Korteks Serebral, Bagian Keriput Otak yang Punya Segudang Peran Penting

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Setiap gerak-gerik dan perilaku manusia diatur oleh otak. Namun, otak tidak bekerja sendirian. Ada banyak bagian otak yang bertanggung jawab untuk menjalankan berbagai fungsi tubuh. Salah satunya adalah korteks serebral.

Apa itu korteks serebral?

Korteks adalah lapisan terluar dari sebuah jaringan tubuh. Itu sebabnya, seluruh organ manusia memiliki korteks, seperti ginjal, kelenjar adrenal, timus, kelenjar getah bening, dan otak.

Korteks serebral adalah lapisan tipis (1,5 mm sampai 5 mm) yang membungkus otak. Serebral korteks tersusun dari tonjolan berlipat berkerut yang disebut gyri dan celah yang disebut sulci. Korteks serebral  dilapisi oleh selaput meninges yang tersusun dari ratusan hingga ribuan sel saraf yang saling berdempetan. Korteks otak sering juga disebut sebagai materi abu-abu.

                           Anatomi otak dan lokasi serebral korteks (sumber: days-eye)

Sebagian besar pemrosesan informasi sensorik dari lima indera terjadi di korteks serebral. Bagian otak ini yang paling berkembang dari otak manusia dan bertanggung jawab untuk berpikir, memahami, berbicara, memproduksi dan memahami bahasa, ingatan, perhatian/kewaspadaan, kepedulian, kesadaran, organisasi dan perencanaan, pemecahan masalah, kemampuan sosial, fungsi motorik lanjutan, hingga mengambil keputusan.

Seiring waktu, korteks manusia mengalami proses pengerutan. Proses ini terjadi karena otak yang terus mengumpulkan dan menyimpan semua informasi yang didapat dari waktu ke waktu. Karena itu, semakin banyak keriput otak Anda, semakin tinggi tingkat kecerdasan Anda. Lipatan-lipatan tersebut menambah luas permukaan otak, dan oleh karena itu meningkatkan jumlah materi abu-abu dan jumlah informasi yang dapat diproses.

Bagian-bagian korteks serebral

Korteks serebral dibagi menjadi empat lobus yang masing-masing memiliki fungsi tertentu. Lobus ini termasuk lobus frontal, lobus parietal, lobus temporal, dan lobus oksipital. Berikut ulasan lengkapnya:

                                                                         Bagian-bagian korteks serebral

Lobus frontal

Lobus frontal (warna biru pada gambar atas) adalah bagian terdepan otak yang terletak tepat di belakang dahi. Lobus frontal bertanggung jawab dalam mengatur gerakan, penilaian, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, spontanitas dan perencanaan (kontrol impuls), memori, bahasa, hingga dan perilaku sosial dan seksual.

Lobus frontal bagian kanan mengatur aktivitas tubuh bagian kiri, dan sebaliknya, lobus frontal bagian kanan mengatur aktivitas tubuh bagian kiri.

Lobus parietal

Lobus parietal (warna kuning pada gambar) adalah tempat utama untuk memproses informasi sensorik, seperti rasa, suhu, bau, pendengaran, penglihatan, dan sentuhan. Semakin banyak informasi sensori yang diperoleh tubuh, semakin banyak gyri dan sulci hadir di lobus. Manusia tidak akan bisa merasakan sensasi sentuhan, jika lobus parietal rusak.

Lobus parietal juga berfungsi sebagai penalaran spasial (ruang dan dimensi) dan navigator arah, yang meliputi membaca dan memahami peta, mencegah diri dari terbentur atau menabrak suatu obyek, dan koordinasi anggota gerak tanpa rangsangan visual — misalnya menyuap makanan ke mulut tanpa harus melihat sendoknya.

Lobus oksipital

Lobus oksipital (warna merah muda pada gambar) terletak di bawah lobus parietal. Lobus oksipital berperan untuk kita dapat memahami apa yang mata Anda lihat. Lobus bekerja sangat cepat untuk memproses informasi cepat yang dikirimkan oleh mata, misalnya memahami teks dalam buku atau gambar pada spanduk.

Jika lobus oksipital rusak atau cedera, kita tidak akan dapat memproses sinyal visual dengan benar, sehingga bisa mengalami gangguan penglihatan.

Lobus temporal

Lobus temporal (warna hijau pada gambar) terletak di bawah lobus frontal dan lobus parietal. Lobus temporal terlibat dalam persepsi pendengaran dan bahasa, untuk mengolah informasi sinyal suara dari telinga menjadi ucapan dan kata-kata yang kita dengar. Lobus ini juga merupakan kunci untuk dapat memproses dan memahami makna sebuah ucapan.

Lobus temporal membantu kita mengenali dan membedakan semua jenis suara dan tinggi-rendah nada yang berbeda yang dikirim dari reseptor sensorik telinga. Kita tidak akan bisa memahami seseorang berbicara kepada kita, jika bukan karena lobus temporal.

Selain itu, lobus temporal juga berperan memproses ingatan dan emosi.

Struktur-struktur sistem limbik seperti korteks olfaktori, amigdala, dan hipokampus terletak pada lobus ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran, diagnosis, maupun perawatan medis.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 13, 2018 | Terakhir Diedit: April 4, 2018

Yang juga perlu Anda baca