Anatomi Tulang Rusuk Manusia, Tulang Pelindung Organ Dalam Vital

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tahukah Anda kalau tubuh manusia tersusun atas 206 jumlah tulang yang membentuk kerangka tubuh? Selain kuat dan kokoh, kesemua tulang tersebut juga bertugas untuk menghasilkan sel darah, menyimpan mineral penting, serta membantu melepaskan hormon untuk menunjang kepentingan tubuh. Salah satu jenis tulang yang turut melindungi dan memberi bentuk tubuh adalah tulang rusuk. Yuk, selami lebih dalam seputar tulang rusuk lewat ulasan di bawah ini!

Anatomi tulang rusuk manusia dan fungsinya

anatomi tulang rusuk
anatomi tulang rusuk

Tulang rusuk adalah tulang penyusun rangka tubuh manusia yang membentuk bagian rongga dada. Tulang yang punya nama lain tulang iga ini juga berperan untuk menutupi serta menjaga organ vital dalam rongga dada seperti jantung, paru-paru, dan hati agar tetap terlindungi dari benturan luar.

Tulang rusuk berjumlah 24 buah, dengan 12 lengkungan tulang yang saling berpasangan satu sama lain di sebelah kanan dan kiri. Masing-masing engkungan tulang ini menempel bersama tulang belakang.

Jika diperhatikan lebih seksama, 12 pasang tulang iga terdiri dari 7 pasang rusuk sejati, 3 pasang rusuk palsu, dan 2 pasang rusuk melayang. Tujuh pasang rusuk sejati yang ada di bagian depan tubuh menempel pada tulang dada (sternum).

Tulang dada adalah tulang tipis yang terletak di sepanjang garis tengah tubuh Anda. Tulang dada terhubung langsung ke tulang rusuk, khususnya 3 pasang rusuk palsu, dengan bantuan tulang rawan atau yang bernama kartilago.

Sementara 2 tulang rusuk melayang sisanya berada di bagian belakang tubuh, dan berhubungan dengan bagian tulang belakang. Hanya saja, bagian depan rusuk melayang ini bebas atau tidak terhubung dengan bagian tulang mana pun. Atas dasar itulah bagian rusuk ini disebut sebagai rusuk melayang.

Fungsi tulang rusuk atau tulang iga lainnya yang tak kalah penting yakni membantu proses pernapasan. Tulang-tulang ini menjadi tempat melekatnya otot-otot pernapasan yang akan mengembangkan paru-paru saat bernapas.

Fungsi ini juga dibantu oleh adanya otot diafragma di bagian bawah tulang iga yang berperan penting selama Anda menarik dan mengembuskan napas. Maka itu, Anda bisa merasakan pergerakan tulang iga yang mengembang dan mengempis ketika bernapas.

Masalah kesehatan yang bisa mengganggu tulang rusuk

nyeri dada

Sama seperti bagian tubuh lainnya, tulang rusuk juga bisa mengalami masalah yang membuatnya terasa sakit. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa kondisi medis, seperti:

1. Cedera

Cedera pada tulang iga bisa terjadi ketika Anda terjatuh atau mengalami kecelakaan yang melibatkan benturan keras tepat di bagian dada. Kondisi cedera tersebut bisa mengakibatkan tulang iga memar hingga patah, tergantung seberapa keras benturan yang terjadi.

Demi memastikan keadaan tulang rusuk Anda, dokter biasanya akan melakukan diagnosis terlebih dahulu dengan melakukan pemeriksaan foto rontgen atau x-ray. Pemeriksaan lainnya bisa dilakukan dengan bantuan magnetic resonance imaging (MRI).

MRI akan membantu melihat bagian dalam tubuh secara lebih mendalam, sehingga bisa semakin mendeteksi jika terdapat kerusakan pada organ dalam tubuh.

2. Kostrokondritis

Kostokondritis adalah peradangan pada tulang rawan (kartilago) yang melindungi tulang rusuk, sehingga kemudian menimbulkan rasa nyeri. Kondisi ini biasanya terjadi pada bagian tulang rawan yang berhubungan langsung dengan tulang dada.

Rasa sakit yang muncul akibat kostokondritis ini tidak selalu sama, melainkan dapat berkisar mulai dari ringan hingga berat. Gejala yang hadir dari kondisi ini pun beragam, seperti menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman di dada, sesak napas atau kesulitan bernapas, serta nyeri saat batuk, bersin, atau sekadar bernapas dalam.

3. Peradangan selaput dada

Peradangan selaput dada (pleuritis) adalah kondisi yang terjadi pada pleura. Pleura adalah lapisan tipis yang membungkus dinding dada dan paru-paru. Normalnya, lapisan pleura bertugas untuk menghasilkan cairan (pleural fluid) yang disebut sebagai cairan serous.

Cairan ini nantinya berguna sebagai pelumas pada bagian dalam rongga paru agar tidak mudah mengalami iritasi, khususnya selama paru-paru mengembang dan mengempis saat bernapas. Sayangnya, adanya peradangan pada bagian ini bisa menimbulkan rasa sakit pada tulang iga.

4. Kanker paru

Salah satu gejala yang paling kentara dari kanker paru adalah munculnya rasa nyeri pada bagian tulang rusuk. Rasa nyeri yang tidak nyaman tersebut biasanya akan semakin memburuk saat Anda bernapas, batuk, bersin, atau tertawa.

Di samping itu, gejala lain yang juga harus diwaspadai adalah adanya darah pada batuk atau dahak, sesak napas, dan napas berbunyi (mengi).

Apa yang harus dilakukan ketika tulang rusuk patah?

infeksi luka operasi

Selain karena penyakit, tulang juga bisa mengalami masalah karena cedera. Cedera pada tulang ini pada akhirnya akan membuat tulang retak atau patah, sehingga tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Pada kasus yang terbilang ringan, tulang iga yang patah bisa sembuh dengan sendirinya dalam hitungan minggu.

Dalam hal ini, biasanya Anda disarankan untuk membatasi aktivitas fisik dan rutin menggunakan kompres dingin di bagian tulang yang patah guna meredakan nyeri dan pembengkakan. Namun, pastikan Anda membungkus es menggunakan handuk atau kain terlebih dahulu baru kemudian menempelkannya pada dada.

Alangkah lebih baiknya untuk tidur dengan posisi agak tegak selama hari-hari pertama setelah mengalami cedera. Bagi kasus patah tulang iga yang cukup parah hingga membuat Anda kesulitan bernapas, dokter dapat meresepkan obat penghilang rasa sakit atau bahkan menyarankan pembedahan.

Pembedahan biasanya melibatkan pemasangan implan, atau yang lebih dikenal dengan istilah pen tulang. Tujuannya untuk membantu mempercepat proses penyembuhan dan mengoptimalkan kembali fungsi tulang iga seperti semula.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 12, 2019 | Terakhir Diedit: April 23, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca