Berat Badan Malah Naik Setelah Menopause? Ternyata Ini Sebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17/11/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Setiap wanita akan menghadapi perubahan yang berbeda-beda setelah mengalami menopause. Pada beberapa wanita, perubahan setelah menopause juga mencakup berat badan yang naik secara tiba-tiba. Perubahan ini disinyalir berkaitan dengan kondisi hormon, usia, gaya hidup, hingga genetik. Lantas, apa yang menjadi penyebabnya?

Penyebab kenaikan berat badan setelah menopause

Secara umum, terdapat dua faktor yang menyebabkan kenaikan berat badan setelah menopause. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:

1. Perubahan hormon

Hormon Estrogen Rendah Pada Wanita, Apa Tanda dan Gejalanya?

Seiring bertambahnya usia, produksi hormon progesteron kian menurun. Sementara itu, jumlah hormon estrogen meningkat pesat.

Kondisi ini terjadi akibat terganggunya sinyal antara ovarium dan kelenjar pada otak yang mengatur pelepasan hormon reproduksi.

Begitu mendekati menopause, siklus menstruasi mulai tidak teratur. Produksi sel telur pun menjadi lebih sedikit.

Estrogen yang tadinya tinggi kini menurun karena ovarium tidak lagi memproduksinya sebanyak dahulu. Hal inilah yang diduga kuat menjadi penyebab berat badan naik setelah menopause.

menstruasi tidak normal

Pertama yaitu rendahnya estrogen dapat menurunkan laju metabolisme. Ini berarti ada lebih banyak kalori yang disimpan dalam tubuh dibandingkan yang dibakar. Kalori berlebih dapat berubah menjadi lemak.

Kedua, rendahnya estrogen bisa mengurangi efektivitas tubuh dalam memetabolisme gula darah menjadi energi.

Sama seperti kalori, glukosa yang yang berlebih juga bisa meningkatkan penyimpanan lemak dalam tubuh. Mengacu pada penelitian yang terdapat dalam Obesity Reviews, kondisi ini terjadi terutama pada bagian perut.

Ketiga, hasil penelitian pada hewan sebagaimana dilansir dari WebMD menunjukkan bahwa hewan yang memiliki jumlah estrogen rendah cenderung makan lebih banyak dan tidak aktif bergerak.

Gabungan ketiga kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan pertambahan berat badan.

2. Faktor selain hormon

risiko obesitas

Meskipun pengaruhnya amat besar, perubahan jumlah estrogen bukanlah satu-satunya faktor yang menyebabkan berat badan naik setelah menopause.

Sering kali, kenaikan berat badan justru disebabkan oleh faktor-faktor seperti berikut:

Berkurangnya massa otot

Seiring bertambahnya usia massa otot akan berkurang sedangkan lemak justru meningkat. Kondisi ini membuat wanita yang sudah melewati usia menopause semakin sulit mempertahankan berat badan.

Faktor keturunan

Jika Anda memiliki kerabat atau orangtua yang obesitas, Anda berkemungkinan mengalami kondisi yang sama.

Kurang tidur

Gejala menopause bisa mengganggu istirahat, bahkan memangkas jam tidur. Jam tidur yang kurang dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan memicu kenaikan berat badan.

Kurang bergerak

Wanita pada masa menopause tidak lagi memiliki energi yang besar untuk berolahraga. Kurangnya kebiasaan berolahraga semasa muda juga bisa membuat Anda enggan berolahraga ketika tua.

Akibatnya, tubuh tidak membakar cukup banyak kalori sehingga berat badan naik setelah menopause.

Pola makan yang tidak sehat

Pola makan yang tidak sehat sedari muda akan berlangsung menahun jika tidak diperbaiki. Dampaknya adalah kelebihan berat badan, obesitas, hingga kenaikan berat badan usai melewati masa produktif.

Menopause akan memberikan tantangan tersendiri, baik dalam segi fisik maupun emosional. Kumpulan gejalanya, terhentinya menstruasi, hingga berat badan yang naik setelah menopause tentu memberikan dampak yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Meskipun sulit dihindari, Anda bisa meminimalisasi dampaknya dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga, dan mencukupi kebutuhan istirahat.

Kebiasaan baik ini juga akan membantu Anda menghadapi perubahan yang terjadi selama dan sesudah menopause.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Periode Perimenopause, Masa Transisi Wanita Menuju Menopause

Perimenopause adalah masa transisi menuju menopause yang dialami oleh hampir semua wanita. Apa saja gejala yang ditimbulkan dari kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 14/09/2019 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Wanita Lansia Makin Enggan Berhubungan Intim?

Gairah seks wanita lansia bisa menurun 2-3 kali lebih cepat ketimbang pria, dan umum mulai dirasakan sedini usia 40 tahun. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Perawatan Lansia 29/08/2019 . Waktu baca 3 menit

Mengapa Masa Menstruasi Anda Tiba-tiba Lebih Pendek dari Biasanya?

Masa menstruasi setiap wanita bervariasi. Namun, bagaimana jika masa menstruasi Anda lebih pendek dari biasanya? Apakah ini menandakan masalah kesehatan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 06/05/2019 . Waktu baca 4 menit

6 Efek Samping yang Muncul Setelah Operasi Angkat Rahim

Operasi angkat rahim biasanya jadi solusi dari masalah sistem reproduksi wanita. Namun, sudah tahukah Anda efek samping jangka panjang dari histerektomi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 28/04/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

olahraga untuk wanita menopause

4 Jenis Olahraga Saat Menopause untuk Menurunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020 . Waktu baca 4 menit
seks memperlambat menopause

Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020 . Waktu baca 4 menit
olahraga untuk wanita menopause

5 Tips Menurunkan Berat Badan Setelah Menopause

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020 . Waktu baca 4 menit
makanan wanita menopause

Hadapi Gejala Menopause dengan Menghindari 5 Jenis Makanan Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18/10/2019 . Waktu baca 4 menit