Sebenarnya, Bau Badan Itu Bisa Menular Atau Tidak, Ya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 31 Mei 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bau badan bisa membuat Anda minder. Bayangkan, jika Anda berada di tempat yang ramai berdesak-desakan, otomatis bau yang tidak menyenangkan ini akan tercium ke mana-mana. Kalau sudah begini, bisa-bisa Anda ikut jadi bau. Tapi, apa iya bau badan itu menular? Daripada penasaran, yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Apakah bau badan bisa menular?

Jawabannya tentu saja tidak. Bau badan bukanlah penyakit atau kondisi yang bisa menular.

Bau badan, yang dikenal dengan osmidrosis atau bromhidrosis ini, biasanya mulai terjadi ketika anak mencapai masa pubertas.

Ini terjadi karena kelenjar apokrin yang berada di area ketiak, selangkangan, dan payudara sudah mulai aktif bekerja.

Sebenarnya, keringat yang dihasilkan kelenjar apokrin tidak berwarna dan tidak berbau. Namun, ketika kondisi tubuh berkeringat lebih banyak dan kotor, bakteri yang menempel bisa memecah minyak yang ada pada keringat tersebut.

Alhasil, bakteri itulah yang kemudian menyebabkan bau menyengat yang mengganggu.

Setiap orang menghasilkan keringat dan memiliki bakteri yang menempel di kulit. Itu sebabnya, bau badan dihasilkan sendiri oleh tubuh.

Itu artinya, bau badan tidak dapat menular atau didapatkan dari orang lain.

Tidak bisa menular, inilah yang membuat Anda bau badan

bau badan berubah

Meskipun bau badan tidak dapat menular, kondisi ini bisa menyerang Anda kapan saja. Terutama jika Anda tidak menjaga kebersihan tubuh dan melakukan aktivitas yang cenderung berkeringat.

Semakin tinggi aktivitas yang dilakukan, semakin banyak keringat yang dikeluarkan. Kondisi ini tentu rentan membuat Anda bau badan karena bakteri semakin gencar memecah keringat.

Apalagi jika Anda mandi tidak bersih, bakteri yang menempel akan semakin menumpuk, membuat keringat Anda semakin berbau tidak sedap.

Menurut laman Medline Plus, keringat yang berlebihan tidak hanya disebabkan oleh aktivitas tubuh saja. Ada beberapa faktor lain yang bisa membuat produksi keringat meningkat, seperti:

  • Cuaca panas dan makanan pedas.
  • Kondisi emosional, seperti cemas, marah, gelisah, khawatir, dan takut.
  • Menjadi gejala dari menopause pada wanita.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, kafein, dan alkohol.
  • Masalah kesehatan, seperti demam, penyakit jantung, stres, atau hipoglikemia.

Selain kelenjar apokrin, kelenjar ekrin yang ada di seluruh tubuh juga menghasilkan keringat. Walaupun biasanya tidak dipecah oleh bakteri, beberapa makanan bisa mengubah bau dari keringat ini.

Misalnya, mengonsumsi daging merah, bawang-bawangan, dan makanan yang mengandung sulfur seperti kol dan brokoli.

Atasi bau badan dengan hal ini

tips memilih sabun mandi

Setelah memahami bahwa bau badan tidak dapat menular, yang perlu Anda ketahui selanjutnya adalah mengurangi bau yang dikeluarkan oleh tubuh.

Bau badan dapat diatasi dengan beberapa cara mudah berikut:

  • Menggunakan sabun antibakteri untuk membunuh kuman yang menempel di kulit.
  • Mandi lebih bersih, terutama ketika membersihkan ketiak, payudara, dan selangkangan.
  • Menghindari pakaian dalam atau baju yang masih basah karena bisa memicu bau apek.
  • Cuci baju dan celana hingga bersih dan bawa baju cadangan ketika Anda melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak keringat.
  • Pakai deodoran atau antiperspirant untuk mencegah bau ketiak

Bila tidak cukup ampuh, jangan ragu untuk melakukan konsultasi pada dokter.

Dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk suntik botolinum toxin (botox) A untuk memblokir impuls saraf ke kelenjar keringat atau sedot lemak untuk mengurangi kelenjar keringat tertentu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panas-panasan Bikin Badan ‘Bau Matahari’. Apa Sebenarnya Bau Matahari?

Sinar matahari memberikan banyak manfaat. Namun, terlalu lama berpanas-panasan juga bisa menjadi penyebab 'bau matahari'. Bagaimana bau ini bisa muncul?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 9 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit

Tips Memilih Sabun yang Ampuh untuk Menghilangkan Bau Badan

Ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memilih sabun penghilang bau badan agar efeknya dapat bertahan lama.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 9 September 2019 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Keringat Rasanya Asin?

Keringat yang tidak sengaja masuk ke mulut akan terasa asin. Namun, kenapa keringat rasanya itu asin? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 8 September 2019 . Waktu baca 3 menit

Apakah Semua Orang Perlu Pakai Deodoran Agar Tidak Bau Badan?

Deodoran membantu mengurangi bau pada ketiak. Namun, apakah semua orang harus menggunakan deodoran? Lihat jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 30 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara membuat deodoran alami yang bisa dicoba di rumah

Cara Membuat Deodoran Alami yang Bisa Anda Coba di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bau kaki

Penyebab Bau Kaki Tidak Sedap (dan Cara Mengusirnya)

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
menyukai bau badan pasangan

Mengapa Ada Orang yang Suka Mencium Bau Pasangannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2019 . Waktu baca 4 menit
tips makeup wajah berkeringat

5 Tips Aman Berdandan Bagi Wajah yang Mudah Berkeringat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2019 . Waktu baca 4 menit