home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kata Siapa Mustahil? Ini 4 Langkah Utama Mengatasi Kecanduan Alkohol

Kata Siapa Mustahil? Ini 4 Langkah Utama Mengatasi Kecanduan Alkohol

Orang yang kecanduan alkohol memiliki risiko tinggi untuk mengalami kerusakan hati. Maka itu, kebiasaan ini harus segera dihentikan. Kecanduan alkohol bisa diatasi dengan beberapa cara.

Berhasil atau tidaknya seseorang mengurangi dan menghilangkan kebiasaan minum alkoholnya tergantung dengan tingkat keparahan, kemauan, dan dukungan orang-orang di sekitarnya. Maka itu, untuk mengatasi kecanduan alkohol tidak akan jauh-jauh dari empat langkah di bawah ini.

1. Tentukan batasan minum alkohol dengan jelas

bahaya alkohol

Setelah Anda membuat keputusan untuk berubah, langkah selanjutnya adalah menetapkan tujuan harus sangat jelas. Semakin spesifik, realistis, dan jelas, maka semakin baik.

Kurangi secara bertahap seberapa sering Anda minum alkohol. Misalnya, dari terbiasa minum 5 hari dalam seminggu menjadi 4 atau 3 hari dalam seminggu.

Beri tahu teman terdekat dan anggota keluarga Anda jika Anda sedang mencoba berhenti atau mengurangi minum alkohol. Jika Anda minum dari jadwal yang seharusnya, minta mereka untuk melarang dan mengingatkan Anda. Sebab, zat kimia otaknya sangat kuat memengaruhi mereka dalam mengontrol pikiran seperti menentukan pilihan.

Buatlah juga waktu-waktu yang spesifik kapan Anda masih minum alkohol, dan kapan tidak. Buat aturan yang jelas dan taati aturan yang Anda buat sendiri ini.

2. Pilih perawatan yang tepat

dokter urologi

Beberapa orang dapat berhenti minum sendiri, dan beberapa orang memerlukan bantuan medis untuk menarik diri dari alkohol dengan aman dan nyaman. Maka itu, pilih perawatan yang paling tepat untuk kondisi Anda.

Pilihan mana yang paling tepat tergantung pada seberapa banyak seseorang sudah kecanduan, berapa lama masalah kecanduan yang dialami, situasi lingkungan tempat tinggal, dan masalah kesehatan lain jika ada.

Bagi orang yang mengalami kecanduan alkohol dalam jangka waktu lama, kemungkinan Anda butuh pengawasan medis untuk mengurangi candu. Sebab, akan ada beberapa gejala yang muncul saat pecandu alkohol menghentikan kebiasaannya minum. Ini disebut dengan gejala putus alkohol (alcohol withdrawal symptoms). Gejala yang muncul seperti sakit kepala, gemetar, berkeringat, kecemasan, kram perut, sulit konsentrasi, dan sulit tidur.

Gejala-gejala ini akan muncul selama beberapa jam saja setelah seorang pecandu alkohol berhenti minum. Puncaknya akan terjadi pada 1-2 hari ke depan. Proses ini akan membaik dalam lima hari kemudian. Namun ini tidak pasti, tergantung keparahan gejala yang muncul. Selama proses ini bisa dilakukan secara rawat jalan, atau rawat inap khusus di rumah sakit yang menyediakan fasilitas perawatan alkohol khusus.

Selain dengan tenaga medis, Anda juga bisa mengikuti terapi baik secara individu atau dalam kelompok dengan terapis ahli. Anda juga bisa memilih program rehabilitasi bersama beberapa orang yang memiliki kasus yang sama bersama dengan terapis yang berpengalaman.

3. Cari lingkungan yang dapat mendukung

menghadapi tekanan setelah diagnosis penyakit

Apa pun pilihan perawatan Anda pilih, dukungan orang di sekitar sangatlah penting. Memulihkan diri dari kecanduan alkohol jauh lebih mudah ketika Anda memiliki orang-orang yang dapat dijadikan tempat curhat, memberikan dorongan, kenyamanan, dan bimbingan.

Dukungan ini bisa didapatkan dari anggota keluarga, teman, konselor, pecandu alkohol lainnya yang memiliki tujuan yang sama, dan tenaga kesehatan yang melayani.

Agar situasi semakin mendukung, coba bergabunglah dengan komunitas-komunitas baru yang bisa mengalihkan pikiran Anda dari dorongan mabuk-mabukan lagi. Misalnya ikut komunitas sukarelawan atau mendaftar kursus bahasa asing.

Dengan kesibukan dan aktivitas yang bertolak belakang dengan kebiasaan Anda sebelumnya ini bisa menambah kemauan untuk lebih cepat pulih.

4. Hindari pemicu yang buat Anda ingin minum alkohol

toleransi alkohol; mudah mabuk

Hindari hal-hal yang memicu Anda untuk kembali minum alkohol. Misalnya kegiatan, tempat, atau orang-orang tertentu. Cobalah untuk menghindarinya dengan mengubah kehidupan sosial Anda. Kalau Anda biasa pergi dengan orang-orang yang suka mengajak Anda minum di malam hari, sekarang kurangi dulu seberapa sering Anda pergi bersama mereka, terutama di malam hari.

Berlatihlah mengatakan tidak pada alkohol, dalam situasi apa pun. Meskipun ada beberapa orang yang masih menawarkannya pada Anda, ingat satu tujuan Anda untuk mengatasi candu ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Help Guide. Tanpa tahun. Overcoming Alcohol Addiction. [Online] Tersedia pada: https://www.helpguide.org/articles/addictions/overcoming-alcohol-addiction.htm (Diakses 6 November 2018)

Buddy T. 2018. 10 Things to Stop Doing if You Love an Alcoholic. [Online] Tersedia pada: https://www.verywellmind.com/things-to-stop-if-you-love-an-alcoholic-67300 (Diakses 6 November 2018)

American Addiction Centers Resource. Tanpa tahun. How to Help an Alcoholic. [Online] Tersedia pada: https://www.alcohol.org/helping-an-alcoholic/ (Diakses 6 November 2018)

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 22/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x