5 Fakta Unik Soal Kutu Rambut, Musuh Kecil yang Menggerayangi Kulit Kepala

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Rambut kutuan tidak hanya membuat kepala jadi gatal-gatal, namun juga bisa membuat Anda minder untuk berinteraksi dengan orang lain. Pasalnya meski berukuran sangat kecil, kutu rambut masih bisa dilihat dengan mata telanjang. Belum lagi telur-telurnya yang menempel di kepala tampak mirip seperti ketombe.

Selain bisa membuat kepala gatal, apakah Anda sudah tahu hal-hal penting dan menarik lainnya seputar kutu rambut? Cek di sini, yuk!

Sekilas tentang siklus hidup kutu rambut

Sama seperti makhluk hidup lainnya, kutu rambut juga mengalami siklus hidup tersendiri. Dimulai dari induk yang bertelur. Telur kutu, atau disebut nit, sering kali terlihat seperti titik kuning, cokelat, atau cokelat kecil sebelum menetas.

Kemudian, telur kutu menetas menjadi koloni kutu-kutu bayi yang disebut nimfa. Telur kutu menetas dalam waktu satu sampai dua minggu. Setelah menetas, sisa cangkangnya terlihat putih atau transparan, dan akan tetap melekat kuat pada batang rambut. Bayi-bayi kutu ini akan menjadi dewasa dalam waktu tujuh hari setelah menetas.

Kutu dewasa bisa hidup sampai 30 hari di atas kepala seseorang. Kutu dewasa berukuran seperti biji wijen, memiliki enam kaki, dan berwarna abu-abu keabu-abuan. Pada orang dengan rambut hitam, kutu dewasa terlihat lebih gelap. Untuk hidup, kutu dewasa perlu “minum” darah beberapa kali sehari. Tanpa darah atau jika terjatuh dari kulit kepala, kutu akan mati dalam waktu 1 sampai 2 hari.

Di mana kutu rambut paling banyak ditemukan?

Telur kutu terdapat di batang rambut yang dekat dengan kulit kepala. Sementara itu, kutu paling sering berjalan-jalan di atas kulit kepala, khususnya di belakang telinga dan dekat garis leher di bagian belakang leher. Kutu jarang sekali ditemukan di tubuh, bulu mata, atau alis.

Kenapa rambut kutuan bisa bikin gatal?

Rambut kutuan identik dengan rasa gatal di kulit kepala. Nah, sebenarnya bukan badan kutu yang membuat rambut serta kulit kepala Anda gatal. Rasa gatal terjadi sebagai reaksi tubuh terhadap air liur kutu yang menggigit kulit untuk minum darah Anda. Akan tetapi, seberapa lama munculnya rasa gatal tergantung pada seberapa sensitif kulit kepala Anda terhadap kutu.

Bagaimana cara kutu rambut menyebar?

Berbanding terbalik dengan apa yang kita percaya selama ini,¬†kutu rambut tidak bisa melompat atau terbang dari satu orang ke orang lain. Lantas, kenapa kutuan bisa “menular”?

Parasit mungil ini memiliki cakar yang disesuaikan secara khusus sehingga mereka mampu merangkak dan menempel erat pada rambut. Kutu biasanya menyebar melalui kontak langsung yang memungkinkan mereka menyeberang dari rambut seseorang ke rambut orang lain.

Misalnya, penggunaan barang-barang pribadi secara bergantian seperti pakaian, seprai, dan sisir. Kebiasaan ini bisa memicu penyebaran kutu kepala dari satu orang ke yang lainnya. Anak-anak khususnya sangat rentan terhadap kutu karena mereka cenderung memiliki kontak fisik yang erat satu sama lain dan lebih sering saling pinjam barang pribadi.

Perbedaan kutu dengan ketombe di rambut

Kutu rambut sering disamakan dengan ketombe. Padahal, keduanya berbeda. Ketombe adalah serpihan kulit kepala berwarna putih atau keabu-abuan yang mengelupas dan menempel pada rambut atau terlihat di bahu Anda. Ketombe mudah sekali jatuh, sedangkan kutu kepala menempel erat pada batang rambut.

Akan tetapi, keduanya memang sama-sama bikin kulit kepala serta rambut terasa gatal. Jadi, kalau Anda memang ingin memastikan penyebab rambut gatal, konsultasikan dengan ahlinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Mengurangi gula tak semudah berhenti minum teh pakai gula atau menghindari makan cake. Ada banyak makanan sehari-hari yang ternyata mengandung gula tinggi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
efek samping imunisasi

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
obat sakit gigi

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit
alergi binatang kucing dan anjing

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit