Bagaimana Membedakan Gejala Tipes dan Maag?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 September 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Perut terasa kembung dan nyeri? Banyak orang yang menganggap hal itu adalah gejala maag. Namun, gejala tersebut juga bisa Anda alami ketika Anda mengalami penyakit tipes. Kedua penyakit ini sering kali menyebabkan perut Anda kembung dan tak nyaman. Meski begitu, sebenarnya kedua penyakit ini adalah penyakit yang berbeda. Lantas, apa bedanya gejala maag dengan tipes? Simak penjelasan di bawah ini, ya.

Gejala tipes dan maag, bagaimana membedakannya?

Tipes atau demam tifoid adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi di dalam minuman atau makanan tidak steril. Sementara, maag adalah sebutan dari sekumpulan gejala gangguan pencernaan yang sebenarnya tak ada di dalam kamus kesehatan.

Ketika seseorang mengalami sakit perut, perut kembung, mual, ulu hati terasa sakit atau panas, maka Anda mungkin berpikir kalau itu adalah maag. Dalam dunia medis, maag dapat disebut dengan gastritis, yaitu peradangan atau luka di lambung akibat berbagai hal. Biasanya, gangguan kesehatan ini disebabkan oleh naiknya asam lambung akibat pola makan yang kurang baik.

Sementara, sakit perut yang dirasakan ketika mengalami gejala tipes disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang bagian pencernaan. Jadi, ketika bakteri yang ada di dalam makanan atau minuman Anda masuk ke dalam tubuh, bakteri tersebut akan bertahan dan berkembang di dalam organ pencernaan selama kurang lebih tiga minggu.

Setelah itu, bakteri akan menyebar melalui pembuluh darah dan semakin membuat sistem kekebalan tubuh melemah.

Bagaimana saya tahu kalau yang saya alami adalah gejala tipes?

Meskipun sama-sama menimbulkan gejala nyeri dan kram perut, gejala tifus biasanya akan disertai dengan gejala lain, tak hanya gangguan pencernaan saja. Gejala tipes lainnya seperti:

  • Sakit kepala
  • Demam lebih dari 38 derajat Celcius
  • Diare atau sembelit (sulit BAB)
  • Nafsu makan menurun

Gejala tipes ini biasanya akan muncul setelah 1-2 minggu seseorang terinfeksi bakteri Salmonella. Ketika Anda mengalami hal tersebut, maka bisa jadi Anda terserang penyakit infeksi ini. Maka dari itu sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui keadaan tubuh Anda lebih lanjut.

Penyakit tipes tidak boleh diremehkan

Banyak orang yang tidak menyadari dirinya terserang penyakit infeksi ini. Padahal bila penyakit tipes tak ditangani dengan tepat dan segera, akan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan lain yang lebih serius. Masalah kesehatan yang mengintai jika kondisi ini tak diatasi dengan cepat yaitu:

  • Perdarahan di organ pencernaan
  • Muntah dan BAB berdarah
  • Sulit bernapas

Namun, jika penyakit infeksi ini dapat ditangani dengan cepat, pemulihannya tak membutuhkan waktu yang lama. Untuk pengobatan, dokter akan memberikan antibiotik agar bakteri tidak berkembang dan tumbuh kembali.

Selain itu, dokter juga akan memberikan pengobatan untuk meringankan atau mengatasi gejala yang muncul, misalnya memberikan pasien oralit jika mengalami diare akut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Multivitamin anak biasanya dikemas menarik dan rasanya enak seperti permen. Nah, ada juga multivitamin gummy khusus orang dewasa. Tapi benarkah lebih sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Yang Harus Anda Tahu Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI

Mungkin Anda diminta untuk melakukan pemeriksaan MRI, tapi apakah Anda sudah tahu apa saja yang harus dipersiapkan bila ingin melakukan pemeriksaan ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Perawatan paliatif adalah perawatan suportif yang umumnya dijalani pasien kanker. Namun, seperti apa sih perawatan ini? Pelajari selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

Bagi Anda yang memiliki mata minus, pasti ingin lepas dari ketergantunga kacamata atau lensa. Lalu apakah mungkin mengurangi mata minus? Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi obat antibiotik

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit
perawatan dalam mengatasi alergi obat

Cara Mengatasi Alergi Obat yang Tepat dan Perawatannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit
ciri-ciri dan gejala alergi dingin

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit
mencium spidol

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit