Apa Akibatnya Kalau Tubuh Mengalami Gangguan Elektrolit?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mendengar kata elektrolit, kebanyakan orang atau mungkin juga Anda akan langsung membayangkan iklan minuman isotonik atau minuman olahraga. Ya, jenis minuman ini memang dapat membantu menggantikan elektrolit yang hilang sehabis Anda berolahraga atau beraktivitas. Tidak hanya itu, minuman isotonik juga diklaim dapat membantu mengatasi gangguan elektrolit.

Gangguan elektrolit itu apa, sih?

apa itu elektrolit

Cairan di dalam tubuh kita terdiri dari banyak zat, salah satunya berupa elektrolit. Elektrolit itu sendiri adalah komponen bermuatan positif dan negatif yang berperan penting untuk kesehatan tubuh. Mulai dari meningkatkan fungsi saraf dan otot, mengoptimalkan aktivitas otak, serta membangun kembali jaringan tubuh yang rusak.

Dibandingkan bayi dan anak-anak, orang dewasa dan usia lanjut lebih rentan mengalami gangguan elektrolit. Lantas, apa itu gangguan elektrolit?

Gangguan elektrolit adalah kondisi saat elektrolit dalam tubuh jadi tidak seimbang. Hal ini bisa terjadi karena tubuh Anda mengandung terlalu banyak elektrolit atau malah kekurangan elektrolit yang dibutuhkan.

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan elektrolit di tubuh Anda jadi tak seimbang, di antaranya:

  • Olahraga terlalu keras
  • Diare atau muntah dalam waktu yang lama
  • Pola makan yang buruk
  • Dehidrasi berat
  • Penyakit seperti gagal jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker
  • Pengobatan kanker
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti antibiotik dan obat diuretik

Tanda dan gejala gangguan elektrolit

kanker usus besar stadium lanjut

Gejala gangguan elektrolit berbeda-beda, tergantung dari jenis elektrolit mana yang jumlahnya tidak seimbang dalam tubuh. Jika kadar magnesium, natrium, kalium, atau kalsium dalam tubuh tidak seimbang, maka hal ini dapat menimbulkan gejala seperti:

  • Detak jantung tidak normal
  • Tubuh lemas
  • Kelainan tulang
  • Tekanan darah tidak stabil
  • Kelainan sistem saraf
  • Kejang otot
  • Tubuh mati rasa

Sedangkan jika kadar kalsium dalam darah terlalu banyak, misalnya karena Anda sedang menjalani terapi pengobatan kanker payudara atau kanker paru-paru, maka Anda akan mengalami tanda-tanda berikut:

  • Sering buang air kecil
  • Detak jantung tidak teratur
  • Kelelahan
  • Mual, muntah, dan sakit perut
  • Mulut kering
  • Hilangnya nafsu makan
  • Sembelit
  • Koma

Elektrolit yang hilang maupun berlebih dalam tubuh harus segera diseimbangkan kembali supaya tubuh tetap sehat. Jika kelebihan elektrolit terus dibiarkan, maka hal ini dapat memperberat kerja ginjal untuk menyaringnya dan memicu sakit ginjal.

Begitu juga bila tubuh terus-terusan kekurangan elektrolit, maka hal ini bisa berakibat fatal. Mulai dari menyebabkan kejang, koma, hingga henti jantung.

Bila Anda mulai mengalami salah satu atau beberapa gejala gangguan elektrolit di atas, sebaiknya jangan tunda lagi untuk periksa ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

Jika telinga Anda gatal, jangan digaruk atau dicungkil dengan jari. Ketahui dulu, penyebab telinga gatal, baru Anda akan tahu bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

Terlepas manfaatnya bagi tubuh, romaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan. Simak efek samping aromaterapi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Komplikasi Asam Urat yang Berbahaya untuk Kesehatan dan Perlu Diwaspadai

Asam urat Anda sering kambuh? Yuk, segera obati. Jika tidak, hal ini bisa memicu komplikasi akibat asam urat yang bahaya bagi tubuh. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Jangan Salah, Kenali Perbedaan antara Rematik dan Asam Urat

Rematik dan asam urat adalah dua penyakit beda, yang sama-sama bikin nyeri sendi. Apa saja perbedaan asam urat dan rematik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
eksim kering dan eksim basah

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit