Korteks Serebral, Bagian Keriput Otak yang Punya Segudang Peran Penting

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap gerak-gerik dan perilaku manusia diatur oleh otak. Namun, otak tidak bekerja sendirian. Ada banyak bagian otak yang bertanggung jawab untuk menjalankan berbagai fungsi tubuh. Salah satunya adalah korteks serebral.

Apa itu korteks serebral?

Korteks adalah lapisan terluar dari sebuah jaringan tubuh. Itu sebabnya, seluruh organ manusia memiliki korteks, seperti ginjal, kelenjar adrenal, timus, kelenjar getah bening, dan otak.

Korteks serebral adalah lapisan tipis (1,5 mm sampai 5 mm) yang membungkus otak. Serebral korteks tersusun dari tonjolan berlipat berkerut yang disebut gyri dan celah yang disebut sulci. Korteks serebral  dilapisi oleh selaput meninges yang tersusun dari ratusan hingga ribuan sel saraf yang saling berdempetan. Korteks otak sering juga disebut sebagai materi abu-abu.

Anatomi otak dan lokasi serebral korteks (sumber: days-eye)

Sebagian besar pemrosesan informasi sensorik dari lima indera terjadi di korteks serebral. Bagian otak ini yang paling berkembang dari otak manusia dan bertanggung jawab untuk berpikir, memahami, berbicara, memproduksi dan memahami bahasa, ingatan, perhatian/kewaspadaan, kepedulian, kesadaran, organisasi dan perencanaan, pemecahan masalah, kemampuan sosial, fungsi motorik lanjutan, hingga mengambil keputusan.

Seiring waktu, korteks manusia mengalami proses pengerutan. Proses ini terjadi karena otak yang terus mengumpulkan dan menyimpan semua informasi yang didapat dari waktu ke waktu. Karena itu, semakin banyak keriput otak Anda, semakin tinggi tingkat kecerdasan Anda. Lipatan-lipatan tersebut menambah luas permukaan otak, dan oleh karena itu meningkatkan jumlah materi abu-abu dan jumlah informasi yang dapat diproses.

Bagian-bagian korteks serebral

Korteks serebral dibagi menjadi empat lobus yang masing-masing memiliki fungsi tertentu. Lobus ini termasuk lobus frontal, lobus parietal, lobus temporal, dan lobus oksipital. Berikut ulasan lengkapnya:

Bagian-bagian korteks serebral

Lobus frontal

Lobus frontal (warna biru pada gambar atas) adalah bagian terdepan otak yang terletak tepat di belakang dahi. Lobus frontal bertanggung jawab dalam mengatur gerakan, penilaian, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, spontanitas dan perencanaan (kontrol impuls), memori, bahasa, hingga dan perilaku sosial dan seksual.

Lobus frontal bagian kanan mengatur aktivitas tubuh bagian kiri, dan sebaliknya, lobus frontal bagian kanan mengatur aktivitas tubuh bagian kiri.

Lobus parietal

Lobus parietal (warna kuning pada gambar) adalah tempat utama untuk memproses informasi sensorik, seperti rasa, suhu, bau, pendengaran, penglihatan, dan sentuhan. Semakin banyak informasi sensori yang diperoleh tubuh, semakin banyak gyri dan sulci hadir di lobus. Manusia tidak akan bisa merasakan sensasi sentuhan, jika lobus parietal rusak.

Lobus parietal juga berfungsi sebagai penalaran spasial (ruang dan dimensi) dan navigator arah, yang meliputi membaca dan memahami peta, mencegah diri dari terbentur atau menabrak suatu obyek, dan koordinasi anggota gerak tanpa rangsangan visual — misalnya menyuap makanan ke mulut tanpa harus melihat sendoknya.

Lobus oksipital

Lobus oksipital (warna merah muda pada gambar) terletak di bawah lobus parietal. Lobus oksipital berperan untuk kita dapat memahami apa yang mata Anda lihat. Lobus bekerja sangat cepat untuk memproses informasi cepat yang dikirimkan oleh mata, misalnya memahami teks dalam buku atau gambar pada spanduk.

Jika lobus oksipital rusak atau cedera, kita tidak akan dapat memproses sinyal visual dengan benar, sehingga bisa mengalami gangguan penglihatan.

Lobus temporal

Lobus temporal (warna hijau pada gambar) terletak di bawah lobus frontal dan lobus parietal. Lobus temporal terlibat dalam persepsi pendengaran dan bahasa, untuk mengolah informasi sinyal suara dari telinga menjadi ucapan dan kata-kata yang kita dengar. Lobus ini juga merupakan kunci untuk dapat memproses dan memahami makna sebuah ucapan.

Lobus temporal membantu kita mengenali dan membedakan semua jenis suara dan tinggi-rendah nada yang berbeda yang dikirim dari reseptor sensorik telinga. Kita tidak akan bisa memahami seseorang berbicara kepada kita, jika bukan karena lobus temporal.

Selain itu, lobus temporal juga berperan memproses ingatan dan emosi.

Struktur-struktur sistem limbik seperti korteks olfaktori, amigdala, dan hipokampus terletak pada lobus ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran, diagnosis, maupun perawatan medis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Begini Akibat Jika Anda Terlalu Sering Menahan Kencing

Kebiasaan seseorang menahan kencing dapat memberikan akibat yang serius yaitu munculnya penyakit dalam sistem urologi. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Apa Bedanya Obat yang Diminum Setelah Makan dan Sebelum Makan?

Jika Anda minum obat, pasti ada ketentuan minumnya, minum obat setelah makan, atau malah sebelum makan. Memang, apa bedanya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 2 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Banyak Pria Punya Fantasi Seks Bercinta Bertiga (Threesome)?

Pernah berkhayal bagaimana rasanya bercinta bertiga? Misalnya dengan dua wanita atau dua pria? Meski tabu, tak sedikit orang yang punya fantasi threesome.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Bagaimana Cara Bayi Bernapas Saat Masih dalam Kandungan?

Pernapasan pertama yang bayi lakukan adalah saat bayi menangis ketika dilahirkan. Lalu bagaimana caranya bayi bernafas dalam kandungan?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 1 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nyetrum ketika disentuh

Mengapa Ada Orang yang Nyetrum Ketika Disentuh?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit
minum kopi masih ngantuk

Sudah Minum Kopi Tapi Masih Ngantuk, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit
susu kefir

6 Manfaat Susu Kefir yang Ternyata Menyehatkan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit
roh keluar dari tubuh astral projection

Roh Keluar dari Tubuh Saat Tidur (Astral Projection): Fenomena Klenik Atau Kondisi Medis Nyata?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit