Hati (Liver) Manusia Ternyata Bisa Tumbuh Lagi Seperti Ekor Cicak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tubuh manusia telah dirancang sedemikian rupa dengan berbagai kemampuan menakjubkan. Salah satu kemampuan yang dimiliki tubuh manusia adalah melakukan regenerasi (pembaruan) organ hati. Organ hati manusia, yang juga disebut liver, memang bisa tumbuh lagi kalau ada kerusakan atau jika Anda mendonorkan sebagian organ hati Anda untuk orang lain. Secara sederhana, proses pembaruan ini mirip seperti buntut cicak yang akan tumbuh lagi kalau putus.

Bagaimana mungkin hati manusia bisa tumbuh lagi? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, ya.

Bagaimana hati manusia bisa tumbuh lagi kalau ada kerusakan?

Sejumlah penelitian bahkan berhasil membuktikan bahwa organ hati Anda bisa tumbuh lagi walaupun hanya ada 25 persen sisa organ yang masih berfungsi.

Proses regenerasi bisa terjadi karena hepatosit, sel utama yang membentuk organ hati, mampu menggandakan diri. Hepatosit bekerja mirip sel induk (sel punca) dalam artian hepatosit dapat menggandakan diri. Setelah hepatosit menggandakan diri, sel lainnya juga akan mengikuti dan memecah jadi beragam sel yang berbeda. Sel-sel baru tersebut lantas membentuk sebuah struktur baru, menyerupai organ hati manusia yang asli.

Meski bisa tumbuh lagi, hati yang sudah mengalami regenerasi (perbaikan atau pembaruan) memang tidak akan sama persis seperti sebelumnya. Ukurannya bisa saja sama, tapi bentuknya mungkin berbeda. Kemampuannya dalam menjalankan fungsi metabolisme juga mungkin tak sehebat organ asli Anda. Ini semua tergantung pada seberapa kuat penggandaan dan pemecahan sel-sel yang terjadi selama proses regenerasi. Pasalnya, sel hepatosit belum secanggih sel induk.

Bisakah organ tubuh manusia yang lain tumbuh lagi seperti hati?

Hanya hati manusia yang sejauh ini mampu beregenerasi atau tumbuh kembali. Bagian tubuh Anda yang lain, seperti tulang dan kulit, memang bisa memperbaiki diri. Akan tetapi, sel hepatosit hanya bisa beregenerasi menjadi sel hepatosit, bukan sel-sel lainnya yang mungkin dibutuhkan.

Ini karena hati manusia adalah organ yang bertugas untuk menampung dan membuang racun-racun dalam tubuh. Organ inilah yang paling rawan mengalami kerusakan. Kalau liver berhenti berfungsi, manusia bisa meninggal dalam sekejap. Maka, hati manusia memiliki sistem khusus untuk beregenerasi kalau ada jaringan atau bagian yang hancur.

Sedangkan manusia masih bisa bertahan hidup tanpa bagian tubuh tertentu, misalnya kaki atau tangan. Jadi daripada membuang energi terlalu banyak untuk meregenerasi bagian tubuh yang kurang vital, tubuh manusia lebih mementingkan regenerasi organ vital.

Ekor cicak sendiri bisa tumbuh lagi dalam waktu singkat karena ukuran dan sistem jaringan tubuh cicak tidak sebesar dan serumit manusia. Maka, energi yang dibutuhkan untuk menumbuhkan ekornya setelah putus pun tidak terlalu besar.

penyakit hati

Lalu kenapa masih ada penyakit hati yang menyerang manusia?

Sayangnya, sel hepatosit yang membentuk organ hati Anda punya keterbatasan. Kalau kerusakan yang terjadi pada hati terlalu berlebihan, hepatosit tidak bisa beregenerasi.

Selain itu, kalau kerusakannya sudah cukup parah, justru jaringan parut yang akan tumbuh menutupi liver. Jaringan parut ini yang akhirnya menggantikan jaringan-jaringan yang telah rusak, bukannya jaringan baru yang dibentuk dari sel hepatosit. Inilah mengapa Anda bisa saja tetap kena sirosis hingga kegagalan fungsi hati.  

Maka cara terbaik untuk menjaga kesehatan hati manusia adalah berhenti merokok, membatasi konsumsi minuman beralkohol, menghindari makanan yang sudah tercemar pestisida dan zat kimia berbahaya lainnya, serta menjalani pola hidup sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Psoriasis pada Kulit Kepala

Selain menyebabkan kepala terasa sangat gatal, psoriasis kulit kepala juga bisa bikin rambut Anda jadi cepat rontok dari biasanya. Kenapa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit