Sebenarnya Panas Dalam Penyakit Apa, Sih? (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/03/2020
Bagikan sekarang

Nyeri tenggorokan, sariawan, bibir pecah-pecah mungkin sering Anda anggap sebagai “penyakit” panas dalam. Biasanya Anda akan merasakan gejala ini setelah terlalu banyak makan gorengan atau terlalu kelelahan. Lantas, bagaimana Anda yakin jika Anda hanya merasakan panas dalam bukan sakit yang lain? Apakah Anda sendiri tahu apa itu panas dalam? Jika belum yakin, Anda bisa cari tahu di artikel ini.

Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit

Sariawan, bibir pecah-pecah, dan nyeri tenggorokan merupakan gejala khas yang Anda rasakan ketika panas dalam. Namun, apakah istilah ini ada di dunia medis? Istilah panas dalam sebenarnya salah kaprah. Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit. Kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, hingga ketidakseimbangan hormon bisa ditandai oleh rasa panas di dalam tubuh.

Dalam dunia medis tidak dikenal istilah panas dalam. Jadi, istilah ini memang tidak ada dalam dunia medis. Hanya saja banyak orang terlanjur menganggap serangkaian gejala yang timbul sebagai penyakit itu sendiri.

Seseorang yang mengeluh gejala ini sering kali tidak demam. Suhu tubuhnya normal ketika diukur menggunakan termometer. Definisi panas dalam setiap orang bisa berbeda karena penyebabnya bisa berbeda-beda pada setiap orang. Mungkin Anda bisa merasakan gejala ini ketika sakit tenggorokan atau radang tenggorokan, Anda juga bisa mengalaminya karena sariawan atau gangguan pencernaan.

Keluhan yang paling sering dijumpai biasanya sariawan, bibir pecah-pecah, sakit gigi, badan pegal, sakit tenggorokan, diare, badan terasa mengeluarkan panas, sensasi terbakar di dada, mimisan, hingga buang air besar disertai darah.

Jika Anda merasakan gejala ini dan Anda berusaha mengobatinya dengan obat bebas yang ada di apotik atau yang ada di warung, obat tersebut mungkin bisa mengurangi gejala yang Anda rasakan namun tidak menghilangkan penyakit penyebabnya.

Tidak mengherankan jika gejala yang Anda rasakan bisa terjadi berulang kali. Bagi Anda yang mengalami gejala berulang kali, jangan menganggapnya remeh. Penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika tidak kunjung sembuh. 

sakit-tenggorokan

Lalu, apa yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya?

1. Perhatikan jam makan Anda

Pastikan Anda makan tepat waktu. Hal ini berlaku terutama bagi Anda yang memiliki gangguan asam lambung. Telat makan bisa menimbulkan gangguan pada lambung atau naiknya asam lambung hingga ke daerah dada atau tenggorokan. Hal ini yang sering menyebabkan banyak orang merasa terkena gejala yang memiliki rasa sakit, perih, dan panas terbakar di tenggorokan atau dada.

2. Pilihlah menu makanan

Batasi makanan-makanan yang digoreng dan hindari makanan yang terlalu pedas. Gorengan dan makanan yang pedas sering kali menyebabkan luka atau iritasi pada tenggorokan. Peradangan tersebut akan menyebabkan munculnya gejala seperti sakit tenggorokan atau sariawan. Terlalu banyak makanan yang berminyak juga tidak baik untuk kesehatan Anda.

3. Rutin berolahraga

Gejala panas dalam bisa saja terjadi karena sistem tubuh Anda yang lemah sehingga menyebabkan sakit tenggorokan atau sariawan. Olahraga menurut penelitian bisa meningkatkan daya tahan tubuh Anda sehingga membuat sistem kekebalan tubuh Anda lebih baik. Pastikan juga Anda bisa mengelola stres Anda karena tekanan ini bisa menurunkan daya tahan tubuh.

Cara mengobati panas dalam

Cara yang paling cepat dan tepat untuk mengobati kondisi ini adalah dengan menemukan penyakit yang menyebakan keluhan-keluhan yang dialami. Dengan mengobati titik permasalahannya, gejala-gejala yang disebut panas dalam akan sembuh.

Bagaimana caranya supaya bisa tahu apa penyebabnya? Sederhana saja, segera periksa ke dokter. Apalagi kalau gejala yang Anda alami sudah berjalan berhari-hari dan obat panas dalam biasa tidak mempan mengobatinya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

4 Komplikasi Gastritis yang Patut Diwaspadai

Apa Anda punya gastritis? Mulai sekarang jangan sepelekan gejalanya, karena gastritis bisa menyebakan komplikasi. Apa saja? Cari tahu di sini.

Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020