Kata Siapa Mustahil? Ini 4 Langkah Utama Mengatasi Kecanduan Alkohol

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15 November 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Orang yang kecanduan alkohol memiliki risiko tinggi untuk mengalami kerusakan hati. Maka itu, kebiasaan ini harus segera dihentikan. Kecanduan alkohol bisa diatasi dengan beberapa cara.

Berhasil atau tidaknya seseorang mengurangi dan menghilangkan kebiasaan minum alkoholnya tergantung dengan tingkat keparahan, kemauan, dan dukungan orang-orang di sekitarnya. Maka itu, untuk mengatasi kecanduan alkohol tidak akan jauh-jauh dari empat langkah di bawah ini.

1. Tentukan batasan minum alkohol dengan jelas

bahaya alkohol

Setelah Anda membuat keputusan untuk berubah, langkah selanjutnya adalah menetapkan tujuan harus sangat jelas. Semakin spesifik, realistis, dan jelas, maka semakin baik.

Kurangi secara bertahap seberapa sering Anda minum alkohol. Misalnya, dari terbiasa minum 5 hari dalam seminggu menjadi 4 atau 3 hari dalam seminggu.

Beri tahu teman terdekat dan anggota keluarga Anda jika Anda sedang mencoba berhenti atau mengurangi minum alkohol. Jika Anda minum dari jadwal yang seharusnya, minta mereka untuk melarang dan mengingatkan Anda. Sebab, zat kimia otaknya sangat kuat memengaruhi mereka dalam mengontrol pikiran seperti menentukan pilihan.

Buatlah juga waktu-waktu yang spesifik kapan Anda masih minum alkohol, dan kapan tidak. Buat aturan yang jelas dan taati aturan yang Anda buat sendiri ini.

2. Pilih perawatan yang tepat

dokter urologi

Beberapa orang dapat berhenti minum sendiri, dan beberapa orang memerlukan bantuan medis untuk menarik diri dari alkohol dengan aman dan nyaman. Maka itu, pilih perawatan yang paling tepat untuk kondisi Anda.

Pilihan mana yang paling tepat tergantung pada seberapa banyak seseorang sudah kecanduan, berapa lama masalah kecanduan yang dialami, situasi lingkungan tempat tinggal, dan masalah kesehatan lain jika ada.

Bagi orang yang mengalami kecanduan alkohol dalam jangka waktu lama, kemungkinan Anda butuh pengawasan medis untuk mengurangi candu. Sebab, akan ada beberapa gejala yang muncul saat pecandu alkohol menghentikan kebiasaannya minum. Ini disebut dengan gejala putus alkohol (alcohol withdrawal symptoms). Gejala yang muncul seperti sakit kepala, gemetar, berkeringat, kecemasan, kram perut, sulit konsentrasi, dan sulit tidur.

Gejala-gejala ini akan muncul selama beberapa jam saja setelah seorang pecandu alkohol berhenti minum. Puncaknya akan terjadi pada 1-2 hari ke depan. Proses ini akan membaik dalam lima hari kemudian. Namun ini tidak pasti, tergantung keparahan gejala yang muncul. Selama proses ini bisa dilakukan secara rawat jalan, atau rawat inap khusus di rumah sakit yang menyediakan fasilitas perawatan alkohol khusus.

Selain dengan tenaga medis, Anda juga bisa mengikuti terapi baik secara individu atau dalam kelompok dengan terapis ahli. Anda juga bisa memilih program rehabilitasi bersama beberapa orang yang memiliki kasus yang sama bersama dengan terapis yang berpengalaman.

3. Cari lingkungan yang dapat mendukung

menghadapi tekanan setelah diagnosis penyakit

Apa pun pilihan perawatan Anda pilih, dukungan orang di sekitar sangatlah penting. Memulihkan diri dari kecanduan alkohol jauh lebih mudah ketika Anda memiliki orang-orang yang dapat dijadikan tempat curhat, memberikan dorongan, kenyamanan, dan bimbingan.

Dukungan ini bisa didapatkan dari anggota keluarga, teman, konselor, pecandu alkohol lainnya yang memiliki tujuan yang sama, dan tenaga kesehatan yang melayani.

Agar situasi semakin mendukung, coba bergabunglah dengan komunitas-komunitas baru yang bisa mengalihkan pikiran Anda dari dorongan mabuk-mabukan lagi. Misalnya ikut komunitas sukarelawan atau mendaftar kursus bahasa asing.

Dengan kesibukan dan aktivitas yang bertolak belakang dengan kebiasaan Anda sebelumnya ini bisa menambah kemauan untuk lebih cepat pulih.

4. Hindari pemicu yang buat Anda ingin minum alkohol

toleransi alkohol; mudah mabuk

Hindari hal-hal yang memicu Anda untuk kembali minum alkohol. Misalnya kegiatan, tempat, atau orang-orang tertentu. Cobalah untuk menghindarinya dengan mengubah kehidupan sosial Anda. Kalau Anda biasa pergi dengan orang-orang yang suka mengajak Anda minum di malam hari, sekarang kurangi dulu seberapa sering Anda pergi bersama mereka, terutama di malam hari.

Berlatihlah mengatakan tidak pada alkohol, dalam situasi apa pun. Meskipun ada beberapa orang yang masih menawarkannya pada Anda, ingat satu tujuan Anda untuk mengatasi candu ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Wajib Tahu! Ini Perbedaan Disinfektan dan Hand Sanitizer

Disinfektan dan hand sanitizer kerap dianggap sama karena dapat membunuh kuman dan virus. Simak perbedaan disinfektan dan hand sanitizer pada artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Konten Bersponsor
perbedaan disinfektan dan hand sanitizer
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 4 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa Sebenarnya Pengaruh Alkohol untuk Kesehatan Jantung?

Konsumsi alkohol ternyata memengaruhi kondisi jantung Anda. Lantas, apa pengaruh baik dan buruk minum alkohol untuk kesehatan jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Suhu Tinggi dan Alkohol Membunuh Coronavirus?

Siapa sangka alkohol dan suhu tinggi disebut-sebut dapat mengurangi hingga membunuh coronavirus yang ada di tubuh. Benarkah cara ini efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
COVID-19, Penyakit Infeksi 3 Februari 2020 . Waktu baca 6 menit

Apakah Rum Punya Manfaat Buat Kesehatan?

Anda mungkin sudah akrab dengan bir dan wine. Namun, bagaimana dengan rum? Faktanya, rum adalah minuman beralkohol yang sudah ada sejak zaman kuno, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan, Informasi Kesehatan 2 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

paracetamol dan alkohol

Bahaya Minum Paracetamol Setelah Minum Minuman Beralkohol

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 24 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
perlemakan hati atau fatty liver adalah pembengkakan hati karena konsumsi alkohol.

Fatty Liver (Perlemakan Hati)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
kedutan mata kiri atas

Mata Sering Kedutan, Apa Artinya dari Sisi Medis?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit
mabuk alkohol

Seperti Apa, Sih, Rasanya Mabuk Alkohol? Kenali 7 Tahapannya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 20 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit