Sebagai salah satu penyakit yang masih menjadi momok, keingintahuan masyarakat tentang kanker memang cukup tinggi. Sayangnya, masih banyak mitos kanker yang dipercaya di kalangan masyarakat luas.
Sebagai salah satu penyakit yang masih menjadi momok, keingintahuan masyarakat tentang kanker memang cukup tinggi. Sayangnya, masih banyak mitos kanker yang dipercaya di kalangan masyarakat luas.

Supaya Anda tidak lagi terjebak dalam informasi yang keliru, cari tahu penjelasan lengkap mengenai mitos kanker dalam uraian berikut.
Mitos atau informasi yang keliru tentang kanker justru dapat menimbulkan ketakutan dan kebingungan yang pada akhirnya menghambat upaya pencegahan dan penanganan penyakit ini.
Supaya hal tersebut tidak terjadi, cari tahu fakta sebenarnya tentang mitos kanker yang banyak beredar berikut ini.

Biopsi adalah salah satu metode diagnosis kanker yang paling akurat. Karena dilakukan dengan mengambil sampel jaringan yang dicurigai sebagai kanker, prosedur ini kerap dikhawatirkan bisa menyebarkan kanker.
Meski secara teknis hal tersebut bisa terjadi, manfaat biopsi dinilai lebih besar dari risikonya. Oleh karena itu, Anda tak perlu khawatir saat dokter menawarkan pemeriksaan satu ini.
Dengan biopsi, dokter tidak hanya bisa memastikan keberadaan kanker, tetapi juga sejauh mana perkembangan dan penyebarannya.
Beberapa dari Anda mungkin pernah mendengar bahwa kasein (protein susu) dan hormon bovine somatotropin (BST) dalam susu bisa memicu perkembangan sel abnormal penyebab kanker.
Namun, sejauh ini belum ada bukti memadai bahwa minum susu terlalu banyak bisa menyebabkan kanker. Sebaliknya, pasien kanker justru boleh minum susu untuk memenuhi kebutuhan protein, kalsium, dan vitamin D.
Salah satu mitos yang cukup ramai dibicarakan tentang kanker adalah bahwa penyakit ini menular. Alhasil, pasien kanker pun kerap menerima stigma negatif atau bahkan dijauhi.
Faktanya, satu-satunya cara yang memungkinkan terjadinya penularan kanker adalah melalui transplantasi organ atau jaringan.
Laman American Cancer Society pun telah menjelaskan bahwa kemungkinan tersebut sangatlah kecil, sekitar dua dari 10.000 prosedur transplantasi organ.
Sel kanker memang bisa terbentuk karena paparan radiasi pengion (ionizing radiation). Sementara itu, jenis radiasi yang ditimbulkan ponsel adalah non-pengion (non-ionizing radiation).
Itu artinya, anggapan bahwa main HP menyebabkan kanker mata adalah mitos belaka.
Meski begitu, Anda tetap tidak disarankan untuk tidur di dekat ponsel karena radiasi ponsel yang berlebihan bisa menyebabkan penurunan kualitas tidur.
Pernah mendengar mitos tentang makanan manis yang menyebabkan kanker? Faktanya, membatasi konsumsi gula tidak akan menghambat atau menghentikan pertumbuhan kanker.
Namun, perlu diingat bahwa konsumsi gula berlebih bisa memicu berbagai masalah kesehatan kronis, seperti obesitas dan diabetes. Kedua kondisi inilah yang kemudian bisa meningkatkan risiko Anda untuk terkena kanker.
Risiko tersebut bisa meningkat jika Anda lebih sering mengonsumsi pemanis buatan, seperti sakarin, siklamat, dan aspartam.
Memang tidak semua jenis kanker bisa disembuhkan. Namun, beberapa metode pengobatan kanker, seperti kemoterapi, radioterapi, dan operasi, telah terbukti dapat menghentikan pertumbuhan serta membunuh sel kanker.
Dengan perawatan yang tepat, pasien kanker bisa berada dalam kondisi yang disebut remisi. Ini adalah kondisi ketika sel kanker tidak lagi ditemukan dalam tubuh.
Bahkan, beberapa penyintas kanker yang berhasil mencapai remisi tidak perlu lagi melakukan pengobatan. Akan tetapi, dokter biasanya tetap memintanya melakukan kontrol rutin untuk pemantauan.
Obat herbal untuk kanker sering kali terdengar lebih menarik karena diklaim terbuat dari bahan alami. Fakta sesungguhnya adalah belum ada obat herbal yang terbukti bisa menyembuhkan kanker.
Beberapa bahan herbal mungkin memang bisa meringankan gejala kanker, tetapi jenis obat ini tidak bisa digunakan sebagai perawatan utama.
Anda juga tetap harus berkonsultasi ke dokter karena beberapa obat herbal justru dikhawatirkan bisa mengurangi efektivitas pengobatan kanker, seperti radioterapi dan kemoterapi.
Keluarga atau keturunan sebagai salah satu faktor risiko kanker adalah sebuah fakta, bukan mitos.
Meski begitu, bukan berarti bahwa memiliki keluarga dengan kanker akan membuat Anda mengalami penyakit serupa. Faktanya, hanya sekitar 5–10% pasien kanker yang mewarisi mutasi gen dari orang tuanya.
Pasalnya, ada faktor lain yang bisa menyebabkan kanker, termasuk gaya hidup yang tidak sehat. Selain itu, tidak sedikit pula pasien kanker yang tidak punya faktor risiko tertentu.
Seperti yang disebutkan di atas, pasien kanker sering kali terdiagnosis tanpa memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.
Dibandingkan faktor keluarga, mutasi gen penyebab kanker lebih sering dipicu oleh penuaan dan paparan lingkungan karsinogenik, seperti merokok, minum alkohol, bekerja di pabrik bahan kimia, dan lain-lain.
Apakah setiap orang punya sel kanker dalam tubuhnya? Jawabannya adalah tidak. Berbeda dengan virus atau bakteri yang bisa masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit, kanker berasal dari sebuah sel.
Artinya, seseorang yang dinyatakan sehat tidak akan memiliki sel kanker dalam tubuhnya. Penularan kanker pun tidak semudah virus atau bakteri, begitu pula penyembuhannya.
Pengobatan kanker, seperti kemoterapi, memang menimbulkan efek samping yang beragam. Pasien bisa mengalami rambut rontok, penurunan nafsu makan, mual, diare, hingga kelelahan.
Berbagai kondisi tersebut akhirnya menimbulkan mitos bahwa efek samping kanker lebih berbahaya daripada penyakitnya itu sendiri.
Faktanya, kanker yang tidak segera diobati justru bisa memburuk dan membahayakan nyawa pasiennya. Oleh karena itu, pasien kanker sebaiknya tidak menunda pengobatan karena khawatir dengan efek sampingnya.

Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa tumor dan kanker adalah dua hal yang sama.
Kanker memang bisa berkembang dari tumor yang tidak diobati dan berkembang menjadi ganas. Meski begitu, tidak semua jenis tumor pasti berkembang menjadi kanker.
Itulah mengapa tumor dibedakan menjadi dua jenis, yaitu tumor ganas (yang bisa berkembang menjadi kanker) dan tumor jinak atau non-kanker.
Kabar baiknya, saat ini sudah banyak wadah plastik yang aman saat terkena paparan panas dan bisa dipakai berkali-kali.
Bila ingin membeli wadah plastik untuk memanaskan makanan, Anda pun bisa memilih produk dengan label microwave-safe yang lebih terjamin keamanannya.
Mitos tentang kanker yang berikutnya adalah bahwa deodoran dan antiperspiran bisa menjadi penyebab penyakit satu ini.
Kepercayaan tersebut muncul karena kandungan aluminium pada deodoran bisa masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori kulit.
Faktanya, belum ada bukti kuat yang bisa menjelaskan hubungan antara paparan aluminium dari deodoran dan kanker payudara.
Asam perfluorooktanoat (PFOA) yang digunakan dalam proses pembuatan teflon antilengket sempat dikhawatirkan bisa menyebabkan kanker karena bersifat karsinogenik.
Untungnya, hal tersebut hanya menjadi mitos kanker karena sejauh ini, lebih banyak fakta menunjukkan bahwa sebagian besar PFOA telah menguap selama proses pembuatan teflon.
Dengan berbagai informasi tersebut, Anda diharapkan bisa merasa lebih tenang dan tidak terjebak dalam klaim-klaim menakutkan sepuar kanker yang belum teruji kebenarannya.
Jika Anda masih memiliki kekhawatiran khusus terkait kanker, jangan ragu untuk menanyakannya kepada dokter.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Common cancer myths and misconceptions. (2023, January 18). National Cancer Institute. Retrieved 27 November 2024, from https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/myths
Can getting a biopsy make cancer spread? (2024, October 28). Information and Resources about Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin | American Cancer Society. Retrieved 27 November 2024, from https://www.cancer.org/cancer/latest-news/can-getting-a-biopsy-make-cancer-spread.html
Is cancer contagious? (n.d.). Information and Resources about Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin | American Cancer Society. Retrieved 27 November 2024, from https://www.cancer.org/cancer/cancer-basics/is-cancer-contagious.html
PFOA, PFOS, and related PFAS chemicals. (n.d.). Information and Resources about Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin | American Cancer Society. Retrieved 27 November 2024, from https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/teflon-and-perfluorooctanoic-acid-pfoa.html
Cell phones and cancer: MedlinePlus medical encyclopedia. (n.d.). MedlinePlus – Health Information from the National Library of Medicine. Retrieved 27 November 2024, from https://medlineplus.gov/ency/article/007151.htm
Cell phones and cancer risk fact sheet. (n.d.). National Cancer Institute. Retrieved 27 November 2024, from https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/radiation/cell-phones-fact-sheet
Obesity and cancer fact sheet. (n.d.). National Cancer Institute. Retrieved 27 November 2024, from https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/obesity/obesity-fact-sheet
Stomach cancer treatment choices by stage. (n.d.). Information and Resources about Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin | American Cancer Society. Retrieved 27 November 2024, from https://www.cancer.org/cancer/stomach-cancer/treating/by-stage.html
Chemotherapy – Mayo Clinic. (2022, March 22). Top-ranked Hospital in the Nation – Mayo Clinic. Retrieved 27 November 2024, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/chemotherapy/about/pac-20385033
Does using plastic bottles and containers cause cancer? (2024, October 15). Cancer Research UK. Retrieved 27 November 2024, from https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/causes-of-cancer/cancer-controversies/does-using-plastic-bottles-and-containers-cause-cancer#references0
What is cancer? (2021, October 11). National Cancer Institute. Retrieved 27 November 2024, from https://www.cancer.gov/about-cancer/understanding/what-is-cancer
Antiperspirants/Deodorants and breast cancer. (n.d.). Comprehensive Cancer Information – NCI. Retrieved 27 November 2024, from https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/myths/antiperspirants-fact-sheet
Versi Terbaru
06/12/2024
Ditulis oleh Aprinda Puji
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari