5 Fakta Unik Soal Kutu Rambut, Musuh Kecil yang Menggerayangi Kulit Kepala

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Rambut kutuan tidak hanya membuat kepala jadi gatal-gatal, namun juga bisa membuat Anda minder untuk berinteraksi dengan orang lain. Pasalnya meski berukuran sangat kecil, kutu rambut masih bisa dilihat dengan mata telanjang. Belum lagi telur-telurnya yang menempel di kepala tampak mirip seperti ketombe.

Selain bisa membuat kepala gatal, apakah Anda sudah tahu hal-hal penting dan menarik lainnya seputar kutu rambut? Cek di sini, yuk!

Sekilas tentang siklus hidup kutu rambut

Sama seperti makhluk hidup lainnya, kutu rambut juga mengalami siklus hidup tersendiri. Dimulai dari induk yang bertelur. Telur kutu, atau disebut nit, sering kali terlihat seperti titik kuning, cokelat, atau cokelat kecil sebelum menetas.

Kemudian, telur kutu menetas menjadi koloni kutu-kutu bayi yang disebut nimfa. Telur kutu menetas dalam waktu satu sampai dua minggu. Setelah menetas, sisa cangkangnya terlihat putih atau transparan, dan akan tetap melekat kuat pada batang rambut. Bayi-bayi kutu ini akan menjadi dewasa dalam waktu tujuh hari setelah menetas.

Kutu dewasa bisa hidup sampai 30 hari di atas kepala seseorang. Kutu dewasa berukuran seperti biji wijen, memiliki enam kaki, dan berwarna abu-abu keabu-abuan. Pada orang dengan rambut hitam, kutu dewasa terlihat lebih gelap. Untuk hidup, kutu dewasa perlu “minum” darah beberapa kali sehari. Tanpa darah atau jika terjatuh dari kulit kepala, kutu akan mati dalam waktu 1 sampai 2 hari.

Di mana kutu rambut paling banyak ditemukan?

Telur kutu terdapat di batang rambut yang dekat dengan kulit kepala. Sementara itu, kutu paling sering berjalan-jalan di atas kulit kepala, khususnya di belakang telinga dan dekat garis leher di bagian belakang leher. Kutu jarang sekali ditemukan di tubuh, bulu mata, atau alis.

Kenapa rambut kutuan bisa bikin gatal?

Rambut kutuan identik dengan rasa gatal di kulit kepala. Nah, sebenarnya bukan badan kutu yang membuat rambut serta kulit kepala Anda gatal. Rasa gatal terjadi sebagai reaksi tubuh terhadap air liur kutu yang menggigit kulit untuk minum darah Anda. Akan tetapi, seberapa lama munculnya rasa gatal tergantung pada seberapa sensitif kulit kepala Anda terhadap kutu.

Bagaimana cara kutu rambut menyebar?

Berbanding terbalik dengan apa yang kita percaya selama ini,¬†kutu rambut tidak bisa melompat atau terbang dari satu orang ke orang lain. Lantas, kenapa kutuan bisa “menular”?

Parasit mungil ini memiliki cakar yang disesuaikan secara khusus sehingga mereka mampu merangkak dan menempel erat pada rambut. Kutu biasanya menyebar melalui kontak langsung yang memungkinkan mereka menyeberang dari rambut seseorang ke rambut orang lain.

Misalnya, penggunaan barang-barang pribadi secara bergantian seperti pakaian, seprai, dan sisir. Kebiasaan ini bisa memicu penyebaran kutu kepala dari satu orang ke yang lainnya. Anak-anak khususnya sangat rentan terhadap kutu karena mereka cenderung memiliki kontak fisik yang erat satu sama lain dan lebih sering saling pinjam barang pribadi.

Perbedaan kutu dengan ketombe di rambut

Kutu rambut sering disamakan dengan ketombe. Padahal, keduanya berbeda. Ketombe adalah serpihan kulit kepala berwarna putih atau keabu-abuan yang mengelupas dan menempel pada rambut atau terlihat di bahu Anda. Ketombe mudah sekali jatuh, sedangkan kutu kepala menempel erat pada batang rambut.

Akan tetapi, keduanya memang sama-sama bikin kulit kepala serta rambut terasa gatal. Jadi, kalau Anda memang ingin memastikan penyebab rambut gatal, konsultasikan dengan ahlinya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca