Drunkorexia, Fenomena Rela Tak Makan Demi Minum Alkohol

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Minum minuman beralkohol kerap dijadikan alternatif penghilang stres di akhir pekan dengan konsumsi yang terbatas. Bahkan, ada beberapa orang yang menjadikan minuman keras sebagai ‘makanan utama’ mereka atau lebih dikenal dengan istilah drunkorexia.

Serius? Yuk, kenali apa itu fenomena ini dan apa bahayanya bagi tubuh!

Apa itu drunkorexia?

penularan COVID-19 di bar

Pada dasarnya, drunkorexia merupakan istilah populer di kalangan anak muda yang menggambarkan seseorang membatasi asupan kalorinya agar dapat minum minuman beralkohol.

Istilah yang belum diresmikan oleh badan kesehatan ini berasal dari ketakutan seseorang terhadap kenaikan berat badan ketika minum alkohol. Fenomena ini kerap terjadi pada wanita yang masih kuliah. Namun, tidak menutup kemungkinan pria juga mengalaminya. 

Umumnya, orang yang memiliki drunkorexia tidak akan makan sebelum ia pergi ke pesta atau bar. Hal ini bertujuan agar mereka dapat menyeimbangkan kalori ketika mengonsumsi alkohol.

Pada beberapa kasus, perilaku ini tidak hanya membatasi asupan kalori, melainkan juga olahraga yang berlebihan, bahkan setelah minum. Walaupun bukan diagnosis resmi, fenomena ini berisiko menimbulkan gangguan makan, seperi anoreksia, dan dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Penyebab munculnya drunkorexia

mengurangi penggunaan gadget

Sebenarnya, fenomena drunkorexia ini sudah ada sejak lama, terutama di Australia. Hal ini dibuktikan lewat penelitian yang dilakukan oleh University South of Australia. Peneliti dari studi tersebut mencoba menganalisis pola minum 479 mahasiswi Australia yang masih berusia 18-24 tahun. 

Hasil dari penelitian menunjukkan setidaknya ada 82% peserta dengan drunkorexia selama tiga bulan terakhir. Bahkan, lebih dari 28% di antara mereka sengaja tidak makan, minum minuman beralkohol tanpa gula, dan berolahraga untuk mengurangi kalori yang dicerna.

Penelitian ini juga dibagi menjadi dua bagian. Pertama, peneliti mengukur kebiasaan minum alkohol yang dilaporkan peserta. Kedua, mereka mencoba meneliti pola pikir peserta yang berkaitan dengan kurang dapat mengontrol diri sendiri dan isolasi sosial

Harus Minum Alkohol Seberapa Banyak Sampai Jadi Kecanduan?

Pada kenyataannya, kedua faktor tersebut memiliki kecenderungan menjadi penyebab mengapa drunkorexia muncul pada beberapa orang.

Mereka merasa perilaku ini dilakukan sebagai upaya untuk mengelola rasa cemas. Bahkan, tidak sedikit pula yang minum alkohol karena berharap diterima di sebuah kelompok atau budaya. 

Maka dari itu, tidak mengherankan jika mahasiswi yang mengikuti penelitian ini menunjukkan ketergantungan terhadap alkohol. Selain untuk menurunkan berat badan, mereka tidak ingin dikucilkan dari lingkungan sosialnya. 

Drunkorexia tentu saja bahaya

minum alkohol sebelum makan

Sudah bukan rahasia umum lagi ketika minum alkohol berlebihan hanya akan menimbulkan dampak serius bagi kesehatan. Terlebih lagi, asupan kalori yang dibatasi agar dapat minum alkohol menambah risiko terhadap gangguan makan. Perilaku ini tentu akan memunculkan ancaman serius bagi kesehatan fisik dan mental seseorang. 

Beberapa bahaya yang dapat muncul dari drunkorexia, terutama ketika berada di usia produktif antara lain:

  • kebiasaan minum alkohol berlebihan akibat minum dengan perut kosong
  • tubuh berisiko kekurangan nutrisi
  • menghambat sintesis protein dan perbaikan otot
  • memperlambat proses pemulihan dan tubuh tidak terasa bugar 
  • berkurangnya kemampuan mengambil keputusan 
  • berpotensi mengalami hipoglikemia, sirosis, hingga kerusakan otak dan jantung
  • terlibat dalam perilaku makan yang tidak sehat

Oleh karena itu, perilaku ini perlu diwaspadai dan tidak boleh disepelekan jika Anda atau orang terdekat mengalaminya. 

Tips mencegah perilaku drunkorexia

Walaupun perilaku ini kerap ditemui di luar negeri, bukan tidak mungkin masyarakat Indonesia juga mengalami hal yang sama. Agar Anda dan orang terdekat tidak berisiko mengembangkan penyakit akibat drunkorexia, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. 

1. Makan tetap teratur

makanan sehat kunci kesehatan mental

Salah satu cara untuk mencegah perilaku drunkorexia adalah dengan makan secara teratur. Pasalnya, asupan makan yang dibatasi sebelum minum alkohol bisa membuat perut terlalu lapar dan Anda cenderung makan berlebihan meskipun sudah larut malam

Apabila Anda hendak ke bar atau ke pesta, usahakan untuk makan dalam porsi yang tidak terlalu banyak. Hal ini bertujuan agar perut tidak terlalu lapar dan mengurangi risiko makan berlebihan.

Tubuh membutuhkan karbohidrat, protein, dan lemak setiap hari agar tetap berfungsi. Mlewatkan jam makan agar dapat minum alkohol malah akan menurunkan fungsi organ tubuh lainnya.

2. Mengetahui batasan 

tidak minum alkohol

Selain makan teratur, mencegah perilaku drunkorexia juga dapat dilakukan dengan mengetahui batasan terhadap tubuh sendiri. Artinya, Anda perlu merencanakan dan memastikan asupan alkohol yang akan diminum hari itu agar dapat terpantau dengan baik. 

Jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minuman non beralkohol, seperti air mineral biasa. Semakin banyak alkohol yang Anda konsumsi, semakin tinggi risiko terhadap pengambilan keputusan yang ceroboh hingga dapat menyebabkan cedera. 

Maka dari itu, Anda juga perlu memeriksa kadar alkohol dalam darah agar bisa mengetahui batasan terhadap diri sendiri.

3. Memilih jenis minuman dengan cermat

Untungnya beberapa minuman baik beralkohol maupun tidak mempunyai tingkat kalori yang lebih sedikit dibandingkan lainnya. Perilaku drunkorexia sebenarnya bisa dicegah dengan membatasi jumlah minuman yang dikonsumi agar asupan kalori terjaga. 

Apabila Anda khawatir terhadap asupan kalori, periksa kembali jenis alkohol apa yang akan dikonsumsi. Sebagai contoh, minuman alkohol yang dicampur dengan bir akan meningkatkan jumlah kalori di dalamnya. Maka itu, Anda mungkin bisa mulai memilih jenis minuman dengan bijak.

4. Rutin berolahraga

Bagi Anda yang terbiasa membatasi asupan kalori demi minum alkohol dan berolahraga terlalu ekstrem, sebaiknya mulai mengurangi kebiasaan tersebut. Olahraga memang penting, tetapi perlu diimbangi dengan pola makan yang sehat.

Bolehkah Minum Bir Setelah Olahraga? Ini Efeknya Pada Tubuh Anda!

Bahaya dari drunkorexia dapat dihindari dengan mulai meluangkan waktu untuk berolahraga, seperti hiking atau sekadar jalan biasa. Rutin berolahraga dan makan teratur membuat tubuh lebih sehat dan bugar, sehingga dapat mengurangi risiko dari bahaya minum alkohol berlebihan. 

5. Mencari bantuan

memberi dukungan teman yang sakit autoimun

Apabila Anda telah mencoba berbagai cara menghindari drunkorexia dan tetap tidak berhasil, sudah saatnya untuk mencari bantuan. Cobalah memulai mencari saran dan dorongan dari orang lain yang mendukung Anda menjalani hidup sehat, seperti keluarga atau teman.

Walaupun sampai saat ini belum ada kelompok pendukung khusus untuk drunkorexia, kelompok rehabilitasi gangguan makan dan penyalahgunaan alkohol pun turut membantu Anda keluar dari fenomena ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Membantu Teman yang Mengalami Gangguan Makan

Mendampingi teman yang memiliki gangguan makan tentu membutuhkan kesabaran. Ada kalanya mereka ingin mengasingkan diri dan tak mau ditemui.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Nutrisi, Hidup Sehat 20/03/2020 . Waktu baca 5 menit

Merasa Mabuk tapi Tidak Minum Alkohol? Mungkin Anda Punya Auto-Brewery Syndrome

Auto-brewery syndrome adalah kondisi yang membuat Anda bisa mabuk tanpa meminum alkohol. Apa faktor penyebab dan cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 03/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Minum Wine Bisa Memperpanjang Umur, Apa Benar?

Beberapa orang meyakini bahwa minum wine membuat Anda panjang umur. Apakah fenomena tersebut benar adanya? Simak ulasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Hidup Sehat, Fakta Unik 06/02/2020 . Waktu baca 3 menit

Mengupas Ragam Penyebab Orthorexia, Obsesi Makan Sehat yang Justru Tidak Baik

Jika kegemaran mengonsumsi makanan sehat sudah berubah menjadi obsesi, kondisi ini disebut sebagai orthorexia. Apa saja faktor penyebab orthorexia?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 13/12/2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Anak Penyandang Autisme Lebih Riskan Mengalami Gangguan Makan, Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020 . Waktu baca 6 menit
minum alkohol membunuh coronavirus

Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . Waktu baca 5 menit
gangguan makan ibu hamil

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020 . Waktu baca 5 menit
gangguan makan anak

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . Waktu baca 5 menit