5 Fakta Unik Soal Kutu Rambut, Musuh Kecil yang Menggerayangi Kulit Kepala

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 09/01/2018
Bagikan sekarang

Rambut kutuan tidak hanya membuat kepala jadi gatal-gatal, namun juga bisa membuat Anda minder untuk berinteraksi dengan orang lain. Pasalnya meski berukuran sangat kecil, kutu rambut masih bisa dilihat dengan mata telanjang. Belum lagi telur-telurnya yang menempel di kepala tampak mirip seperti ketombe.

Selain bisa membuat kepala gatal, apakah Anda sudah tahu hal-hal penting dan menarik lainnya seputar kutu rambut? Cek di sini, yuk!

Sekilas tentang siklus hidup kutu rambut

Sama seperti makhluk hidup lainnya, kutu rambut juga mengalami siklus hidup tersendiri. Dimulai dari induk yang bertelur. Telur kutu, atau disebut nit, sering kali terlihat seperti titik kuning, cokelat, atau cokelat kecil sebelum menetas.

Kemudian, telur kutu menetas menjadi koloni kutu-kutu bayi yang disebut nimfa. Telur kutu menetas dalam waktu satu sampai dua minggu. Setelah menetas, sisa cangkangnya terlihat putih atau transparan, dan akan tetap melekat kuat pada batang rambut. Bayi-bayi kutu ini akan menjadi dewasa dalam waktu tujuh hari setelah menetas.

Kutu dewasa bisa hidup sampai 30 hari di atas kepala seseorang. Kutu dewasa berukuran seperti biji wijen, memiliki enam kaki, dan berwarna abu-abu keabu-abuan. Pada orang dengan rambut hitam, kutu dewasa terlihat lebih gelap. Untuk hidup, kutu dewasa perlu “minum” darah beberapa kali sehari. Tanpa darah atau jika terjatuh dari kulit kepala, kutu akan mati dalam waktu 1 sampai 2 hari.

Di mana kutu rambut paling banyak ditemukan?

Telur kutu terdapat di batang rambut yang dekat dengan kulit kepala. Sementara itu, kutu paling sering berjalan-jalan di atas kulit kepala, khususnya di belakang telinga dan dekat garis leher di bagian belakang leher. Kutu jarang sekali ditemukan di tubuh, bulu mata, atau alis.

Kenapa rambut kutuan bisa bikin gatal?

Rambut kutuan identik dengan rasa gatal di kulit kepala. Nah, sebenarnya bukan badan kutu yang membuat rambut serta kulit kepala Anda gatal. Rasa gatal terjadi sebagai reaksi tubuh terhadap air liur kutu yang menggigit kulit untuk minum darah Anda. Akan tetapi, seberapa lama munculnya rasa gatal tergantung pada seberapa sensitif kulit kepala Anda terhadap kutu.

Bagaimana cara kutu rambut menyebar?

Berbanding terbalik dengan apa yang kita percaya selama ini, kutu rambut tidak bisa melompat atau terbang dari satu orang ke orang lain. Lantas, kenapa kutuan bisa “menular”?

Parasit mungil ini memiliki cakar yang disesuaikan secara khusus sehingga mereka mampu merangkak dan menempel erat pada rambut. Kutu biasanya menyebar melalui kontak langsung yang memungkinkan mereka menyeberang dari rambut seseorang ke rambut orang lain.

Misalnya, penggunaan barang-barang pribadi secara bergantian seperti pakaian, seprai, dan sisir. Kebiasaan ini bisa memicu penyebaran kutu kepala dari satu orang ke yang lainnya. Anak-anak khususnya sangat rentan terhadap kutu karena mereka cenderung memiliki kontak fisik yang erat satu sama lain dan lebih sering saling pinjam barang pribadi.

Perbedaan kutu dengan ketombe di rambut

Kutu rambut sering disamakan dengan ketombe. Padahal, keduanya berbeda. Ketombe adalah serpihan kulit kepala berwarna putih atau keabu-abuan yang mengelupas dan menempel pada rambut atau terlihat di bahu Anda. Ketombe mudah sekali jatuh, sedangkan kutu kepala menempel erat pada batang rambut.

Akan tetapi, keduanya memang sama-sama bikin kulit kepala serta rambut terasa gatal. Jadi, kalau Anda memang ingin memastikan penyebab rambut gatal, konsultasikan dengan ahlinya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020