Mengenal Triptofan, Asam Amino yang Membuat Mood Jadi Positif

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Triptofan adalah salah satu asam amino yang dibutuhkan untuk menjalankan berbagai fungsi dalam tubuh. Asam amino merupakan bahan utama penyusun protein. Tanpa asam amino yang lengkap, protein yang Anda konsumsi belum sempurna.

Zat yang satu ini tergolong ke dalam asam amino esensial, artinya tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri. Anda bisa mendapatkannya dari berbagai makanan atau suplemen.

Fungsi triptofan bagi kesehatan

penyebab mood swing

Setelah mendapatkannya dari makanan, tubuh akan mengubah asam amino menjadi molekul sederhana yang disebut 5-hidroksitriptofan (5-HTP).

Molekul ini merupakan bahan baku penting dalam pembuatan serotonin, melatonin, dan vitamin B6.

Serotonin adalah senyawa kimia yang berfungsi mengirimkan sinyal antara sel saraf, mengatur suasana hati, dan memengaruhi perilaku.

Sementara itu, melatonin berperan dalam pengaturan siklus tidur, dan vitamin B6 dibutuhkan berperan dalam pembentukan energi.

Triptofan umumnya digunakan dalam bentuk suplemen atau obat dalam perawatan gangguan psikologis, mengatasi insomnia, serta membantu menghentikan kebiasaan merokok. Selain itu, fungsi lain dari asam amino ini, antara lain:

  • Meredakan perubahan emosi, ketegangan, dan perasaan mudah marah pada wanita yang mengalami premenstrual dysphoric disorder. Kondisi ini membuat penderitanya mengalami gejala pramenstruasi dengan intensitas lebih berat.
  • Mengurangi penurunan fungsi mental pada lansia.
  • Meningkatkan performa fisik.
  • Meningkatkan efektivitas pengobatan depresi.
  • Membantu pengobatan seasonal affective disorder, yakni gangguan psikologis yang kerap muncul pada kurun waktu yang sama setiap tahun.
  • Membantu mengatasi sleep apnea. Gangguan ini membuat penderitanya berhenti bernapas sejenak ketika tidur.
  • Membantu pengobatan luka lambung akibat infeksi bakteri H. pylori jika dikonsumsi bersama obat-obatan untuk penyakit lambung.

Meski demikian, fungsi asam amino ini dalam pengobatan berbagai gangguan kesehatan masih perlu dikaji lebih lanjut.

Anda juga tidak disarankan mengonsumsi triptofan dalam bentuk suplemen tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Makanan yang mengandung asam amino triptofan

kekurangan protein adalah

Kebutuhan asam amino ini dalam sehari berkisar antara 3,5-6 miligram per kilogram berat badan. Jika dihitung rata-rata, Anda membutuhkan sekitar 250-425 miligram triptofan setiap hari.

Asam amino ini dapat diperoleh dari makanan ataupun suplemen. Namun, yang berasal dari sumber alami berupa dinilai lebih baik karena jumlahnya tidak berlebihan bagi tubuh.

Seperti jenisnya yang lain, asam amino ini juga banyak terkandung dalam makanan kaya protein. Berikut adalah beberapa jenis makanan kaya triptofan serta jumlah kandungannya dalam setiap 100 gram:

  • Daging ayam tanpa kulit (476 miligram)
  • Susu (73 miligram)
  • Cokelat (72 miligram)
  • Keju cheddar (364 miligram)
  • Kacang tanah (260 miligram)
  • Oatmeal (120 miligram)
  • Ikan salmon (290 miligram)
  • Kedelai (535 miligram)
  • Telur (168 miligram)

Pastikan Anda juga memenuhi kebutuhan zat besi dan vitamin B2, sebab kekurangan kedua zat gizi ini dapat menghambat proses perubahan triptofan menjadi vitamin B.

Akibatnya, Anda tidak akan mendapatkan manfaat optimalnya.

Apakah ada efek sampingnya bagi kesehatan?

Asam amino yang satu ini memang memiliki beragam manfaat, tapi mengonsumsinya dalam bentuk suplemen secara berlebihan justru berdampak buruk bagi kesehatan.

Efek samping akibat asupan triptofan yang berlebihan biasanya terjadi pada sistem pencernaan, seperti:

  • Sakit perut
  • Rasa perih pada perut akibat naiknya asam lambung
  • Nafsu makan berkurang
  • Mual dan muntah
  • Diare

Namun, efek samping ini hanya terjadi jika Anda mengonsumsi suplemen yang dosisnya melebihi anjuran. Inilah sebabnya Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya dalam bentuk suplemen.

Triptofan pada makanan hanya terdapat dalam jumlah sedikit. Rajin mengonsumsi ragam makanan yang kaya akan asam amino ini justru bermanfaat karena tubuh Anda senantiasa mendapatkan asupan protein yang cukup.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca