Satu dari 6 Wanita Indonesia Berisiko Kanker, Plus Fakta Lainnya yang Perlu Anda Tahu Tentang Kanker

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kanker adalah penyakit kronis yang bisa menyerang siapa saja tidak pandang bulu. Perempuan dan laki-laki yang tua dan muda sama-sama berisiko. Laporan yang dirilis oleh International Agency for Research on Cancer untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan satu dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan di dunia bakal mengalami kanker.

Apa lagi fakta yang harus diketahui tentang penyakit ini?

Kanker berawal dari tumor

setelah kemoterapi selesai

Kanker adalah penyakit yang terjadi akibat sel-sel normal membelah tanpa terkendali dan menyerang jaringan sehat. Setelahnya, sel abnormal tersebut bertumbuh menjadi sebuah jaringan baru yang disebut tumor.

Sel-sel abnormal ini tidak dapat mati dan rusak dengan sendirinya seperti sel sehat, melainkan terus berkembang. Sel-sel normal akan mati dengan sendirinya jika mengalami kerusakan pada DNA-nya. Namun tidak demikian pada sel tumor. Sel tumor ganas tidak memiliki kemampuan untuk menghancurkan diri sendiri karena mereka hanya punya kemampuan berkembang biak diri sebanyak-banyaknya.

Sel tumor ganas dapat berkembang biak sendiri karena mengandung gen yang dapat bermutasi. Sebagai perbandingan, sel sehat berkembang dengan menggandakan diri menjadi dua, empat, enam, dan seterusnya. Namun, sel tumor membelah diri dengan menghasilkan sel baru dua kali lipat lebih banyak dari itu, yaitu mulai dari empat, ke delapan, dua belas, dan seterusnya hingga menjadi sangat banyak.

Seiring perkembangan sel abnormal tersebut, ukuran tumor bisa ikut terpengaruh. Ketika tumor terus bertumbuh dengan cepat dan tanpa henti, inilah yang disebut tumor ganas. Namun, tidak semua tumor berkembang jadi kanker. Pada kebanyakan kasus, ukuran dan bentuk tumornya akan tetap sama.

Tumor bisa disebabkan oleh virus

Kebanyakan kasus penyakit ini disebabkan oleh mutasi genetik keturunan. Adanya kesalahan atau kegagalan proses replikasi DNA bisa membuat sel sehat dalam tubuh berpotensi menjadi tumor.

Namun, pemicu tumor ganas juga bisa datang dari faktor luar tubuh, seperti radiasi UV, paparan zat kimia, pola makan buruk, dan kebiasaan merokok. Nah selain itu, sel ganas juga dapat muncul akibat virus.

Virus memiliki kemampuan untuk menyebabkan penyakit ini dan dipicu oleh faktor genetik. Diketahui sebanyak 15% sampai 20% dari total kasus kanker terjadi diakibatkan oleh virus. Virus mengubah rangkaian DNA pada sel normal, sehingga sel tersebut bermutasi dan tumbuh secara agresif.

Beberapa contoh virus yang berisiko tinggi menyebabkan tumor ganas adalah virus Epstein-Barr, virus hepatitis B, dan human papilloma virus (HPV).

Glukosa adalah sumber energi terbesar untuk sel ganas

Seperti yang telah dijelaskan di atas, pola makan buruk merupakan salah satu faktor pemicu terbesarnya. Paling terutama adalah kebiasaan makan makanan tinggi gula.

Di dalam tubuh, gula akan dipecah menjadi glukosa (gula darah) untuk dipakai sebagai energi. Namun, kelebihan simpanan glukosa dalam tubuh juga dapat memengaruhi perkembangan sel tumor.

Sel tumor ganas membutuhkan asupan glukosa yang tinggi untuk bisa menggandakan diri sendiri. Maka semakin banyak glukosa yang tersimpan dalam tubuh, semakin banyak gula yang “dimakan oleh sel tumor tersebut, sehingga makin cepat tumor bertumbuh.

Sel tumor butuh asupan darah untuk bertahan hidup

Salah satu tanda bahwa sel kanker berkembang pesat adalah adanya pembentukan pembuluh darah baru di situs tumor tersebut. Kondisi ini disebut dengan angiogenesis.

Tumor membutuhkan nutrisi, seperti glukosa, untuk bertahan hidup. Nah, glukosa dibawa oleh aliran darah. Maka untuk bisa berkembang biak, sel tumor akan “menipu” sel-sel normal dengan mengirimkan sinyal untuk membagi aliran darah tersebut agar mereka juga dapat tumbuh.

Penelitian menyebutkan, apabila pembentukan pembuluh darah baru itu bisa dicegah sedini mungkin, maka sel tumor ganas tersebut akan mati dengan sendirinya.

Sel tumor bisa bersembunyi

Apa yang membuat sel tumor ganas adalah kemampuannya untuk bisa berubah bentuk demi menghindari perlawanan dari sistem imun serta upaya terapi medis. Oleh karena itu, sistem imun tidak dapat mendeteksi di mana tepatnya sel tumor ganas itu berada. 

Sel-sel tumor ganas yang berada di jaringan epitel, sebagai contoh, biasa mengubah bentuknya mengikuti sel epitel normal dan kemudian bertumbuh menggantikan sel normal tersebut. Beberapa tumor yang tumbuh di kelenjar limfa juga dapat mengeluarkan protein tiruan mirip dengan zat protein yang seharusnya diproduksi oleh kelenjar limfa.

Beberapa sel tumor ganas juga mampu menghindari kerja obat kemoterapi dengan cara bersembunyi di balik organ dan jaringan tubuh sehat. Contohnya seperti pada kasus leukimia. Sel darah yang abnromal dapat menghindari obat-obatan dengan cara berperan sebagai lapisan penutup tulang.

Sel tumor ganas dapat menyebar ke seluruh tubuh

Kanker biasanya dimulai dari perkembangan tumor di satu bagian tubuh tertentu, misalnya di paru-paru. Nah, satu alasan kenapa tumor sangat ditakuti adalah karena kemampuannya untuk menyebar ke berbagai area tubuh lainnya. Penyebaran ini disebut dengan metastasis.

Sel tumor ganas dapat menyebar lewat pembuluh darah atau sistem limfa. Sel abnormal akan menyalakan sebuah reseptor pada pembuluh darah yang membuat sel tidak bisa dikeluarkan dari pembuluh sehingga terus ikut mengalir ke seluruh tubuh.

Perjalanan ini dimulai ketika ada sebagian sel ganas yang memisahkan diri dari situs tumor tersebut dan berpindah ke jaringan normal terdekat. Di tempat barunya, sel tumor itu akan mulai kembali berkembang biak dan memproduksi senyawa khusus bernama kemokin.

Kemokinlah yang merangsang pergerakan sel-sel baru tersebut menuju tempat lainnya. Kemokin juga sekaligus berfungsi untuk melawan sistem kekebalan tubuh sehingga sel ganas tersebut tidak bisa dilawan ketika sudah mulai menyebar. Kanker pankreas, otak, dan hati merupakan jenis tumor ganas yang menyebar dengan cepat.

Namun, sel ganas sulit untuk bertahan hidup di lingkungan yang sama sekali berbeda dengan karakteristik tumor induk. Oleh karena itu, sel tumor ganas hanya dapat menyebar ke lokasi baru yang punya karakteristik sel sama.

Misalnya, sel-sel tumor payudara perlu ion kalsium dari kelenjar susu payudara untuk bisa melipatgandakan diri. Maka dari itu, sel tumor payudara lebih mungkin menyebar ke tulang ketimbang paru-paru karena tulang kaya akan kalsium. Kanker prostat juga umumnya menyebar ke tulang, sedangkan tumor di usus bermetastasis ke hati.

Merokok sebabkan 15 jenis kanker berbeda

Selama ini Anda mungkin hanya tahu rokok menyebabkan kanker paru. Namun, tidak selalu demikian.

Kebiasaan merokok jangka panjang setidaknya dapat menyebabkan 15 jenis tumor ganas berbeda, termasuk orofaring (mulut, lidah, tenggorokan), hidung dan sinus, laring (kotak suara), hati, pankreas, perut, ginjal, usus, ovarium, kandung kemih, rahim dan leher rahim, hingga beberapa jenis leukemia.

Semakin banyak batang rokok yang Anda isap dalam sehari, semakin tinggi risiko Anda. Penelitian menunjukkan bahwa untuk setiap 15 batang rokok yang Anda isap, terjadi mutasi DNA yang dapat menyebabkan sel tumor ganas.

Maka dari itu, langkah awal terbaik untuk mengurangi risiko adalah menjauhi rokok dan asap rokok. Jika Anda masih merokok, segera berhenti merokok.

Ada lima kelompok kanker

Dari begitu banyak macam sel tumor, Yayasan Kanker Indonesia membagi lagi penyakit kronis ini menjadi lima kategori utama, yaitu:

  • Karsinoma adalah jenis tumor ganas yang dimulai pada sel-sel pembentuk kulit atau jaringan yang melapisi organ, seperti hati atau ginjal.
  • Sarkoma adalah tumor ganas yang awalnya tumbuh di jaringan ikat (sel penghubung antar jaringan). Tumor ganas ini paling umum berkembang di tulang, otot, saraf, lemak, pembuluh darah lengan dan kaki, atau jaringan penghubung lainnya dalam tubuh.
  • Leukemia adalah tumor ganas yang bermula di sel punca darah dan jaringan pembentuk darah lainnya, sumsum tulang. Leukimia sering disebut sebagai kanker darah.
  • Limfoma dan myeloma adalah tumor ganas yang dimulai di sel-sel pembangun sistem kekebalan tubuh, yaitu sel B dan sel T.
  • Tumor otak adalah tumor ganas yang munculnya dimulai dari jaringan otak, tapi juga bisa berasal dari sumsum tulang belakang. Keduanya merupakan lokasi sistem saraf manusia, yang terdiri dari saraf pusat dan saraf tepi.

Fakta kanker di Indonesia

Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyebutkan kasus baru kanker di Indonesia mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Dari 1,4 per 1000 penduduk pada tahun 2013 terus naik hingga mencapai 1,79 per 1000 penduduk pada akhir tahun 2018.

Fakta ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-8 sebagai negara dengan kasus kanker terbanyak se-Asia Tenggara. Riskesdas juga mencatat jumlah kasus tertinggi di Indonesia dimiliki oleh provinsi DI Yogyakarta, Sumatera Barat, dan disusul Gorontalo.

Setidaknya ada lima jenis yang paling banyak menyerang orang Indonesia, yaitu:

1. Kanker payudara

Kanker payudara terbanyak menyerang perempuan Indonesia. Tumor ganas payudara menyerang 42,1 nyawa per 100.000 penduduk wanita, dengan rata-rata kematian 17 orang per 100.000 penduduk.

Penyakit ini paling umum terjadi setelah menopause, tapi perkembangannya bisa juga dimulai sejak usia dini. Selain karena faktor umur, Anda akan lebih berisiko kena penyakit ini jika mengalami kegemukan (obesitas), terbiasa merokok dan minum miras, memiliki penyakit bawaan, hamil pertama kali di atas usia 35 tahun, atau memiliki payudara yang padat.

Risiko tumor payudara juga mungkin lebih tinggi pada perempuan yang menstruasi pertamanya mulai sebelum usia 11 tahun, terlambat menopause, dan yang belum pernah hamil.

2. Kanker serviks

Kanker serviks adalah tumor ganas penyebab kematian wanita kedua terbanyak di Indonesia setelah kanker payudara.

Tumor ganas yang menyerang leher rahim ini dialami 23,4 orang per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk. Penyakit ganas ini juga menjadi kanker penyebab kematian terbanyak di dunia. WHO melaporkan lebih dari 270 ribu kasus kematian wanita akibat kanker serviks di berbagai belahan dunia.

Penyebab utama kanker serviks adalah virus HPV (human papilloma virus) yang menular lewat hubungan seksual tanpa kondom. Setelah berhubungan seksual tanpa kondom, diperkirakan sekitar 33% wanita rentan terinfeksi HPV.

3. Kanker paru

Kanker paru bisa menyerang pria dan wanita, tapi memang lebih banyak dialami pria. Penyakit ini adalah kanker penyebab kematian pria nomor satu di Indonesia. Penyakit ini menyerang 19,4 orang per 100.000 pria, dengan rata-rata kematian 10,9 jiwa per 100.000 penduduk pria.

Merokok merupakan alasan utamanya. Sekitar 70% kasus kanker paru di Indonesia disebabkan oleh kebiasaan merokok. Anda juga berisiko terkena apabila pernah memiliki penyakit paru kronis, seperti TBCbronkitis kronis, dan PPOK.

4. Kanker hati

Kanker hati merupakan tumor ganas penyebab kematian pria Indonesia terbanyak kedua setelah kanker paru. Kasus tumor ganas hati ditemukan pada 12,4 pria per 100.000 penduduk, dengan rata-rata kematian 7,6 per 100.000 penduduk.

Jenis tumor ganas ini memang lebih sering menyerang pria ketimbang wanita. Peluang pria terkena kanker hati adalah sekitar 1 dari 81, sedangkan pada wanita adalah 1 dari 196.

Infeksi hepatitis B kronis dan hepatitis C merupakan penyebab utama dari kanker hati di Indonesia. Merokok juga ikut andil merusak fungsi hati sehingga meningkatkan risiko Anda.

Risiko kanker hati akibat merokok bahkan tetap lebih tinggi pada eks-perokok dibanding pria yang sama sekali tidak merokok. Sebab, tumpukan racun rokok sudah mengendap dan perlahan merusak jaringan hati Anda sejak lama.

5. Kanker usus besar

Berdasarkan laporan Komite Penanggulangan Kanker Nasional Kemenkes RI, angka kasus kanker usus besar di Indonesia adalah 12,8 per 100.000 penduduk dewasa dengan rerata kematian mencapai 9,5% dari total seluruh kasus kanker.

Kebanyakan tumor ganas kolorektal merupakan adenokarsinoma yang dimulai di sel-sel penghasil lendir dan cairan enzim lainnya. Adenokarsinoma menyebabkan lebih dari 95% kasus kanker kolorektal.

Penyakit ini termasuk dalam lima jenis kanker terbanyak di Indonesia karena pergeseran pola makan orang-orang yang lebih tinggi lemak dan rendah serat dalam beberapa dekade terakhir. Anda juga akan berisiko lebih tinggi jika memiliki riwayat penyakit Crohn, kolitis useratis, atau polip usus di masa lalu.

Satu dari tiga dari kasus kanker dapat dicegah

Kanker paling umum disebabkan oleh mutasi genetik yang diwariskan dalam keluarga. Jika Anda memiliki anggota keluarga (orangtua, kakak, adik, atau kakek-nenek) yang pernah mengalami kanker, maka risiko Anda akan lebih tinggi terkena penyakit ganas ini.

Namun secara keseluruhan, faktor genetik hanya bertanggung jawab untuk sekitar 5-10% dari total kasus kanker di dunia. Faktor luar tubuh, seperti gaya hidup buruk dan paparan terhadap karsinogen memiliki andil yang lebih besar untuk menyebabkan pertumbuhan sel tumor ganas.

Itu kenapa sebagian besar dari risikonya bisa diturunkan atau bahkan dicegah sama sekali. WHO menyatakan sekitar 43% kasusnya dapat dicegah sejak dini dengan cara yang tepat. Mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan sehat, rutin olahraga, menjaga berat badan, dan rutin cek kesehatan adalah beberapa cara pencegahan yang sudah terbukti ampuh.

Selain makan sehat dan olahraga, kunci utama dari mencegah tumor ganas tertentu adalah dengan vaksin. Vaksin memberikan Anda perlindungan dari infeksi virus berbahaya yang dapat menyebabkan kanker. Untuk menurunkan risiko, para ahli kesehatan menyarankan setiap pria dan wanita untuk mendapatkan vaksin hepatitis B dan vaksin HPV.

Kedua vaksin ini sangat dianjurkan didapat oleh orang-orang dewasa yang aktif berhubungan seksual. Vaksin HPV juga sangat dianjurkan untuk anak perempuan dan laki-laki yang sudah berusia 11 dan 12 ke atas.

Ingat slogan CERDIK

Agar memudahkan Anda menerapkan gaya hidup sehat mencegah penyakit, ingatlah Anda harus CERDIK.

CERDIK adalah singkatan buatan Kemenkes yang terdiri dari:

  • Cek kesehatan dan skrining kanker secara berkala
  • Enyahkan asap rokok
  • Rajin aktivitas fisik
  • Diet sehat dengan gizi seimbang
  • Istirahat cukup
  • Kelola stres.

Kanker dapat diobati

mual setelah kemoterapi

Didiagnosis kanker kini bukan lagi sebuah vonis mati. Kemajuan perkembangan teknologi medis saat ini makin membuka lebar peluang kesuksesan kesembuhan total. 

Ada banyak jenis pengobatan kanker, mulai dari operasi, kemoterapi, radioterapi, dan immunoterapi. Namun, jenis pengobatan yang Anda terima akan tergantung pada jenis sel tumor yang Anda miliki dan seberapa parah kondisinya.

Kebanyakan pasien umumnya akan diberikan satu jenis perawatan terfokus dulu pada mulanya sampai terlihat ada kemajuan kondisi. Jika dibutuhkan, dokter kemudian dapat mengombinasikan pilihat pengobatannya. Misalnya operasi angkat tumor dengan kemoterapi, kemoterapi yang dikombinasi dengan terapi radiasi, atau kemoteerapi dengan terapi hormon.

Beberapa pasien kanker juga mungkin membutuhkan transplantasi sel punca untuk mengembalikan sel-sel pembentuk darah yang sebelumnya sudah hancur akibat kemoterapi atau radioterapi dosis tinggi. Sel-sel induk pembentuk darah ini penting karena nantinya akan menghasilkan berbagai jenis sel darah baru dan sehat.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca