Jangan Membuat Keputusan Penting Saat Nafsu Seks Sedang Tinggi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ayo ngaku saja, siapa yang pernah buru-buru swipe kanan begitu lihat profil Tinder yang menggoda perhatian? Eh tapi setelah janjian ketemuan, si dia ternyata mantan pacar sahabat sendiri. Malunya itu, lho!

Tidak bisa dipungkiri kita semua pernah melakukan hal yang benar-benar bodoh dalam hidup. Ya, termasuk contoh di atas. Dan mungkin, setengah dari keputusan konyol ini Anda buat saat sedang terangsang — alias horny. Kok bisa ya?

Gairah seks menurunkan kewaspadaan dan kemampuan Anda mengambil keputusan

Dua psikolog Kanada menyelidiki bagaimana gairah seks mungkin berdampak pada pengambilan keputusan dan tindakan berisiko, baik itu dalam lingkup seksual maupun di luar kamar tidur.

Mereka melakukannya dengan melakukan dua percobaan: Dalam percobaan pertama, satu kelompok peserta ditunjukkan film porno atau membaca cerita fiksi erotika, sementara yang lain diberikan video netral, dan kemudian masing-masing dinilai tingkat gairahnya; mereka ditanya tentang hingga sejauh apa mereka bersedia untuk terlibat dalam perilaku seksual berisiko, seperti berhubungan seks tanpa kondom dengan pasangan baru. Dan pada percobaan kedua, peneliti menggunakan video klip yang sama dari percobaan pertama, tapi kali ini membiarkan peserta memainkan Blackjack, permainan kartu, di komputer.

Para peneliti menemukan bahwa kelompok orang yang terangsang orang yang melaporkan mereka lebih terangsang juga lebih mungkin untuk mengambil risiko. Dalam percobaan pertama, orang yang mengalami peningkatakan gairah seks yang lebih besar lebih mungkin untuk menunjukkan kesediaan untuk terlibat dalam perandaian praktek seks yang tidak aman, sedangkan pada percobaan kedua, orang yang lebih terangsang seseorang dilaporkan menunjukkan kecenderungan impulsif dan kemauan yang lebih besar untuk membuat keputusan berisiko dalam permainan Blackjack.

Gairah seksual membuat Anda jadi memiliki kurang kontrol diri, ungkap penulis studi Shayna Sparling, Ph.D. Masih terkait dengan temuan Sparling, penelitian sebelumnya di Belanda tahun 2012 menemukan bahwa wanita cenderung tidak sejijik biasanya saat menyentuh cairan tubuh atau terlibat dalam fetish baru saat terangsang. Studi yang sama juga menunjukkan bahwa wanita bisa lebih menolerir gambar-gambar kejam dan menakutkan saat terangsang sehabis menonton film porno. Ini menunjukkan bahwa seks atau gairah seksual menurunkan kewaspadaan kita di lebih dari satu cara.

Apa yang terjadi pada otak saat Anda sedang terangsang?

Tim peneliti dari Irlandia menemukan hubungan antara satu wilayah tertentu dari korteks prefrontal medial, yang disebut korteks paracingulate, dan pengambilan keputusan seseorang tentang seks dan kencan. Wilayah ini diaktifkan dengan aktivitas yang meningkat ketika peserta penelitian diperlihatkan foto-foto orang secara acak; untuk kemudian diminta pendapatnya, ”menarik” atau “tidak menarik”.

Sementara itu, korteks prefrontal ventromedial, yang berada lebih dekat ke depan kepala, menjadi sangat aktif ketika peserta memandang wajah yang mereka pikir menarik perhatian. Tapi ada satu hal: Wilayah ini justru akan paling aktif ketika melihat wajah-wajah tertentu yang telah disepakati oleh orang banyak sebagai “wajah seksi”. Tentu saja, orang tidak selalu setuju pada yang terlihat seksi. Ketika orang melihat wajah yang memicu gairah seks mereka tetapi tidak mendapatkan penilaian yang bagus dari orang lain, daerah yang berbeda diaktifkan: korteks prefrontal rostromedial, segmen dari korteks prefrontal medial terletak lebih rendah di otak. Daerah ini dikenal sangat penting dalam keputusan sosial.

Lebih lanjut, gairah seks tidak selalu hanya memengaruhi kemampuan Anda untuk membuat keputusan, tapi juga memengaruhi motivasi di balik keputusan tersebut. Di antara penilaian yang dibuat dalam wilayah ini adalah bagaimana miripnya orang lain dengan Anda. Seseorang lebih cenderung untuk mencari orang yang setipe dengan mereka sebagai calon pasangan. Ini yang membuat korteks prefrontal rostromedial memberikan sinyal bahwa, “Hei, dia cocok untuk kita!” — yang menunjukkan bagaimana seringnya kita mengalami gairah seks hanya pada orang-orang tertentu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psoriasis pada Kulit Kepala

Selain menyebabkan kepala terasa sangat gatal, psoriasis kulit kepala juga bisa bikin rambut Anda jadi cepat rontok dari biasanya. Kenapa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Alergi sperma bukan sekadar mitos. Menurut penelitian ada 12% wanita di dunia ini yang mengalami kondisi ini. Apakah bisa disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit