Kenapa Ada Orang yang Punya Tiga Puting Susu?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Coba tebak, apa kesamaan dari Mark Wahlberg, Tilda Swinton, Lily Allen, dan Harry Styles personil One Direction? Sama-sama terkenal, ya. Tapi, ada hal lain yang dimiliki oleh keempat selebritis ini, yang mungkin tidak banyak diketahui oleh banyak orang — mereka semua sama-sama memiliki puting susu tambahan. Tiga puting susu, lebih tepatnya.

Sekitar satu dari 50 wanita dan 1 dari 100 pria memiliki tiga puting susu, meskipun ada beberapa manusia yang tercatat memiliki sebanyak enam puting tambahan.

Apakah puting ketiga termasuk penyakit atau kondisi cacat lahir?

Puting ketiga (atau keempat, kelima,…) memiliki banyak nama alias, mulai dari puting figuran (supernumerary), puting aksesoris, pseudomamma, polythelia, atau polymastia. Puting tambahan ini seringnya tidak akan berkembang sebagai puting yang berfungsi penuh. Puting ketiga biasanya tidak memiliki dampak medis selama tidak ada aspek lain yang salah dalam tubuh Anda.

Semua mamalia dapat memiliki puting tambahan. Pengembangan puting terbagi menjadi delapan tahapan. Tahap pertama adalah puting yang membentuk seperti tahi lalat. Tahap terakhir adalah bentuk payudara wanita atau dada pria yang berfungsi normal. Istilah “supernumerary” dan “aksesoris” berarti tambahan. Pseudomamma mengacu pada jaringan payudara palsu atau yang tidak perlu pada umumnya. Sedangkan polymastia mengacu pada adanya tambahan fitur puting susu yang ditemani oleh kelenjar susu. Polythelia merujuk pada tambahan puting saja, tanpa areola — dan ini bentuk yang paling sering ditemukan.

Dilansir dari The Register, puting susu ketiga terkadang bisa dianggap sebagai tahi lalat atau sekadar tanda lahir. Umumnya berdiameter satu centimeter dan muncul di sepanjang garis susu vertikal yang dimulai dari ketiak dan bergerak turun ke dada hingga selangkangan, baik pada pria dan wanita, walaupun tidak selalu. Sebuah laporan medis tahun 2006 menemukan seorang wanita yang memiliki puting ketiga bertumbuh di telapak kakinya, lengkap dengan areola dan bulu-bulu halus.

Apa yang menyebabkan muncul tiga puting susu pada manusia?

Untuk memahami bagaimana puting susu tambahan muncul, pertama Anda harus terlebih dulu memahami bagaimana puting susu sebenarnya berasal. Setelah serma membuahi sel telur, embrio akan terbentuk. Sekitar minggu keempat dari perkembangan embrio, dua strip ektoderm (bagian yang akhirnya menjadi kulit) akan sedikit menebal. Kedua strip ini akan membentuk garis susu vertikal. Berminggu-minggu dan berbulan-bulan setelahnya, strip ini akan semakin menebal dan berkembang menjadi kelenjar susu. Pada akhirnya, kelenjar susu ini akan mengerut kecuali pada area dada, di mana dada — atau payudara — dan puting akan terus tumbuh dan berkembang.

Akan tetapi, kadang kelenjar susu ini tidak hilang sepenuhnya. Saat hal ini terjadi, terbentuklah puting susu tambahan, baik sebagai payudara tambahan lengkap dengan areola, atau hanya putingnya saja.

Puting tambahan juga bisa mengeluarkan susu

Pada umumnya, puting tambahan ini tidak akan berkembang menjadi payudara utuh dan normal saat menginjak masa pubertas. Namun, jika ditemukan jaringan kelenjar — jenis jaringan yang sama dengan puting normal — maka puting tambahan ini bisa mengalami perubahan hormon yang sama dan penyakit yang sama yang mempengaruhi jaringan payudara normal, seperti kanker payudara. Selain itu, puting susu tambahan juga dapat berubah pigmentasinya, membengkan, melembut, atau bahkan mengeluarkan air susu. Dalam kasus ini, puting susu tambahan akan berfungsi layaknya payudara dan puting susu biasa, hanya saja ditemukan di lokasi lain tubuh.

Jika puting susu tambahan ditemukan di atas posisi puting normal lainnya, kondisi ini akan menyulitkan wanita setelah melahirkan ketika terjadi laktasi berbarengan dengan kedua puting normal tersebut, ungkap Norman A. Grossl di Southern Medical Journal, dikutip dari BBC Future.

Hubungan puting tambahan dengan kelainan kandung kemih

Meski payudara dan puting tambahan bukanlah hal yang asing, beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara puting susu tambahan dengan malformasi saluran kandung kemih atau ginjal, walaupun belum diketahui apa yang menyebabkan keterkaitan tersebut. Peneliti menduga bahwa keterkaitan ini timbul akibat sistem kandung kemih, ginjal, dan kelenjar susu bertumbuh pada saat yang sama selama masa perkembangan embrionik, namun masih dibutuhkan penelitian lebih jauh untuk bisa memastikan dugaan ini.

Sejauh ini, fenomena tiga puting susu hanyalah satu di antara sejuta anomali tubuh yang mungkin timbul pada tubuh manusia sebagai hasil dari variasi genetik. Puting tambahan tidak memerlukan terapi atau pengobatan khusus, namun pada kasus tertentu, beberapa orang memilih untuk menjalankan prosedur bedah untuk mengangkat puting tambahan mereka, dengan alasan kosmetik dan pertimbangan penampilan semata.

BACA JUGA:

Share now :

Direview tanggal: Desember 28, 2016 | Terakhir Diedit: Maret 6, 2020

Yang juga perlu Anda baca