Berbagai Hal yang Menyebabkan Anda Bersin-bersin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bersin adalah cara tubuh untuk menghilangkan iritasi dari hidung atau tenggorokan. Gejala ini juga dapat disebut sebagai proses pengusiran bakteri ke udara secara paksa dan kuat. Bersin memiliki kecepatan sekitar 160 km/jam dan dapat mengeluarkan 100.000 bakteri dalam sekali hentakan. Hal ini sering terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan. Nama lain dari bersin adalah sternutasi. Meskipun gejala ini sangat mengganggu, namun bersin bukanlah gejala dari masalah kesehatan yang serius.

Apa saja yang menyebabkan bersin?

Salah satu fungsi hidung Anda adalah untuk membersihkan udara yang Anda hirup, dan memastikan bahwa tubuh Anda terbebas dari kotoran dan partikel bakteri. Dalam banyak kasus, hidung menjebak kotoran dan bakteri pada lendir. Perut Anda kemudian mencerna lendir untuk menetralkan setiap penyerbu yang berpotensi membahayakan.

Terkadang, kotoran dan puing-puing dapat masuk ke dalam hidung dan mengiritasi selaput lendir yang sensitif dalam hidung dan tenggorokan. Ketika membran ini sudah tidak tahan lagi, maka terjadilah bersin. Gejala ini dapat dipicu oleh alergen, yaitu virus seperti pilek dan flu, atau oleh iritasi hidung akibat inhalasi kortikosteroid melalui semprotan hidung atau pelepasan obat.

1. Alergi

Alergi adalah kondisi sangat umum yang disebabkan oleh respon tubuh Anda terhadap organisme asing. Dalam keadaan normal, sistem kekebalan tubuh melindungi Anda dari faktor-faktor asing yang berbahaya, seperti bakteri penyebab penyakit. Jika Anda memiliki alergi, sistem kekebalan tubuh Anda mengidentifikasi organisme berbahaya yang berpotensi sebagai ancaman. Alergi dapat menyebabkan Anda bersin ketika tubuh Anda mencoba untuk mengusir organisme ini.

2. Infeksi

Bersin mungkin berasal dari gejala infeksi saluran pernapasan atas. Hal ini biasanya mempengaruhi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Anda juga bisa menjadi korban infeksi virus yang menyebabkan rhinitis menular, dan ini biasanya terjadi karena rhinovirus dan adenovirus. Rhinitis juga bisa terjadi akibat infeksi bakteri, namun biasnya bersin dalam konteks ini berkaitan dengan sinusitis. Infeksi jamur jarang terjadi, tapi bukan berarti tidak mungkin, dan ini dapat menyebabkan rhinitis dan bersin konstan. Infeksi ini lebih sering terjadi pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu.

3. Iritan

Iritan yang sistemik, yang berada di udara, dan yang tertelan dapat menyebabkan bersin konstan jika Anda tidak melakukan apapun untuk meminimalisir paparan terhadap iritan. Beberapa pemicu yang paling umum adalah debu organik dan anorganik, pencemaran lingkungan, makanan pedas, parfum, asap rokok, cuaca kering, stres, dan perubahan hormonal.

4. Obat-obatan

Mengonsumsi obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan rhinitis dan menyebabkan gejala konstan. Beberapa penyebabnya termasuk steroid anti-inflamasi, dekongestan nasal, beta-blocker, antidepresan, obat penenang, obat untuk mengobati disfungsi ereksi, dan kontrasepsi oral (pil KB).

5. Olahraga

Olahraga dapat menyebabkan Anda bersin. Anda akan mengalami hiperventilasi ketika Anda mengerahkan tenaga secara berlebihan, dan hasilnya adalah mulut dan hidung mulai mengering. Jadi, ketika hidung bereaksi dengan mengeluarkan cairan, maka Anda akan mulai bersin.

6. Sinar matahari

Sinar matahari yang terik dapat membuat 1 dari 3 orang menjadi bersin. Ini biasanya terjadi akibat sensitivitas pada cahaya. Dan pada kenyataannya, sensitivitas cahaya merupakan hal yang diturunkan.

7. Penyebab lainnya

Anda mungkin juga pernah mengalami bersin dan gejala alergi lain akibat beberapa penyebab selain yang disebutkan di atas, seperti:

  • Polip hidung
  • Kondisi neurologis
  • Paparan klorin pada air kolam renang
  • Tembakau hirup
  • Kokain hirup

Mitos seputar bersin

Ada beberapa mitos yang salah seputar bersin, dan anehnya banyak orang yang masih mempercayainya hingga sekarang. Sebagai contohnya, ini tidak benar bahwa jantung Anda berhenti ketika bersin. Kontraksi dada akibat gejala ini menyebabkan aliran darah mengerut, sehingga irama jantung Anda akan berubah, tetapi bukan berarti jantung berhenti.

Bola mata Anda juga tidak akan dapat keluar dari kepala jika Anda bersin dengan mata terbuka. Kebanyakan orang secara alami menutup mata mereka, tetapi jika mereka tetap mempertahankan mata tetap terbuka, maka mata akan tetap berada di posisi yang sama. Meskipun tekanan darah di belakang mata akan meningkat ketika bersin, namun hal itu tidak cukup untuk membuat mata meloncat keluar.  

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

    Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

    Eksim adalah kondisi peradangan kulit yang membuat kulit gatal, memerah, dan pecah-pecah. Lantas, apa bedanya eksim kering dan eksim basah?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Uretritis Non-Gonore

    Uretritis non-gonore adalah penyakit urologi yang menyerang kelamin. Cari tahu gejala, penyebab, dan cara mencegah dari salah satu jenis uretritis ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Urologi, Urologi Lainnya 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Uretritis Gonore

    Uretritis Gonore adalah penyakit di salurah kemih uretra yang disebabkan bakteri gonorea. Cari tahu gejala dan pengobatannya berikut.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Urologi, Urologi Lainnya 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    alergi binatang kucing dan anjing

    Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
    Kulit bayi Sensitif

    Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    apa itu intuisi

    Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit