Jangan Membuat Keputusan Penting Saat Nafsu Seks Sedang Tinggi

Oleh

Ayo ngaku saja, siapa yang pernah buru-buru swipe kanan begitu lihat profil Tinder yang menggoda perhatian? Eh tapi setelah janjian ketemuan, si dia ternyata mantan pacar sahabat sendiri. Malunya itu, lho!

Tidak bisa dipungkiri kita semua pernah melakukan hal yang benar-benar bodoh dalam hidup. Ya, termasuk contoh di atas. Dan mungkin, setengah dari keputusan konyol ini Anda buat saat sedang terangsang — alias horny. Kok bisa ya?

Gairah seks menurunkan kewaspadaan dan kemampuan Anda mengambil keputusan

Dua psikolog Kanada menyelidiki bagaimana gairah seks mungkin berdampak pada pengambilan keputusan dan tindakan berisiko, baik itu dalam lingkup seksual maupun di luar kamar tidur.

Mereka melakukannya dengan melakukan dua percobaan: Dalam percobaan pertama, satu kelompok peserta ditunjukkan film porno atau membaca cerita fiksi erotika, sementara yang lain diberikan video netral, dan kemudian masing-masing dinilai tingkat gairahnya; mereka ditanya tentang hingga sejauh apa mereka bersedia untuk terlibat dalam perilaku seksual berisiko, seperti berhubungan seks tanpa kondom dengan pasangan baru. Dan pada percobaan kedua, peneliti menggunakan video klip yang sama dari percobaan pertama, tapi kali ini membiarkan peserta memainkan Blackjack, permainan kartu, di komputer.

Para peneliti menemukan bahwa kelompok orang yang terangsang orang yang melaporkan mereka lebih terangsang juga lebih mungkin untuk mengambil risiko. Dalam percobaan pertama, orang yang mengalami peningkatakan gairah seks yang lebih besar lebih mungkin untuk menunjukkan kesediaan untuk terlibat dalam perandaian praktek seks yang tidak aman, sedangkan pada percobaan kedua, orang yang lebih terangsang seseorang dilaporkan menunjukkan kecenderungan impulsif dan kemauan yang lebih besar untuk membuat keputusan berisiko dalam permainan Blackjack.

Gairah seksual membuat Anda jadi memiliki kurang kontrol diri, ungkap penulis studi Shayna Sparling, Ph.D. Masih terkait dengan temuan Sparling, penelitian sebelumnya di Belanda tahun 2012 menemukan bahwa wanita cenderung tidak sejijik biasanya saat menyentuh cairan tubuh atau terlibat dalam fetish baru saat terangsang. Studi yang sama juga menunjukkan bahwa wanita bisa lebih menolerir gambar-gambar kejam dan menakutkan saat terangsang sehabis menonton film porno. Ini menunjukkan bahwa seks atau gairah seksual menurunkan kewaspadaan kita di lebih dari satu cara.

Apa yang terjadi pada otak saat Anda sedang terangsang?

Tim peneliti dari Irlandia menemukan hubungan antara satu wilayah tertentu dari korteks prefrontal medial, yang disebut korteks paracingulate, dan pengambilan keputusan seseorang tentang seks dan kencan. Wilayah ini diaktifkan dengan aktivitas yang meningkat ketika peserta penelitian diperlihatkan foto-foto orang secara acak; untuk kemudian diminta pendapatnya, ”menarik” atau “tidak menarik”.

Sementara itu, korteks prefrontal ventromedial, yang berada lebih dekat ke depan kepala, menjadi sangat aktif ketika peserta memandang wajah yang mereka pikir menarik perhatian. Tapi ada satu hal: Wilayah ini justru akan paling aktif ketika melihat wajah-wajah tertentu yang telah disepakati oleh orang banyak sebagai “wajah seksi”. Tentu saja, orang tidak selalu setuju pada yang terlihat seksi. Ketika orang melihat wajah yang memicu gairah seks mereka tetapi tidak mendapatkan penilaian yang bagus dari orang lain, daerah yang berbeda diaktifkan: korteks prefrontal rostromedial, segmen dari korteks prefrontal medial terletak lebih rendah di otak. Daerah ini dikenal sangat penting dalam keputusan sosial.

Lebih lanjut, gairah seks tidak selalu hanya memengaruhi kemampuan Anda untuk membuat keputusan, tapi juga memengaruhi motivasi di balik keputusan tersebut. Di antara penilaian yang dibuat dalam wilayah ini adalah bagaimana miripnya orang lain dengan Anda. Seseorang lebih cenderung untuk mencari orang yang setipe dengan mereka sebagai calon pasangan. Ini yang membuat korteks prefrontal rostromedial memberikan sinyal bahwa, “Hei, dia cocok untuk kita!” — yang menunjukkan bagaimana seringnya kita mengalami gairah seks hanya pada orang-orang tertentu.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca