Apakah Penyakit Lupus Bisa Disembuhkan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Dengan begitu banyaknya penelitian seputar penyakit lupus dan kecanggihan pengobatan medis modern, rasanya wajar untuk bertanya-tanya apakah ada obat mujarab yang membuat lupus bisa sembuh untuk selamanya. Pasalnya penyakit lupus bersifat episodik atau berulang, yang membuat gejala lupus kadang “hilang” namun muncul kembali jika terpicu oleh sesuatu. Tak ayal, lupus dapat menghambat kualitas hidup orang yang memilikinya.

Apakah benar penyakit lupus bisa sembuh total?

Apa penyebab penyakit lupus?

Lupus adalah kondisi penyakit autoimun kronis, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri yang sehat. Hal ini menyebabkan tingkat peradangan yang terus-menerus.

Secara tidak langsung penyakit ini bisa memengaruhi hampir setiap bagian tubuh seperti jantung, sendi, otak, ginjal, paru-paru dan kelenjar endokrin. Gejala lupus juga sangat mirip dengan banyak kondisi kesehatan lainnya seperti kelainan tiroid, penyakit Lyme dan fibromyalgia. Oleh karena itu, lupus bisa sangat sulit untuk didiagnosis.

Apakah lupus bisa sembuh?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, lupus adalah jenis penyakit autoimun kronis. Artinya kondisi ini akan Anda miliki seumur hidup. Kabar baiknya, penyakit lupus bisa dikelola dengan baik untuk meningkatkan kualitas hidup Anda. Ada sejumlah perawatan, termasuk hal-hal sederhana yang dapat Anda lakukan setiap hari, yang bisa membuat perbedaan besar.

Yang perlu diingat, penyakit lupus menyerang dengan cara yang berbeda untuk setiap orang. Maka, perawatan dan pengobatan yang diresepkan pun akan berbeda sesuai kebutuhan masing-masing. Untuk kasus lupus yang ringan, obat-obatan dapat mencakup penghilang rasa sakit dan obat anti-inflamasi.

Untuk penyakit lupus yang lebih parah, misalnya jika sudah menyerang organ tubuh bagian dalam, dokter akan meresepkan obat yang lebih kuat untuk mengatur sistem kekebalan tubuh sambil melindungi organ tubuh seperti ginjal, jantung, dan paru-paru dari serangan lebih lanjut.

Jika Anda mengidap penyakit lupus, Anda biasanya akan ditangani oleh ahli rheumatology, yaitu seorang dokter spesialis penyakit dalam yang mengkhususkan diri pada penyakit sendi dan otot. Tapi, jika penyakit lupus telah menyebabkan kerusakan pada organ tertentu, mungkin dokter akan merujuk Anda ke dokter spesialis lain.

Obat-obatan yang umum diresepkan untuk mengelola gejala lupus

Tidak ada obat mujarab yang langsung bisa menyembuhkan lupus untuk selamanya. Tapi Anda dapat memperbaiki kondisi Anda dengan diagnosis dini dan meminum obat-obatan tertentu yang diresepkan oleh dokter Anda guna menghambat kerusakan organ yang diserang oleh lupus. 

Ada banyak kategori obat yang digunakan dokter untuk mengobati lupus. Namun, Food and Drugs Administration di Amerika, hanya  menyetujui beberapa obat spesifik untuk lupus, antara lain seperti berikut ini:

  • Obat kortikosteroid, termasuk prednison, prednisolon, metilprednisolon, dan hidrokortison
  • Obat antimalaria, seperti hydroxychloroquine dan klorokuin
  • Obat antibodi monoklonal belimumab
  • Obat Acthar (repository corticotropin injection), yang mengandung hormon ocurring alami yang disebut ACTH (adrenocorticotropic hormone)
  • Obat Aspirin
  • Dan berbagai obat lain seperti obat antiinflamasi non steroid (NSAID), obat modulasi imun (imunosupresif), dan antikoagulan

Namun biasanya, dibutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk menemukan kombinasi obat yang tepat untuk mengendalikan gejala lupus Anda. Oleh karena itu, mengelola lupus adalah komitmen seumur hidup.

Di samping meresepkan obat, dokter pun akan mengembangkan rencana perawatan berdasarkan usia, gejala, riwayat kesehatan, dan gaya hidup Anda. Tujuan dari setiap rencana perawatan adalah untuk:

  • Mengurangi peradangan dalam tubuh yang disebabkan oleh lupus
  • Menekan sistem kekebalan tubuh Anda yang terlalu aktif
  • Mengontrol gejala seperti nyeri sendi dan kelelahan
  • Meminimalisasi kerusakan pada organ tubuh

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Anda penggemar kopi? Kapan Anda biasanya minum kopi? Jika jawabannya pagi hari, Anda salah waktu. Cari tahu waktu efektif minum kopi di artikel ini.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit