Psstt.. Latihan Nyanyi Bisa Bantu Mengurangi Kebiasaan Ngorok Setiap Malam

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Suara ngorok yang menggelegar tidak cuma mengganggu nyenyak tidur orang lain di dekat Anda, tapi juga kualitas tidur Anda sendiri. Nah, berbahagialah Anda yang hobi berkaraoke ria atau menyanyi di kamar mandi. Sebuah penelitian menemukan bahwa latihan bernyanyi bisa menjadi cara menghilangkan ngorok yang jitu dan tanpa efek samping.

Bernyanyi, cara menghilangkan ngorok tanpa efek samping yang terbukti efektif

Dilansir dari laman NHS Choice, tim peneliti dari the Royal Devon and Exeter NHS Foundation Trust menemukan bahwa latihan bernyanyi bisa menjadi cara menghilangkan ngorok yang efektif. Kesimpulan ini didapat setelah mengamati 127 orang yang memiliki kebiasaan mendengkur ringan sampai yang ngorok kronis akibat sleep apnea.

Studi tersebut menemukan bahwa orang-orang yang diminta untuk rutin berlatih vokal 20 menit sehari selama 3 bulan menjadi lebih jarang ngorok daripada kelompok yang tidak diminta bernyanyi. Mereka yang berlatih vokal setiap hari juga menunjukkan stamina yang lebih tinggi selama beraktivitas dan tidak menunjukkan rasa kantuk di siang hari.

Latihan bernyanyi yang rutin, lapor peneliti, dapat mengurangi tingkat keparahan dengkuran, frekuensi mendengkur, dan volume suara dengkuran sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas tidur peserta. Berbanding terbalik dengan yang tidak latihan bernyanyi.

Kenapa bisa begitu?

Selama kita tidur, otot-otot tubuh akan melemas. Termasuk otot-otot lidah dan saluran pernapasan di belakang tenggorokan. Otot saluran pernapasan yang kendur akan mempersempit saluran udara sehingga jadi lebih rentan bergetar ketika dialiri oleh udara dari paru-paru, sementara posisi lidah saat tidur yang terdorong lemas ke belakang akan menghalangi jalur keluar-masuk udara selama tidur. Kombinasi kedua hal inilah yang kemudian menghasilkan suara ngorok yang khas mengganggu. Ditambah lagi, massa otot tubuh akan semakin menurun dan mengendur secara alami seiring bertambahnya usia.

Dilansir dalam laman Livestrong, Alise Ojay, seorang pelatih vokal dan musik, mengatakan bahwa bernyanyi melatih kekuatan otot-otot di belakang tenggorokan tersebut sekaligus juga menguatkan lidah dan jaringan lunak di langit-langit mulut belakang. Para peneliti juga menyimpulkan bahwa bernyanyi akan meningkatkan kekuatan otot-otot kerongkongan dan sekitarnya sehingga tidak mudah mengendur dan membuat sempit jalur udara yang keluar-masuk saat tidur.

Penelitian ini namun masih memiliki banyak keterbatasan dan dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Meskipun begitu, temuan ini menghadirkan alternatif cara menghilangkan ngorok yang baru dan aman.

Cara latihan nyanyi untuk mengurangi kebiasaan ngorok saat tidur

Tidak usah takut atau malu kalau suara Anda jelek saat bernyanyi. Anda tidak perlu benar-benar memahami cara baca tangga nada bak seorang pemusik profesional untuk mempraktekkan cara mengurangi ngorok yang satu ini.

Cukup lafalkan “la la la” atau “ma ma ma” dari nada yang paling rendah sampai setinggi yang Anda bisa secara bertahap, kemudian balik dari nada yang paling tinggi sampai terendah. Setelahnya, ganti pelafalan dengan suara “ung-gah”. Suara “ung” membuat jaringan lunak pada langit-langit mulut Anda turun menyentuh bagian belakang lidah, dan suara “gah” akan mengembalikan posisinya kembali seperti semula.

Mengulangi suara-suara ini akan melatih otot sekitar tenggorokan agar semakin kuat dan mencegahnya mudah mengendur saat tidur.

Tidak hanya latihan bernyanyi untuk mengurangi mendengkur

Dilansir dalam laman Medical News Today, Malcolm Hilton, seorang dokter THT di rumah sakit Exeter, University Exeter Medical School mengatakan bahwa cara menghilangkan ngorok tidak hanya dengan melakukan satu hal. Berlatih menyanyi saja tentu tidak serta-merta menghentikan kebiasaan mengorok sama sekali.

Hilton menyarankan untuk menyertainya dengan perubahan gaya hidup. Contohnya:

  • Menurunkan berat badan
  • Mengurangi konsumsi alkohol
  • Berhenti merokok
  • Menghindari penggunaan obat penenang
  • Pastikan cukup minum air putih sebelum tidur

Selain perubahan gaya hidup, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan juga sebelum tidur, yaitu:

  • Ubah posisi tidur. Posisikan kepala lebih tinggi saat tidur.
  • Bersihkan bagian hidung, tidur dengan kondisi hidung tersumbat membuat risiko mendengkur lebih mudah terjadi
  • Jaga kamar tidur tetap lembap. Udara yang terlalu kering bisa mengiritasi membran saluran hidung dan tenggorokan dan membuatnya menjadi bengkak. Humidifier atau mesin pelembap udara di rumah bisa membantu Anda menjaga kelembapan ruangan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Somniphobia, Ketika Seseorang Takut Akan Jatuh Tertidur

Tidur seharusnya menjadi kegiatan yang nyaman dan menenangkan. Namun, hal ini berbanding terbalik bagi orang-orang yang punya somniphobia.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Gangguan Tidur 22 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Sebagian dari Anda mungkin lebih suka tidur dalam keadaan terang. Namun riset menunjukkan matikan lampu saat tidur itu lebih baik. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

Banyak orang yang mulai mengeluhkan susah tidur, terutama selama pandemi COVID-19 terjadi. Apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 29 April 2020 . Waktu baca 7 menit

Masalah Tidur Lansia: Sering Mengantuk dan Banyak Tidur Siang

Lansia sering memiliki masalah tidur, terlihat mengantuk dan banyak tidur di siang hari. Kalaupun tidak tertidur, lansia sering menguap dan terlihat lesu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Perawatan Lansia 27 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

4 Penyebab Anda Mengalami Mimpi Buruk

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 7 menit
cara cepat tidur

Sering Susah Tidur? Ini Cara Cepat Tidur Dalam Satu Menit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
mengigau saat tidur

Sering Mengigau Saat Tidur Bisa Jadi Tanda Penyakit Demensia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit
sleep texting adalah

Mengulik Sleep Texting, Gangguan yang Bikin Anda Berkirim Pesan Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit