Sering Pakai Sepatu Tanpa Kaus Kaki Tidak Baik untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10/07/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Tren pakai sepatu tanpa kaus kaki banyak digandrungi oleh kalangan muda yang ingin tampil gaya. Meski kelihatannya keren dan modis, kebiasaan pakai sepatu tanpa kaus kaki nyatanya berbahaya untuk kesehatan, lho! Bagaimana bisa? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa bahayanya kalau pakai sepatu tanpa kaus kaki?

                                                                               Sumber: www.healthline.com

Tidak sedikit orang malas pakai kaus kaki di balik sepatunya. Selain karena ingin mengikuti tren, ada pula orang yang memang merasa risih atau tidak nyaman saat harus pakai kaus kaki.

Sayangnya, kebiasaan ini justru bisa memicu bau kaki. Diperjelas oleh Emma Stevenson, seorang dokter spesialis kesehatan kaki dari College of Podiatry, kaki manusia rata-rata berkeringat sekitar setengah liter per hari, seperti dilansir dari Reader’s Digest. Tanpa kaus kaki, keringat akan langsung menempel di sol bagian dalam sehingga menyebabkan sepatu menjadi lembap.

Kondisi sepatu yang lembap dan panas merupakan lingkungan yang sangat disukai oleh jamur untuk berkembang biak. Lama kelamaan, hal ini dapat memicu masalah bau kaki hingga kaki jamuran dan kutu air (athlete’s foot alias infeksi tinea pedis) yang bikin kaki terasa amat sangat gatal.

Selain gatal-gatal pada telapak dan sela-sela jari kaki, kutu air juga menyebabkan:

  • Kulit pecah-pecah di telapak kaki.
  • Gatal dan sensasi panas pada area yang terinfeksi.
  • Kulit kering dan kasar di bagian di jari dan telapak kaki.
  • Bintik luka berisi cairan (blister) pada kulit kaki, yang timbul akibat gesekan langsung dengan bahan sepatu.

Bentuk sepatu juga bisa menyebabkan timbulnya masalah kaki

pakai sepatu

Selain persoalan kaus kaki, berbagai gangguan pada kaki juga bisa timbul akibat bentuk sepatu yang Anda gunakan. Menurut Stevenson, sepatu yang memiliki ujung runcing dan sepatu slip-on paling banyak menyebabkan masalah pada kaki.

Anda mungkin pernah merasakan perihnya luka lecet saat pakai sepatu tertentu. Nah, hal ini biasanya disebabkan oleh bentuk sepatu yang Anda pakai. Sepatu yang ujungnya runcing dan terlalu sempit cenderung lebih mudah untuk menggesek bagian kaki dan tumit. Semakin banyak gesekan, semakin besar pula kemungkinan timbulnya luka lecet di bagian kaki.

Selain itu, tekanan akibat penggunaan sepatu yang sempit bisa menyebabkan kapalan dan kuku jari kaki masuk ke bawah, biasanya terjadi pada kuku jempol kaki.

Kebiasaan pakai sepatu tanpa kaus kaki juga bisa menyebabkan terbentuknya bunion. Bunion adalah benjolan bertulang yang terbentuk di dasar persendian jempol kaki akibat tulang jempol kaki yang bersandar menghimpit tulang jari telunjuk di sebelahnya.

Lantas, bagaimana cara mengatasi berbagai masalah kaki akibat jarang pakai kaus kaki?

sepatu yang salah

Salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan kaki tentu dengan rajin pakai kaus kaki. Hal ini akan membuat Anda terhindar dari masalah bau kaki dan kaki lecet akibat gesekan langsung dengan permukaan sepatu.

Kalau Anda tetap bersikeras ingin pakai sepatu tanpa kaus kaki saat pergi ke luar rumah, para ahli merekomendasikan Anda untuk menyemprotkan antiperspiran pada telapak kaki dan sepatu sebelum menggunakannya. Selain itu, Anda juga bisa meletakkan kantong teh kering di dalam sepatu semalaman untuk menyerap udara lembap yang bisa memicu bau kaki.

Setelah seharian beraktivitas tanpa kaus kaki, segera cuci dan keringkan kaki Anda dengan bersih. Jangan lupa untuk menggosok sela-sela jari kaki hingga bersih dan pastikan tidak ada sisa-sisa kuman dan kotoran yang menempel.

Setelah itu, segera cuci sepatu Anda dan berikan waktu sekitar dua hari sampai sepatu Anda kering sempurna. Ini artinya, Anda tidak dianjurkan untuk memakai sepatu yang sama setiap hari. Sebaiknya gunakan sepatu lainnya yang tidak memiliki ujung runcing agar Anda merasa lebih nyaman saat beraktivitas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Bau Kaki Tidak Sedap (dan Cara Mengusirnya)

Masalah bau kaki tak sedap tentu sangat mengganggu. Untuk mengusir masalah ini, ikuti tips-tips dari para ahli dan bebaskan diri Anda dari bau kaki.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanggal kedaluwarsa

4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit