergores, kulit yang terluka akan mengeluarkan darah. Meski hanya luka kecil, ada sebagian orang yang sangat takut ketika melihat darah. Lantas, apa penyebabnya? Yuk, carai tahu alasan kenapa ada orang yang sangat takut darah berikut ini.

Kenapa ada orang yang takut darah?

Takut darah merupakan salah satu jenis fobia yang dikenal dengan hemofobia. Istilah ini diambil dari bahasa Yunani “haima” yang berarti darah dan “phobos” yang artinya ketakutan. Selain itu, hemofobia juga dikenal dengan hematofobia.

Kondisi ini menyebabkan seseorang merasa cemas, mual, bahkan dapat pingsan ketika melihat darah. Baik darah yang keluar dari tubuhnya, orang lain, binatang, bahkan dari film atau gambar.

Apa saja gejalanya?

Semua fobia memiliki gejala fisik dan emosi yang serupa. Meski berbeda-beda pada setiap orang, gejala yang umumnya terjadi pada orang dengan hemofobia adalah:

  • Sulit bernapas
  • Jantung berdetak cepat diikuti nyeri dada
  • Badan gemetar, pusing, mual dan berkeringat
  • Perasaan cemas atau panik yang ekstrem
  • Hilang kendali dan halusinasi
  • Hilang kesadaran
  • Merasa ketakutan dan tidak berdaya

Pada beberapa kasus, hemotofobia juga menyebabkan respons vasovagal. Kondisi ini menandakan tekanan darah dan detak jantung mengalami penurunan. Ini merupakan gejala unik dari hemofobia yang tidak umum terjadi pada fobia lainnya.

Sementara anak-anak yang takut darah, biasanya menunjukkan gejala, seperti mengamuk, menangis, berusaha keras untuk bersembunyi atau terus menempel pada orang lain untuk mendapatkan keamanan, serta menolak untuk melihat hal-hal berhubungan dengan darah.

Siapa saja yang berisiko dengan hematopobia?

Hemofobia adalah fobia spesifisik yang sering kali muncuk pada masa kanak-kanak, sekitar usia 10 hingga 13 tahun. Ketakutan ekstrem ini biasanya juga muncul bersamaan gangguan psikoneurotik, seperti agorafobia, fobia hewan, tripanofobia (takut jarum suntik), misofobia (takut kuman) dan serangan panik.

Selain memiliki gangguan psikoneurotik, takut dengan darah lebih mungkin terjadi pada orang-orang dengan kondisi seperti berikut ini:

  • Faktor keturunan atau diasuh oleh orangtua dan pengasuh yang memiliki cemas berlebihan atau terlalu protektif
  • Mengalami trauma seperti kecelakaan yang menyebabkan keluar banyak darah atau kematian

Lalu, bagaimana perawatannya?

Gejala takut dengan ular bisa ringan maupun parah. Jadi, pengobatan akan disesuaikan dengan keparahan gejala. Namun, umumnya ketakutan ekstrem ini dapat diatasi dengan beberapa cara, seperti:

Terapi kognitif dan relaksasi

Mengendalikan perasaan takut dengan darah dapat dilakukan dengan terapi. Caranya, mengganti pikiran Anda yang negatif terhadap darah menjadi pikiran positif. Dengan begitu, selama melihat darah, Anda kemungkinan besar dapat mengendalikan diri dari ketakutan. Mungkin Anda perlu menjalani tes melihat darah beberapa kali dari gambar atau film supaya lebih terbiasa.

Selain rasa takut, hemafobia juga membuat Anda cemas. Kecemasan tersebut dapat Anda atasi dengan terapi relaksasi. Yaitu, melatih pernapasan supaya napas jadi lebih baik, stres dan cemas dapat berkurang, serta pikiran jadi lebih jernih.

Minum obat

Selain terapi, cara lain untuk mengatasi hemofobia adalah minum obat. Dokter akan memberikan obat antidepresan dan anticemas, serta obat lainnya yang bisa membantu kondisi Anda jadi lebih baik lagi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cherophobia Adalah Fobia yang Membuat Anda Takut Bahagia

Cherophobia adalah sebutan bagi orang yang mengalami rasa takut berlebihan terhadap rasa bahagia. Apa penyebab dan ciri-cirinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 14 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengetahui Penyebab dan Cara Mengatasi Fobia Ular

Rasa takut pada ular sangatlah wajar, tapi ketakutan yang menjadi fobia dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Apa saja penyebab dan cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 8 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Tips Menghadapi Ketakutan Saat Anda Mau Disuntik

Tidak semua orang berani untuk disuntik. Jika Anda memang takut disuntik, lihat tips mengatasi ketakutan tersebut di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 30 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan antara Fobia dan Rasa Takut

Banyak orang yang mengira bahwa ketakutan biasa dan fobia hampir mirip. Ternyata, beberapa penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antara fobia dan takut.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 13 Juli 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

somniphobia

Mengenal Somniphobia, Ketika Seseorang Takut Akan Jatuh Tertidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 22 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit
ommetaphobia

Mengenal Ometaphobia, Ketika Seseorang Takut Berlebihan pada Mata

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 26 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
perkembangan psikologi anak

Mengenal Pedophobia, Ketakutan Terhadap Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 15 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
automatonophobia

Automatonophobia, Takut Pada Benda yang Mirip Manusia

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 6 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit