5 Hal Mengejutkan yang Membuat Anda Berisiko Terkena Kanker Prostat Agresif

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kanker prostat bisa menyerang setiap pria, kapan saja. Akan tetapi, menurut berbagai penelitian ada hal-hal yang bisa membuat Anda lebih rentan terserang kanker prostat. Bukan cuma usia dan gaya hidup tidak sehat, lima hal tak terduga ini juga ternyata bisa jadi faktor risiko kanker prostat. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Mengenal jenis-jenis kanker prostat

Ada dua jenis kanker prostat yang mungkin menyerang pria. Yang pertama yaitu kanker prostat yang muncul perlahan-lahan. Biasanya faktor risiko kanker prostat jenis ini adalah usia. Tingkat kejadian kanker prostat pada pria di bawah usia 40 tahun masih sangat rendah. Akan tetapi, semakin bertambah usia, laki-laki jadi lebih rentan mengalami kanker prostat. Obesitas juga menjadi salah satu faktor risiko kanker prostat.

Jenis kedua adalah kanker prostat agresif. Berbeda dengan kanker prostat yang munculnya perlahan-lahan, kanker prostat agresif lebih gawat. Ini karena jenis kankernya jauh lebih cepat menyebar ke bagian tubuh lain di luar prostat. Maka, kanker prostat lebih fatal daripada kanker prostat yang risikonya rendah atau sedang.

Faktor risiko kanker prostat yang tak pernah diduga sebelumnya

Karena jenisnya berbeda, faktor risiko yang memengaruhi seberapa serius kanker yang tumbuh juga berbeda. Usia dan obesitas justru biasanya tidak menjadi faktor risiko kanker prostat agresif. Justru lima hal berikut yang perlu Anda waspadai.

1. Ukuran pinggang dan perut

Pada kanker prostat risiko rendah dan sedang, obesitas bisa membuat Anda lebih riskan. Akan tetapi, pada kanker prostat agresif bukan kadar lemaklah dalam tubuh atau berat badan yang jadi tolak ukur. Justru orang obesitas memiliki faktor risiko kanker prostat agresif yang lebih rendah.

Namun, perhatikan ukuran lingkar pinggang, pinggul, dan perut Anda. Menurut sejumlah penelitian, orang dengan perut buncit dan lingkar pinggang yang lebar lebih berisiko kena kanker prostat agresif. Para ahli menduga hal bahwa penumpukan lemak di area tersebut berkaitan erat dengan pertumbuhan sel kanker di prostat.  

2. Tinggi badan

Sebuah penelitian dalam jurnal BMC Medicine tahun 2017 menguak bahwa pria bertubuh jangkung lebih berisiko mengalami kanker prostat agresif daripada kanker prostat dengan risiko rendah.

Meskipun tinggi badan sendiri bukanlah penyebab kanker, para ahli melihat bahwa pria bertubuh jangkung biasanya memang memiliki lebih banyak sel serta volume prostat yang lebih besar. Bila digabungkan dengan faktor risiko lainnya seperti nutrisi yang tidak seimbang atau gen keturunan orangtua, kemungkinan tumbuhnya sel kanker pada prostat pria jangkung jadi makin besar daripada pria dengan tinggi badan sedang atau pendek.  

3. Asupan kalsium yang tinggi

Dalam jurnal Cancer Epidemiology Biomarkers & Prevention tahun 2008, para ahli menguak bahwa orang dengan kadar kalsium dalam darah yang terlalu tinggi lebih rentan mengalami kanker prostat agresif. Hal ini biasanya terjadi pada pria yang sering mengonsumsi suplemen kalsium.

Dengan bantuan hormon paratiroid, tubuh Anda akan secara otomatis menyeimbangkan kadar kalsium dalam darah. Namun, menurut para peneliti, produksi hormon ini secara berlebihan bisa jadi faktor risiko kanker prostat.  

4. Kurang gerak

Pria yang tidak suka olahraga, kurang bergerak aktif, dan menjalani gaya hidup sedenter tentu lebih berisiko mengalami kanker prostat daripada pria yang rajin berolahraga. Gaya hidup sedenter sendiri banyak dijalani oleh pekerja kantoran yang sehari-hari duduk di hadapan layar komputer.

Sedangkan orang yang rajin berolahraga punya peluang lebih besar untuk sembuh atau bertahan hidup dari kanker prostat.

5. Keturunan

Pria yang punya keturunan kanker prostat, entah dari kakek atau ayahnya, punya risiko dua kali lebih besar mengidap kanker prostat agresif. Risiko ini bisa jadi lebih tinggi kalau anggota keluarga Anda ada yang pertama kali mengidap kanker prostat di bawah usia 65 tahun.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Pembesaran prostat jinak adalah kondisi di mana kelenjar prostat pria membesar tetapi bukan karena kanker. Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 11 menit

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Semua orang punya nafsu seks yang berbeda. Namun apakah benar nafsu seks pria lebih besar dari wanita? Simak apa kata hasil penelitian.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Tak hanya efektif memangkas gelambir lemak perut, manfaat virgin coconut oil alias minyak kelapa dara sangat menakjubkan untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

prostatektomi

Mengenal Prostatektomi, Operasi untuk Masalah Penyakit Prostat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 7 menit
pijat prostat

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit
obat prostat di apotek

Obat-obatan yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Prostat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 8 menit
prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit