Mendeteksi Gejala Tipes dari yang Ringan Hingga Parah

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tipes atau demam tifoid adalah penyakit yang umum di Indonesia, dan bisa dialami oleh orang dewasa hingga anak-anak. Penyakit ini tidak boleh disepelekan. Jika tidak ditangani dengan baik, gejala tipes bisa berakibat fatal. Maka itu, yuk kenali gejala tipes dari yang ringan sampai parah.

Daftar gejala tipes yang ringan

Demam tifoid menyebar melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi dan melalui kontak langsung dengan feses yang terdapat bakteri Salmonella typhii.

Nah, gejala tipes berikut ini biasanya muncul mulai 6-30 hari setelah Anda terinfeksi bakteri Salmonella typhii.   

1. Demam

Pada mulanya, gejala tipes yang paling terlihat adalah demam. Demam adalah hasil dari proses peradangan dalam tubuh yang dipicu oleh kerja sistem imun saat melawan infeksi bakteri Salmonella Typhii.

Demam akibat tipes cenderung meningkat secara bertahap dari hari ke hari, dan biasanya bisa mencapai 39 sampai 40º Celsius.

2. Berkeringat

Munculnya keringat masih berhubungan dengan gejala demam saat tipes. Saat Anda demam, suhu tubuh akan meningkat hingga Anda merasa panas.

Untuk mengeluarkan panas dari dalam, otak akan langsung memerintahkan kelenjar keringat mengeluarkan cairan lewat pori-pori sebagai cara mengembalikan tubuh Anda ke suhu normalnya. 

3. Tubuh terasa lemas

Saat terkena tipes, tubuh rasanya pasti lemas dan tidak berenergi. Hal ini umum terjadi karena gejala tipes yang berupa diare membuat tubuh terus membuang banyak cadangan cairan dan elektrolitnya lewat feses serta keringat.

Padahal, cairan elektrolit berfungsi membantu otot agar bisa bekerja dan berkontraksi dengan baik. Maka tak heran jika tubuh Anda akan terasa lebih lemah, lesu, dan tidak bertenaga saat sakit tipes. 

4. Gangguan pencernaan

Tipes adalah penyakit infeksi yang menyerang pencernaan, khususnya usus. Maka tidak heran jika salah satu gejala yang umum muncul adalah gangguan pencernaan, baik itu diare atau sembelit.

Namun, diare lebih sering menjadi gejala tipes pada anak sementara pada orang dewasa gejalanya adalah sembelit.

Usus yang terinfeksi bakteri tidak dapat mencerna makanan dengan baik yang membuat proses penyerapan air ikut terganggu. Akibatnya, usus akan mengambil lebih banyak cairan dari dalam tubuh untuk dapat memproses makanan sehingga feses yang keluar akan bertekstur cair. 

Sementara gejala sembelit pada orang dewasa yang kena tipes diakibatkan oleh infeksi bakteri yang menghambat pergerakan usus.

5. Sakit perut

Gejala tipes yang menyerang perut ini juga masih ada hubungannya dengan diare. Sakit perut akibat tipes memang sering dibarengi dengan gejala diare. 

Perut akan terasa sakit selama infeksi masih menyerang sistem pencernaan. Sistem pencernaan yang bermasalah kemudian akan meminta bantuan otak untuk memicu otot usus berkontraksi agar feses segera dikeluarkan. Selama proses ini, perut Anda akan terasa kram dan mulas.

Anda umumnya akan merasakan sakit perut dan diare dalam 8 sampai 72 jam setelah terpapar bakteri Salmonella.

6. Hilang nafsu makan

Nafsu makan yang menurun adalah bentuk respon tubuh saat sistem imun sedang melawan bakteri penyebab infeksi.

Respon ini selanjutnya mengakibatkan otak melepaskan zat-zat peradangan yang memberikan sinyal ke sistem saraf pusat untuk memicu pelepasan leptin. Leptin adalah jenis hormon yang dapat menekan nafsu makan. 

Di sisi lain, gejala tipes yang berupa diare juga membuat pencernaan sulit memproses makanan sehingga Anda cenderung lebih malas makan.

7. Sakit kepala

Sakit kepala adalah gejala tipes yang sering terjadi berbarengan dengan demam. Demam adalah pertanda bahwa tubuh kesulitan mengatur suhu tubuh. Hal ini dapat memicu pelepasan zat-zat kimia peradangan yang selanjutnya dapat memicu sakit kepala. 

Gejala tipes yang parah dan termasuk gawat darurat

Setelah beberapa hari, Anda mungkin merasa gejala tipes mulai perlahan menghilang. Namun, hati-hati. Bakteri Salmonella typhii bisa saja masih bersarang dalam tubuh Anda jika pengobatannya tidak tuntas atau tidak efektif.

Penyakit tipes memang diawali dengan gejala yang ringan. Akan tetapi meski jarang terjadi, penyakit tipes bisa berakibat fatal jika terlanjut parah dan tidak cepat-cepat ditangani. 

Melansir NHS, gejala komplikasi dari tipes yang parah dan serius dapat berupa:

1. Perdarahan dalam

Saat sudah parah, infeksi bakteri penyebab tipes bisa menyebabkan usus robek yang mengakibatkan perdarahan dalam. Kondisi ini disebut sebagai perforasi usus. Gejalanya meliputi:

  • Merasa lelah sepanjang waktu
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut hebat
  • Kulit pucat
  • Jantung berdetak tidak teratur
  • Muntah darah
  • BAB berwarna sangat gelap atau hitam

2. Gangguan pernapasan

Bakteri penyebab tipes juga bisa memicu infeksi saluran pernapasan berupa pneumonia jika tidak segera ditangani. Akibatnya, penderita akan mengalami:

  • Kelelahan
  • Demam
  • Nyeri otot
  • Sakit dan sesak di bagian dada

Penyakit tipes yang parah juga bisa memicu komplikasi infeksi yang menyerang ginjal, pankreas, jantung, hingga ke otak. Maka itu, segera periksakan diri ke dokter jika Anda mulai mengalami satu atau beberapa gejala tipes di atas.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda mengalami satu atau lebih dari gejala yang berupa:

  • Sakit kepala yang tidak kunjung reda
  • Demam selama 1-3 hari dan juga tidak mereda setelah minum obat penurun panas.
  • Sakit atau kram perut yang parah
  • Diare lebih dari 3 hari

Anda harus konsultasi ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Ini juga berlaku apabila sebelumnya Anda sudah pernah mendapatkan vaksin demam tifoid. Vaksinasi belum tentu menjamin perlindungan sepenuhnya dari penyakit, terlebih apabila Anda tidak menghindari penyebab tipes.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis sakit tipes?

Dokter umumnya akan melakukan sejumlah pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis gejala yang Anda rasakan.

Dokter juga akan menanyakan beberapa hal terkait aktivitas Anda belakangan ini, seperti apakah baru saja bepergian ke tempat rawan tipes atau apakah Anda pernah kena tipes sebelumnya dan kapan itu terjadi.

Untuk lebih memastikan diagnosis gejala tipes, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut ini:

  • Tes sampel darah, umumnya dilakukan dengan test Tubex 
  • Tes sampel feses
  • Tes sampel urin

Diagnosis kemungkinan tidak bisa dipastikan hanya dengan satu jenis tes. Rata-rata dokter dapat merekomendasikan Anda melengkapi tiga macam tes di atas agar diagnosis dapat ditegakkan.

Sampel feses, darah, dan urin kemudian akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa dan dicari tahu keberadaan bakteri penyebab tipes.

Setelahnya dokter akan mulai merencanakan pengobatan yang tepat untuk Anda. Dengan pengobatan intensif dari dokter, tipes umumnya bisa sembuh dalam 3-4 minggu.

Namun ingat, bahkan jika Anda sudah merasa baikan dan tidak lagi mengalami gejala tipes, tetap jalani pengobatan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan dokter. Hal ini untuk menjamin bahwa bakteri Salmonella Typhi sudah benar-benar hilang dari tubuh Anda, dan Anda tidak lagi dapat menularkan infeksi kepada orang lain.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca