6 Fakta Unik Tentang Areola Payudara yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Setiap orang perlu memahami bentuk dan fungsi bagian tubuh dirinya sendiri. Nah, salah satu bagian tubuh yang penting untuk diperhatikan adalah areola. Tahukah Anda apa itu areola dan apa fungsinya? Simak ulasan lengkap terkait bagian tubuh satu itu di sini.

Sekilas tentang anatomi areola

Baik pria maupun wanita memiliki payudara. Secara umum, struktur payudara pria hampir sama dengan payudara wanita. Bedanya, payudara pria tidak berkembang. Sebaliknya, payudara wanita justru baru berkembang setelah masa pubertas yang berfungsi sebagai sumber produksi ASI.

Pada bagian luar payudara terdapat puting susu, areola, dan badan payudara. Puting susu berada di bagian paling tengah badan payudara dan terhubung ke kelenjar susu, yaitu tempat ASI diproduksi. Sedangkan aerola adalah bagian berwarna gelap yang mengelilingi puting susu.

Bagian tubuh ini mengandung banyak kelenjar, salah satunya kelenjar Montgomery. Kelenjar ini menghasilkan minyak berfungsi sebagai pelumas serta pelindung bagi areola dan puting susu. Kelenjar ini juga nantinya yang akan mengalami pembesaran selama masa kehamilan dan menyusui.

Di bagian dalam areola, terdapat saluran sinus laktiferus untuk menyimpan susu dalam payudara ibu selama masa menyusui sampai akhirnya dikeluarkan untuk bayi. Sel yang berperan dalam pergerakan areola selama masa menyusui disebut sel myoepithelial, gunanya untuk mendorong keluarnya air susu.

Berbagai fakta menarik tentang areola payudara

Berikut berbagai fakta tentang areola yang mungkin belum Anda ketahui:

1. Areola bisa ditumbuhi rambut halus

Jangan langsung panik ketika Anda mendapati rambut halus tumbuh di bagian areola. Tumbuhnya rambut halus di sekitar puting payudara merupakan hal yang normal.

Dalam banyak kasus, pertumbuhan rambut halus di bagian ini lebih sering dialami oleh para pria ketimbang wanita. Hal ini bisa terjadi karena pengaruh hormonal dan faktor genetik.

Apabila pertumbuhan rambut kecil di sekitar bagian ini membuat Anda risih, Anda bisa mengguntingnya dengan gunting kecil. Akan tetapi, Anda tidak dianjurkan untuk mencabutnya, karena bisa menyebabkan infeksi dan rambut tumbuh ke dalam.

Jika Anda merasa bahwa pertumbuhan rambut halus di sekitar puting terjadi baru-baru ini dan disertai dengan keluhan lain seperti gangguan menstruasi, segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter terdekat.

2. Memiliki aroma seperti air ketuban

Di sekitar tepi areola ada benjolan-benjolan kecil yang disebut dengan kelenjar Montgomery. Saat menyusui, kelenjar ini akan menghasilkan aroma yang hanya bisa dideteksi oleh bayi. Aroma yang dihasilkan dari kelenjar Montgomery mirip seperti cairan ketuban, yang akrab bagi bayi selama ia di dalam kandungan.

Nah, bau inilah yang membantu bayi Anda menemukan payudara ketika dilakukan prosedur insiasi menyusui dini (IMD). Oleh karena itu, selama proses IMD berlangsung, biasanya dokter menyarankan para ibu untuk tidak membantu bayi, atau sengaja mendorong bayi mendekati putingnya. Hal ini dilakukan semata-mata agar keseluruhan proses interaksi antara ibu dan bayi yang baru lahir berjalan secara alami.

Menariknya, semakin banyak kelenjar Montgomery yang dimiliki seorang ibu, maka bayi akan semakin mudah untuk menggapai payudara ibu ketika dilakukan IMD.

3. Warnanya bisa berubah-ubah

Pada dasarnya setiap orang memiliki warna areola yang berbeda-beda, tergantung jenis kulit dan warna kulit yang dimiliki sejak lahir. Ada yang tampak kecoklatan, kehitaman, atau bahkan kemerahmudaan.

Namun umumnya, seseorang akan mendapati warna areola yang lebih gelap dari biasanya ketika ia mendapatkan rangsangan seksual di area tersebut. Jadi, selain puting susu, ternyata bagian  ini juga ikut bereaksi ketika Anda mendapatkan rangsangan seksual di titik tersebut.

Tak hanya itu, bagian tubuh satu ini juga bisa mengalami perubahan warna yang lebih gelap ketika terjadi suhu dingin, sedang hamil dan menyusui, atau seiring dengan bertambahnya usia seseorang.

4. Dua puting susu pada satu areola

Ya! Seseorang bisa saja memiliki dua puting susu tepat di atas areolanya. Pada umumnya, puting tambahan ini tidak akan berkembang menjadi payudara utuh dan normal ketika seseorang menginjak masa puber.

Akan tetapi, jika seiring berjalannya waktu ditemukan jaringan kelenjar yang sama dengan puting normal, maka puting tambahan ini bisa berfungsi selayaknya puting normal. Bahkan bukan tidak mungkin kalau puting tambahan tersebut juga bisa mengeluarkan air susu. Dalam kasus ini, puting susu tambahan akan berfungsi layaknya payudara dan puting susu biasa, hanya saja ditemukan di lokasi tubuh yang lainnya.

Sayangnya, jika puting susu tambahan ditemukan tepat di atas posisi puting normal, kondisi ini akan menyulitkan bayi untuk menyusu, ungkap Norman A. Grossl di Southern Medical Journal, dikutip dari BBC Future.

5. Diameter areola lebih kecil dari bola golf

Setiap orang memang memiliki ukuran dan bentuk areola yang berbeda-beda. Namun, sebuah penelitian pada tahun 2009 menemukan fakta unik tentang bagian tubuh satu ini.

Penelitian yang melibatkan 300 wanita ini menemukan bahwa rata-rata diameter aerola yang dimiliki wanita adalah sekitar 4 cm atau lebih kecil dari bola golf. Sementara diameter dan tinggi puting wanita rata-rata mencapai 1,3 cm dan 0,9 cm.

Diameter areola biasanya akan bertambah secara signifikan ketika seorang wanita sedang hamil atau menyusui. Tak hanya itu, puting susu wanita juga bisa semakin panjang dan melebar selama masa-masa tersebut.

6. Seseorang bisa saja tidak memiliki areola sama sekali

Athelia adalah kondisi ketika seseorang lahir tanpa memiliki puting dan ereola. Meski kondisi ini termasuk langka, anak-anak yang dilahirkan dengan kondisi seperti sindrom Polandia dan displasi ektoderma berisiko lebih tinggi untuk mengalaminya.

Tidak memiliki puting susu dan areola memang tidak akan menyebabkan komplikasi. Namun, kondisi ini tentu akan mempersulit wanita untuk menyusui bayinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker payudara ciri-ciri gejala penyebab obat

Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 13 menit
merangsang payudara

Bisakah Wanita Orgasme Hanya dengan Merangsang Payudara?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
kepala bayi terbentur

Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2020 . Waktu baca 9 menit