7 Ancaman yang Mengintai Jika Anda Tak Segera Turunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sekarang ini semakin banyak orang yang obesitas alias kelebihan berat badan. Banyak yang menganggap bahwa tidak apa obesitas asalkan sehat. Padahal, obesitas sendiri bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, lho. Tak percaya? Simak berbagai bahaya obesitas yang sebenarnya mengintai selama ini.

Bahaya obesitas yang mesti dihindari

1. Diabetes melitus

Lebih dari 87 persen orang dengan diabetes memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Salah satu bahaya obesitas yang harus diwaspadai adalah perubahan sifat sel hingga menyebabkan hormon insulin rusak dan tak dapat mendeteksi gula di dalam darah.

Jika kondisi tersebut terus-terusan terjadi, maka bukan tidak mungkin Anda akan mengalami diabetes melitus tipe 2.

2. Kanker

Para ahli menduga bahwa sel-sel lemak yang terlalu banyak dapat melepaskan hormon yang memengaruhi pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Khususnya sel kanker di payudara, kolon, endometrium, kandung kemih dan ginjal.

3. Tekanan darah tinggi

Ketika ukuran tubuh kian membesar, tekanan darah pun akan meningkat. Hal ini terjadi karena jantung secara otomatis harus memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh.

Bila bahaya obesitas ini tak segera dicegah, maka akan ada banyak komplikasi dan masalah kesehatan yang lebih serius terjadi, seperti penyakit jantung hingga stroke.

4. Penyakit jantung

Orang yang kelebihan berat badan dan obesitas memiliki risiko mengalami penyakit jantung lebih tinggi dibandingkan yang tidak. Hal ini karena obesitas memicu terjadinya tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan gula darah tinggi di dalam tubuh.

Ketiga kondisi ini menambah beban kerja jantung sehingga jantung harus bekerja lebih keras dan lama kelamaan bisa mengalami kegagalan fungsi.

5. Stroke

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika aliran darah ke bagian otak berhenti sehingga sel-sel otak mati. Pada dasarnya, bahaya obesitas dapat meningkatkan tekanan darah, lama-kelamaan tekanan darah tinggi ini bisa memicu terjadinya pecah pembuluh darah.

Pecahnya pembuluh darah memicu terbentuknya  gumpalan darah yang akan menghalangi pembuluh darah yang membawa darah ke otak.

6. Sleep apnea

Orang yang obesitas menyimpan lemak lebih banyak di bagian leher. Semakin banyaknya lemak ini semakin membuat saluran udara menyempit sehingga orang obesitas lebih sulit bernapas dan lebih mudah mendengkur atau bahkan napas secara singkat berhenti total atau yang dikenal dengan sleep apnea.

Sleep apnea merupakan kondisi saat seseorang memiliki beberapa kali jeda berhenti nafas saat tidur.

7. Osteoarthritis

Osteoarthritis adalah masalah persendian yang menimbulkan rasa sakit dan kaku. Berat badan berlebih dan obesitas bisa memberikan ekstra tekanan pada sendi dan tulang rawan.

Lama kelamaan ini membuat sendi dan tulang rawan melemah sehingga persendian bisa mengalami osteoarthritis. Ditambah lagi, orang yang mengalami obesitas rentan mengalami peradangan. Termasuk, peradangan pada sendi yang bisa menghasilkan osteoarthritis terjadi lebih mudah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obesitas pada Anak Berisiko Terhadap Depresi dan Stres Saat Dewasa

Selain berbahaya untuk kesehatan fisik, dampak obesitas ternyata cukup berpengaruh bagi kesehatan mental anak. Apa saja masalah psikologis yang muncul?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Anak, Parenting 9 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak yang Sayang Jika Dilewatkan

Makanan tinggi serat penting untuk tumbuh kembang anak. Memang, apa saja manfaatnya makan sayur dan buah untuk bayi yang perlu orangtua tahu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 12 Desember 2019 . Waktu baca 5 menit

Cara Mengukur Lingkar Perut yang Benar

Kesehatan tubuh bisa dideteksi lewat seberapa lebar lingkar perut Anda, lho! Yuk, cari tahu cara mengukur lingkar perut yang benar di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 22 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Mengatur Kebiasaan Makan yang Sehat untuk Mencegah Obesitas

Kebiasan makan yang buruk sering kali menjadi biang kerok dari obesitas. Lalu apa saja kebiasaan makan yang perlu diatur kembali untuk cegah obesitas?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Obesitas, Health Centers 29 Agustus 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencegah batu empedu

Terapkan 4 Kebiasaan Ini untuk Mencegah Batu Empedu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 4 menit
DVT deep vein thrombosis adalah trombosit vena dalam

Deep Vein Thrombosis (DVT)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Diabetes melitus tipe 2

Diabetes Tipe 2

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Juli 2020 . Waktu baca 10 menit